Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Perbandingan Hasil Investasi reksa dana konvensional, syariah, dan syariah berbasis efek asing dari Presiden Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia, Michael T. Tjoajadi




Dengan adanya arahan dari para pakar investasi, ada beberapa cara investasi dan jenis investasi yang menguntungkan pada tahun 2016. Memang hampir semua jenis investasi menguntungkan akan tetapi dari Presiden Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi pada tahun 2016.

Perlu diketahui bahwa reksa dana syariah adalah reksa dana yang dijalankan sesuai dengan prinsip syariah. Reksa dana jenis ini bisa jadi pilihan investasi selain reksa dana konvensional.

Menurut Presiden Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia, Michael T. Tjoajadi, investasi di reksa dana masih menjanjikan tahun ini. Namun ia tidak bisa memprediksi mana yang lebih baik di antara investasi reksa dana konvensional, syariah, dan syariah berbasis efek asing.

Maka dari itu, ia menyarankan untuk diversifikasi inevstasi. Sebaiknya, Anda menyimpan uang tidak di satu jenis reksa dana.

"Jadi kalau tadi kita bilang ini complimentary dari kita punya produk kan, karena nggak ada satu produk yang kita overweight 100% di sini, karena ini semua harus didiversifikasi. Jadi kita nggak akan lihat, oh yang ini lebih bagus jadi kecenderungan uang saya 100% ke situ. Semua orang akan diversifikasi ya, punya tiga-tiganya," ungkap Michael kepada detikFinance, di Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Untuk saham sektoral, ia memprediksi yang memiliki pergerakkan bagus secara global adalah sektor teknologi, sedangkan dari domestik sektor consumer, telekomunikasi, dan konstruksi.

"Untuk globally ya teknologi, environment safe, kalau locally orang masih skeptis terhadap komoditi, kita melihat pada consumer mix banking, konstruksi tapi hati-hati tapi mahal, dan juga telekomunikasi," kata Michael.

Pada kesempatan yang sama, Schroder Indonesia hari ini meluncurkan produk reksa dana saham global pertama yaitu Schroder Global Sharia Equity Fund (USD).

"Kita akan meluncurkan produk syariah yang terbaru yang akan diinvestasi di global, di dalam produk ini benar-benar akan melakukan investasi dengan mata uang dolar," ujarnya.

"Dengan peluncuran ini ada pilihan investasi lagi jadi tidak usah cari produk investasi ini di luar tapi di Indonesia. Kerja sama dengan Standard Chartered untuk distribusi dan Citibank untuk kustodi," ujar Michael.

Michael berharap produk ini dapat menawarkan pilihan investasi lain untuk investor di Indonesia dan menjadi tolak untuk mengembangkan program syariah di Indonesia.

"Ada benefit bagi investor Indonesia dengan berbagai produk investasi meminimalkan risiko yang ada. Produk syariah ini akan jadi titik tolak bagi negara kita untuk terus kembangkan program syariah, mungkin kita akan bersaing dengan Malaysia dan negara lain dengan produk reksa dana syariah ini," kata Michael.

Peluncuran ini juga turut dihadiri Chief Executive Officer Standard Chartered Bank, Shee Tse Koon dan Chief Executive Officer Citi Indonesia, Batara Sianturi.

(ang/ang)


Sumber : detik.com
 
Top