Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Pesan Penting dari Dewa Eka Prayoga sehingga Membuat Anda Lebih Cepat Sukses dan Kaya Raya



"Mun sia teu mayar, ku aing sia penjarakeun!" (Sundanese Language)

Kata-kata 'kasar' dan ancaman seperti itu kerapkali datang pada Saya 6 bulan pasca kebangkrutan.

Satu-satunya ilmu pamungkas saat berada dalam tekanan adalah ILMU PASRAH.

"Mangga, abdi pasrah..."
"Silakan, saya pasrah..."
"Tafaddhol, ana pasrah..."

Mau dipenjarakan...
Mau dicemarkan nama baik...
Mau disidang banyak orang...
Mau dikeroyok...
Mau diancam pembunuhan...

Silakan, saya pasrah...
Lillahi ta'aala...

Memang sih, sesekali Saya menantang dan beradu argumen dengan ilmu negosiasi yang selama ini dipelajari, misalnya bilang gini:

"Silakan, saya pasrah kalau Anda mau penjarakan Saya. Asalkan terima konsekwensinya..."

Seakan Saya tak gentar dan melawan, si dia balik nanya, "Maksud kamu apa terima konsekwenainya? Kamu ngelawan!"

Aduh si bapak. Gak ngerti maksud Saya apa. Saya pun menjelaskan...

"Iya pak, kalau Anda mau penjarakan Saya, silakan. Saya pasrah. Asalkan Anda mau terima konsekwensinya..."

Seolah makin nantang, si dia langsung menggertak, "Kamu nantangin Saya!!! Maksud kamu apa???"

Haduuuuh...
Langsung aja deh Saya jawab...

"Gini lho Pak.. Kalau Anda serius mau penjarakan Saya, silakan. Saya pasrah. Asalkan Anda mau terima konsekwensinya... Konsekwenainya apa? Ya jelas lah pak, UANG ANDA GAK AKAN BALIK SELAMA-LAMANYA..."

Mungkin karena omongan Saya banyak benernya, akhirnya dari ratusan orang yang mengancam, dengan jurus pamungkas seperti itu, tak ada satupun orang yang berhasil memenjarakan Saya. Alhamdulillah... ^_^

Masih dalam cerita...

Karena ingin ada kepastian, maka si dia pun menggertak:

"Terus kamu mau bayar kapan?!!!"

"Ya gak tahu pak, Saya gak bisa janji...", jawab Saya.

Dalam kondisi ini, emosi biasanya mulai naik. Kalau Anda ngalamin kondisi tertekan seperti ini, tugas Anda adalah bersikap TENANG...

"LHA KAMU INI GIMANA, KEMARIN KAMU JANJI BAKAL BAYAR SEKARANG, TAPI MANA?!!"

Tenang. Saya berusaha tetap tenang, walaupun aslinya gemeteran:

"Ya itu dia pak. Mohon maaf, belum ada uangnya..."

"TERUS KAMU MAU BAYAR KAPAN?!!"

"Gak tahu pak...", jawab Saya.

"POKOKNYA SAYA GAK MAU TAHU, MINGGU DEPAN HARUS UDAH ADA UANGNYA!!"

"Kalau masih gak ada pa, gimana?, "tanya Saya dengan berani.

"YA SAYA GAK MAU TAHU, POKOKNYA HARUS ADA! KAMU HARUS JANJI!!"

"Nah itu dia pak. Kalau Saya janji, tapi nyatanya masih gak ada juga, kan gak enak ke bapaknya. Gak apa-apa pak?", jawab & tanya Saya, bermuka polos...

"YASUDAH! SAYA PENJARAKAN KAMU!!!"

"Silakan Pak, Saya pasrah...", jawab Saya.

(Gitu aja terus percakapannya, gak pernah selesai. Hehe)

By the way, itu kisah nyata ya, bukan skenario semata. Benar-benar pernah Saya alami, 5 tahun yang lalu. Dulu.

Kalau seandainya Anda pernah dalam kondisi tertekan, apapun masalahnya, apalagi berhubungan dengan orang, saran Saya...

1. Pasrahlah. Yakini bahwa skenario Allah pasti yang terbaik, walaupun bisa jadi ancaman yang dilontarkan buruk buat kita. Pasrah aja...

2. Bersikap tenang. Apapun bentuk ancaman dan tekanannya, berusahalah untuk tidak naik pitam. Sabar. Tenang. Jangan emosi.

3. Belajarlah ilmu negosiasi. Temukan hot button lawan bicara apa. Mainkan dan otak atik. Pelajari sleight of mouth (ilmu bersilat lidah). Belajarlah dari Richo Dianto, praktisi negosiasi.

Terlepas dari tiga poin di atas, bekali mental Anda dengan mental pemenang. Jangan ciut duluan pas lihat muka lawan bicara, apalagi kalau udah digertak dan main kekerasan. Biasanya, kalau mentalnya gak siap, 3 poin di atas yang sudah Anda siapkan sebelumnya, bakal mendadak buyar begitu saja tanpa alasan... Eaaa!

Inilah ilmu.

Bukan hanya sekadar diketahui, tapi juga dipraktikkan.

Bukan hanya sekadar dipraktikkan, tapi juga dilatih terus-terusan.

Gak tahu, jadi tahu... karena dikasih tahu.
Tahu, jadi mampu... karena dilatih.
Mampu, jadi mahir... karena dilatih terus menerus.

Makanya, jangan pernah berhenti belajar. Jangan cepat puas dengan ilmu yang sudah kita miliki. Stay hungry, stay foolish...

Demikian petuah dari Steve Jobs.
 
Top