Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Pesan Penting dari Hilman Rusmayana tentang Proses Mewujudkan Impian Ibu 



Seorang anak muda berasal dari keluarga yg sangat sederhana. Ia tinggal berdua bersama ibunya yg telah lama selalu merindukan keberadaan ayahnya.

Namanya Joni. Ia merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Usianya 22 tahun, baru lulus kuliah dan sekarang bekerja di sebuah perusahaan yg bergerak di bidang desain interior.

Kedua kakaknya perempuan, sama-sama sudah menikah. Tinggal Joni si bungsu yg masih sendiri dan masih tinggal bersama ibunya.

Pada suatu hari, Joni menenangkan ibunya yg menangis karena merindukan ayahnya sembari melihat foto ka'bah dan jemaah haji di rumahnya.

Rupanya ayah Joni dulu berangkat umroh dan tidak pernah kembali lagi ke tanah air. Ayahnya meninggal di rumah Allah dalam keadaan khusnul khatimah saat sedang menunaikan panggilan-Nya. MasyaaAllah..

Namun.. Tetap saja hal itu menjadi kenangan terindah sekaligus duka yg mendalam bagi ibu Joni, Fatimah.

Hari itu, kedua kakaknya mendatangi rumah ibunya tempat Joni tinggal.

Tapi ada yg aneh. Seketika itu juga, Joni langsung bergegas siap-siap untuk keluar dari rumahnya. Namun kakak pertamanya mencegahnya dan beradu argumen dengan Joni.

Ternyata.. Joni dan kedua kakaknya itu sedang bermasalah. Kedua kakaknya ngotot menginginkan Joni bekerja di project yg digarap suaminya. Sementara Joni mau bekerja dengan mandiri dengan caranya sendiri.

Joni juga selama ini tertutup tentang keberadaannya terhadap kedua kakaknya dan ibunya.

Joni keluar rumah, ternyata ia memilih 'pulang' ke kosannya, yg berada tak jauh dari tempat kerjanya.

Sayangnya, tidak satupun dari anggota keluarganya yg mengetahui keberadaan kosan Joni dimana. Karena Joni memang sengaja secara diam-diam pindah kosan tanpa memberitahu anggota keluarganya. Entah maksudnya apa..

Hari demi hari kedua kakaknya merasa khawatir dengan keberadaan Joni, khawatir akan pergaulannya di luar sana.

Mereka pun menelepon kantor Joni dan ketika resepsionis kantor mengangkat telepon, terdengar suara temannya yg bilang, "Joni pergi sama tante-tante, ga tau tuh kemana.." Hal ini jelas membuat kedua kakaknya kaget yg mendengar hal itu dari teleponnya. Mereka jelas makin curiga..

Sampai suatu ketika kedua kakaknya mendatangi kantornya dan secara tidak sengaja mereka memergoki Joni bersama dua orang tante-tante sosialita keluar dari mobilnya dan bercipika-cipiki dengannya.

Hal ini membuat hati kedua kakaknya hancur, mereka jelas mengira kalo Joni telah terjerumus ke dalam pergaulan yg tidak baik. Kakaknya menangis terisak..

Ketika pulang ke rumahnya, kakaknya mendiskusikan hal ini kepada suaminya dan berusaha menutupinya dari ibunya. Tapi kakak keduanya keceplosan saat sedang mengobrol dengan ibunya dan ibunya langsung marah-marah kepada kakaknya itu dan sangat mempercayai jika Joni tidaklah seperti itu.

Suatu ketika.. Sebentar lagi ibunya akan berulang tahun.

Kedua kakaknya sibuk mengurusi syukuran ulang tahun ibunya. Sementara Joni masih di kosannya dan selama bekerja ia berjanji akan datang pada hari istimewa ibunya itu dan dengan niat hati ingin memberikan kejutan untuk ibunya tercinta.

Akhirnya.. Hari ulang tahun ibunya pun tiba. Semua orang sibuk mengurusi acara syukuran ulang tahun ibu kecuali Joni seorang yg masih bingung dan gelisah di tempat kosannya.

Ternyata selain bekerja di tempat kantornya, ia juga bergaul dan bekerja di luar kantor bersama tante-tante sosialita itu. Tapi kenapa harus sama tante-tante? Itulah hal yg sampai saat ini dicurigai dan sangat tidak dimengerti oleh kedua kakaknya.

Ternyata Joni bekerja menerima project desain interior kepada dua tante-tante tersebut. Joni tidak bekerja sendirian, ada masing-masing suami dari kedua tante itu yg ikut mengarahkan dan meminta rumahnya didesain.

Namun sayangnya.. Pada hari ulang tahun ibunya itu, uang hasil kerja dari project desain interiornya masih belum 'cair' sehingga memaksa Joni menunda kedatangannya ke hari ulang tahun ibunya.

Orang-orang rumah jelas kecewa dengan ketidakhadiran Joni. Sementara ibunya tetap bersabar meskipun hatinya sangat terluka dengan ketidakhadiran Joni. Biasanya Joni tidak pernah mengingkari janjinya, apalagi sama orang tuanya. Tapi kali ini?

Sehari setelah hari ulang tahun ibunya, keadaan rumah makin rumit. Semua orang berkumpul membicarakan masalah Joni. Sampai kedua kakaknya beradu argumen dengan ibunya tentang apa yg sebenarnya Joni lakukan di luar sana.

Kedua kakaknya jelas khawatir akan keberadaan Joni di luar sana dan mencurigai kalo Joni ada apa-apa dengan kedua tante yg tempo hari mereka pergoki saat bercipika-cipiki di depan mobil mewahnya. Sementara ibunya keukeuh bersikeras membela Joni dan yakin Joni punya maksud lain.

Dari luar rumah, Joni pulang. Berjalan pelan mengendap memasuki rumahnya. Mendengar perbincangan tersebut. Sampai ia muncul pada 'rapat' tersebut dan berusaha menjelaskan semuanya.

Namun, Joni mengakui apa yg dikatakan kakaknya kepada ibunya, tentang pertemuannya dengan kedua tante-tante tersebut. Ibunya pun kaget, merasa terpukul dan seakan tak percaya dengan apa yg dilakukan Joni. Ia menangis..

Akhirnya.. Joni menjelaskan alasan mengapa ia bekerja dengan tante-tante sosialita tersebut?

Ternyata Joni bergaul dengan tante-tante sosialita karena memang merekalah pangsa pasar Joni, yaitu project desain interior yg memiliki harta berlimpah dan rumah mewah. Benar-benar pangsa pasar yg sangat baik.

Setelah memberi penjelasan, ada satu alasan yg membuatnya tidak bisa menghadiri acara ulang tahun ibunya kemarin. Semuanya karena Joni ingin memberi kejutan kepada ibunya.

"Kejutan apa?", tanya kakaknya.

Joni lanjut menjelaskan, namun kali ini sembari mengeluarkan sebuah dokumen. Joni menjelaskan bahwa selama ini ia bekerja keras dan bersikap tertutup kepada anggota keluarganya hanya semata ia ingin memberikan kejutan ini kepada ibunya pada hari yg tepat, yaitu di hari ulang tahun ibunya.

Joni mengatakan bahwa ia telah berhasil bekerja dengan caranya sendiri untuk dapat membahagiakan ibunya. Ia meraup untung besar dari hasil project desain interiornya itu.

Joni berhasil membelikan tiket umroh untuk ibunya dan untuknya. Sesuatu hal yg selama ini sangat diidam-idamkan oleh ibunya, yaitu ingin berangkat ke tanah suci, ke rumah Allah. MasyaAllah.. AllahuAkbar!

Joni mengajak ibunya untuk berangkat umroh berdua. Pada lembaran dokumen tersebut, namanya dan nama ibunya sudah terdaftar untuk keberangkatan umroh bulan ini, Joni dan Fatimah.

Semua orang yg ada di sana kemudian menangis haru. Joni memeluk erat ibunya. Ibunya jelas menangis haru tiada henti. Sampai akhirnya semua orang bahagia dan misteri itu terbongkar sudah tentang bagaimana sikap Joni dan apa yg disembunyikannya dari semua orang.

Ternyata inilah kejutan yg selama ini Joni nantikan dan ingin berikan kepada ibunya tercinta. Ia bukanlah anak kecil lagi yg mau menuruti keinginan kedua kakaknya, meskipun untuk kebaikannya. Tapi Joni membuktikannya dengan caranya sendiri. MasyaAllah..

The End.

***

Apa yg bisa kita ambil dari kisah di atas?

Pertama, tentang BAKTI KEPADA ORANG TUA: yaitu kita sebagai anak harus bisa menjaga perasaan dan berusaha membahagiakan orang tua kita, termasuk dengan cara sendiri. Selama cara itu positif, tidak ada salahnya kita lakukan.

Kedua, tentang PRASANGKA: yaitu jangan menilai orang dari luarnya saja selama kita belum tahu niat baiknya seperti apa.

Ketiga, tentang EGO: yaitu jangan memaksakan keinginan kita agar dilakukan oleh orang-orang yg kita sayangi, meskipun kita anggap itu baik untuknya. Beri saja dia kebebasan, dan dia akan melakukan yg terbaik dengan caranya sendiri.

Keempat, tentang BISNIS: yaitu untuk menjual produk tertentu atau untuk menggeluti bisnis tertentu, maka kita harus bergaul dengan orang-orang yg memiliki interest/ketertarikan yg berhubungan dengan bisnis yg kita jalankan. Dari cerita di atas, Joni membuktikannya.

Kelima, apa ada lagi? Silakan berikan pendapat Anda pada kolom komentar. Hehe

Semoga bermanfaat ya..

***

Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Tapi ada hikmah yg luar biasa dan beberapa kesimpulan menarik yg bisa kita ambil di dalamnya. MasyaAllah.. AllahuAkbar!

Penasaran? Simak aja.. Hehe

***



Hilman Rusmayana
 
Top