KLIK DI SINI untuk mengetahui PANDUAN, BIMBINGAN GRATIS sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Penjelasan Tentang Newbie Karatan dari Dewa Eka Prayoga



NEWBIE KARATAN
Candu Ilmu, Miskin Praktek!

Pernah lihat ekspresi muka orang kebingungan?

Nah, begitulah seorang newbie bekerja.

Semua ilmu dia lahap.
Semua buku dia baca.
Semua course dia ikuti.
Semua tools dia beli.

Alih-alih jadi ahli, justru malah jadi newbie karatan: newbie, yang selama-lamanya newbie, sampai hari kiamat datang.

Ini bukan soal mengomentari nasib si newbie. Niat dia bagus! Karena selalu belajar. Bahkan, bisa dikatakan candu ilmu, saking semangatnya. Tapi apa yang salah dengannya?

Yuk kita bedah...

Disadari atau tidak, semua orang yang ahli dulunya newbie (pemula).

Yang membedakan mereka hanya satu, yakni KETEKUNAN.

Artinya, poin pertama jika kita ingin Ahli, maka tekunlah. Catat baik-baik.

Dan diakui atau tidak, semua orang yang ahli di bidang X, maka dia newbie di bidang Y.

Artinya, dia PASTI ada titik lemahnya. Gak semuanya harus dikuasai. Ngapain juga.

Maka kunci keberhasilannya ada pada titik FOKUS mereka. Makin fokus, makin bagus hasilnya. Gak mudah tergiur dengan buaian dan tawaran orang yang mengaburkan fokusnya.

Launching buku baru, dibeli. Padahal dibaca kagak, praktek apalagi...

Launching course baru, diikuti. Padahal butuh aja enggak, prakteknya bingung setengah mati...

Launching tools baru, dibeli. Padahal ngerti aja cara pakenya. Tergiur bonus bejibun. Nganggur deh tuh tools...

Patut Saya acungi jempol, semangat Anda dalam belajar sungguh luar biasa... tapi saran Saya cuma satu: jangan lupa praktek!

Pas praktek, jangan gampang menyerah.

Ngiklan boncos dikit langsung pundung...
Ditolak dikit, baperan...

Aih, mental kaya gitu kok ngarep pengen sukses. Ngimpi...

Yuk pelajari 4 level belajar berikut ini ditinjau dari ilmu NLP, supaya makin ngerti gimana caranya jadi ahli...

1). Unconscious Incompetence

Dalam kondisi ini, kamu gak tahu bahwa kamu gak tahu. Sekali lagi, kamu gak tahu bahwa kamu gak tahu. Sehingga, kamu gak tahu bahwa kamu gak mampu. Kebayang?

Misal, dalam dunia digital marketing ada istilah  Marketing Automation. Pas Saya sebut, Anda baru denger atau tahu namanya, artinya Anda berada di level ini. Namanya aja baru tahu, wis pasti ilmunya kagak ngerti, wong baru denger. Paham?

Supaya naik level, gimana?

Solusinya: cukup dikasih tahu. Selesai.

2). Conscious Incompetence

Dalam kondisi ini kamu sadar bahwa kamu gak tahu dan gak ngerti ilmu tertentu. Udah pernah denger sih, tapi gak ngerti gimana caranya.

Misalnya: FB Ads. Dari zaman dulu (gak dulu2 banget sih) ilmu ini udah ada. Dan Anda udah tahu ilmu ini ada. Tapi Anda gak ngerti2. Butek. Berarti Anda ada di level ini. Kebayang?

Cara naik levelnya?

Solusinya: belajar terus menerus. Tekun. Itu aja, sampai BISA.

3). Conscious Competence

Dalam kondisi ini kamu udah tahu dan sadar bahwa kamu bisa. Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan apa. Gimana caranya, pokoknya kebayang banget. Kamu udah BISA prakteknya.

Nah, biasanya, si newbie ketika merasa bisa, berhenti sampai disini saja. Padahal, levelnya ada yang lebih tinggi lagi.

Cara naik levelnya?

Solusinya: praktek terus-terusan. Banyak latihan. Titik.

4). Unconscious Competence

Di level ini, orang udah jago banget dan mahir. Ngelakuin sesuatu gak banyak mikir. Otomatis ngalir, seperti yang Saya ajarkan di mahircopywriting.com. Mahir! Jago! Master!

Baru... kalau kamu udah berada di level ini, silakan belajar ilmu lainnya. Sekian.
 
Top