Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Penjelasan Siapapun yang mengerjakan visi besar akan disebut gila Update Dewa Eka Prayoga



Itu bukan pernyataan Saya, tapi perkataan Mark Zuckerberg, empunya Facebook, saat memberikan pidatonya di wisuda Harvard.

Jujur, Saya suka. Dan Saya setuju.

Tidakkah kita ingat perjuangan Muhammad Al Fatih saat menaklukkan Konstantinopel?

Tantangannya besar... Sangat besar. Ia harus berpikir keras bagaimana cara agar bjaa melewati laut dan benteng yang tingginya 18 meter serta harus mengalahkan pasukan konstantinopel yang dikenal sangat kuat itu.

Pertanyaannya, apakah Muhammad Al Fatih menyerah? Apakah ia mundur? Apakah ia menarik kembali pasukannya?

Oh ternyata tidaaak...

Bahkan ketika pasukannya sendiri berkata, "Ah, sepertinya tidak mungkin. Tidak akan berhasil..."

Tapi apa yang Muhammad Al Fatih katakan? Ya, maju terus. Lakukan!

Seperti yang mungkin Anda tahu, Muhammad Al Fatih mengusulkan "ide gila" saat membobol benteng konstantinopel. Ya, ia mengerahkan pasukannya untuk memindahkan kapal melewati perbukitan Galata agae bisa memasuki titik terlenah Konstantinopel, yaitu Selat Golden Horn.

"Tarik kapalnya melalui darat. Kita ajan mendaki bukit karena orang Konstantinopel tidak akan berpikir kalau pasukan Muslim akan melewati bukit", seru Muhammad Al Fatih.

Bayangkan kawan-kawan...

Gimana gak crazy, puluhan kapal-kapal dan gallery seolah berlayar di perbukitan dalam 1 malam. GENDENG!

Tapi itulah Muhammad Al Fatih...

Visinya yang besar untuk bisa menaklukkan Konstantinopel tak membuat semangatnya surut. Terlebih, Rasulullah SAW telah memberikan pesan dalam sebuah hadits:

"Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan." (HR. Ahmad).

Coba perhatikan baik-baik...

Kalau kita hidup di zamannya, mungkin kitalah yang akan menjadi orang pertama mengecap bahwa Muhammad Al Fatih adalah "Gila". Lha wong gak masuk akal kok..

Tapi apa yang faktanya terjadi? Konstantinopel berhasil ditaklukkan oleh orang yang dikatain 'gila' tersebut, bahkan pasukannya sendiri awalnya tidak memercayainya. Inilah konsekwensi dari seorang yang memiliki visi besar....

Begitu pula dengan Anda...

Mungkin visi kita tak sebesar Muhammad Al Fatih, tapi pernahkah kita menyerah hanya karena dicap "gila" oleh orang-orang terdekat kita...

"Saya ingin bebas riba!"
"Halah, mana bisa..."

Saya ingin ahli sedekah!"
"Aih, sekarang aja hidup lo susah..."

"Saya ingin jadi orang kaya!"
"Mbo ya ngimpi ojo tinggi-tinggi..."

...dan sejenisnya.

Akan selalu ada...
Sekali lagi, akan selalu ada orang yang meremehkan dan menjatuhkan impianmu.

Belum lagi kalau kita punya visi besar memberdayakan ummat, misalnya:

"Ayo kita berdayakan Indonesia!"
"Halah.. Ngurus keluarga sendiri aja gak bisa, apalagi ngurusin negara"

"Ayo kita bermanfaat bagi sesama!"
"Halah... Hutang ke temen lama aja gak dibayar-bayar, ngimpi pengen manfaat bagi sesama"

"Ayo kita berjuang agar produk asing tak masuk ke Indonesia!"
"Hahaha... Jualan produk buatan sendiri aja gak laku-laku, kagak usah ngimpi lo!"

Akan selalu ada yang begitu...
Akan selalu ada yang tak setuju...
Akan selalu ada yang tak mendukungmu...

Tugasmu bukan menyerah dan putus asa, tugasmu justru terus maju sampai visi besarmu itu benar-benar tercapai.... seperti Muhammad Al Fatih, yang mampu menaklukkan Konstantinopel dan meraih visi besarnya itu.

Ayo kita dukung guru-guru kita yang memiliki visi besar membangun negeri dan memberdayakan ummat di Indonesia...

Ayo dukung coach Imam Elfahmi dengan program Grounded Business Coachnya...

Ayo dukung kang Rendy Saputra dengan event kopdarsaudagar.com nya...

Ayo dukung mas Jaya Setiabudi dengan paltform & konunitas Yukbisnis.com nya...

Ayo dukung semua orang yang memiliki visi besar yang sarat akan kebaikan. Mari kita dukung dengan totalitas, agar terwujud Indonesia yang lebih baik lagi...

Salam,
Dewa Eka Prayoga
Sosok pemuda berusia 26 tahun yang sok-sokan mikirin hal besar dan pemberdayaan.

Semoga berkenan disebarluaskan...



 
Top