KLIK DI SINI untuk mengetahui PANDUAN, BIMBINGAN GRATIS sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

PERILAKU APARAT BIROKRAT YANG MENYIMPANG DAN TIDAK SESUAI DENGAN NILAI-NILAI PANCASILA

Banyak perilaku menyimpang yang dilakukan oleh beberapa pihak di bidang birokrat. Ternyata tidak hanya Gayus dan Muhammad Nazaruddin, akan tetapi antara pihak satu dengan yang lain ada kaitannya sehingga masalah tentang penyelewengan dana sulit untuk diselesaikan, mulai dari pihak tersangka yang menyangkut Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan.

Ditinjau dari nilai-nilai Pancasila Gayus, Muhammad Nazaruddin, pihak Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan telah melanggar makna yang terkandung dari 5 sila dari Pancasila. Untuk itu, perlu adanya kesadaran dari diri masing-masing dan peran pemerintah dan masyarakat untuk menanamkan dan mengembangkan moral, budi pekerti yang luhur yang berdasarkan Pancasila.

Dalam butir Pancasila sila 1 terdapat “Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa”. Berarti oknum pemerintah tidak melaksanakan salah satu makna yang terkandung dalam Pancasila karena mereka tidak menghormati antara 1 pihak dengan yang lainnya dna malah melakukan penyuapan secara berantai.

Dalam butir-butir Pancasila sila 2 terdapat banyak hal yang tidak dilaksanakan seperti mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira, sikap tidak semena-mena terhadap orang lain, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan berani membela kebenaran dan keadilan. Hal itu terlihat pada oknum yang tidak mempedulikan masyarakat dan melakukan tindakan seenaknya sendiri (korupsi) atau penyuapan. Aparat birokrat berarti tidak memedulikan masyarakat yang berada di kalangan bawah dan mementingkan dirinya sendiri.

Dalam sila 3 berbunyi “Persatuan Indonesia” dan memiliki kandungan makna yang mendalam demi persatuan Indonesia, akan tetapi oknum seperti Gayus, Muhammad Nazaruddin, pihak Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan belum mampu dan sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa. Akan tetapi malah bertindak sebaliknya dan membuat keadaan di Indonesia semakin buruk.

Tindakan mereka sudah jelas tidak sesuai dengan nilai Pancasila sila 4 yang mengandung nilai tentang sikap dan keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. Namun mereka tidak mematuhi itu.

Perilaku aparat di atas tidak memperhatikan dan menjunjung tinggi nilai keadilan karena oknum-oknum yang seharusnya mengadili suatu masalah supaya menjadi lebih mudah untuk diselesaikan malah mempersulit dan terkesan lebih melindungi dan membela orang yang bersalah seperti gayus dan M. Nazaruddin.

 
Top