Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Penjelasan tentang Menikah itu soal berjuang berdua dari Mbak Tiwi Tri Widayanti 



Malam ini saya menemani suami kerja. Abi kerja, saya makan. Haha..

Alhamdulillah pernikahan kami hampir memasuki usia 4 tahun. MasyaAllah... ternyata sudah cukup lama saya menemaninya berjuang dari nol.

Waktu dia datang melamar saya, dia bilang, " Kakak bukan dari keluarga yg kaya raya, biaya pernikahanpun kakak belum ada, tapi jika adek menginginkan laki laki yang baik dan bertanggungjawab maka adek bisa memilih kakak. Kakak ingin adek menemani kakak berjuang bersama "

Duuuhhhh... meleleh hati ini. Disaat banyak laki laki yang mendekati saya. Bahkan ada yg bersedia memberikan saya mobil asalkan hati saya untuk dia. Dan hari itu seseorang yg hanya bermodal nekat lillahi ta'ala datang melamar saya.

Dia tak punya uang untuk biaya pernikahan. Uang hasil kerjanya ditabung untuk membiayai sekolah adeknya dan membelikan motor keluarganya.

Dia bukan dari keluarga yg berada, bahkan saat itu motorpun dia tak punya. Bapaknya hanya seorang tukang bangunan, ibunya seorang ibu rumah tangga. Tapi masyaAllah dari keluarga sederhana itu, 7 anaknya lahir dengan kecerdasan diatas rata rata. Pinter bangetttt.

Jangan tanya prestasi suami saya seperti apa. Lihat rapor sekolahnya saja sudah bikin saya speechless. Dia dan kembarannya bisa kuliah di ITS Surabaya dengan modal rapor mereka. Mereka penerima full beasiswa.

Sebenarnya saya tak tertarik untuk dekat dengan laki laki yang sangat pintar seperti ini. Dulu saya sangat mendambakan laki laki yg punya grub band. Vokalis gitu. Walaupun saya tomboi saat itu tapi saya suka meleleh klo ada yg nyanyiin 😛.

Lahhh ini ada laki laki kutu buku, tampilannya saat itu gag keren sama sekali. Kendaraan gag ada. Uang juga gag punya. Tapi nekat bingit melamar saya.

Saya hanya bilang, " Kalau kakak serius melamar saya maka datangi orangtua saya ". Percakapan kami hanya via whatsapp saat itu karena setelah lulus kuliah saya bekerja di luar negeri.

Tiba tiba pada suatu sore bapak saya telp, " Bapak merestui kamu nak. Kapan mau menikahnya? "

MasyaAllah dia adalah laki laki pertama yg berhasil menaklukan hati bapak saya. Langsung pengen nangis saat itu.

Pernah ada seorang ustadz mau sama saya. Tapi ditolak sama bapak saya. Ada seorang polisi mau melamar saya tapi ditolak juga. Yang lainnya mungkin tak bisa menaklukan hati bapak saya. Bapak saya memang sangat over protektif kalau ada laki laki yang mendekati anaknya.

Makanya dlu kalau saya pacaran ya sembunyi sembunyi. Tidak ada laki laki yang boleh datang kerumah saya 😭. Hahaha... klo saat ini mah malah jadi beruntung bgt. Bener kata bapak saya, no khalwat until akad. Makasihh pak sudah jagain saya. Hehe...

Mungkin ada tipe wanita yg nyari laki laki mapan. Gag salah. Karena siapa sih yg pengen anak gadisnya menikah dgn seseorang yg masa depannya tak jelas.

Tapi saya memang mencari sosok laki laki yg lain. Saya memang ingin memulai semuanya dari nol. Saya ingin punya suami yg punya visi misi jelas kedepan. Kalau saat ini memang tak ada uang ya tak papa. Tapi harus punya tujuan hidup yang jelas.

Dan ternyata saat menikah dengannya ternyata kami sama sama orang intuiting ekstrovert. Hahaha pantesan klo ngobrol sama dia seperti sedang bercermin. Persis.

Ya itulah jodoh. Belum tentu yg deket jadi jodohnya. Semuanya misteri. Kalau Allah sudah berkehendak, pacarmu bisa apa? 🙊

Makanya daripada pacaran mending isi waktu muda dengan prestasi sebanyak banyaknya.

Jadilah kaya sedari muda agar banyak orang yg bisa kita bantu :)

Jodoh itu sesuai dengan diri kita. Yang baik untuk yang baik :)

Tri Widayanti
 
Top