Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Pihak OJK memberikan Edukasi dan Sosialisasi tentang Investasi yang Aman, Halal dan Resmi karena Marak Investasi Bodong



Pihak dari OJK sangat luar biasa dan istimewa dalam menanggapi informasi terkait tentang banyak investasi bodong yang berganti-ganti nama sehingga sulit untuk dilacak atau diproses secara hukum. Akan tetapi pihak OJK telah memberikan penyuluhan terkait investasi bodong yang beredar di Indonesia dan juga investasi yang aman, resmi dan amanah kepada masyarakat. Hal itu dimaksudkan supaya masyarakat bisa memilih investasi yang menguntungkan.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon Muhammad Lutfi memberikan pernyataan bahwa pihaknya terus melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai investasi yang aman dan resmi. Hal ini terkait maraknya investasi bodong di kawasan tersebut yang dilakukan sebuah lembaga keuangan. Sebuah lembaga keuangan di Cirebon diduga melakukan penawaran investasi ilegal. Kata dia, hingga kini perusahaan tersebut belum memiliki izin dari OJK dan menawarkan bunga serta imbal hasil yang tinggi dan tidak wajar.

"Fenomena investasi ilegal di Cirebon begitu marak seperti CSI di Kabupaten Cirebon. Saya bilang kenapa ilegal? Karena dia hanya punya izin dari Kemkumham, padahal kegiatannya menggalang dana karena dia trading emas. Selain itu memberikan bunga/ keuntungan yang tidak masuk akal yakni keuntungan 5 persen setiap bulan," kata Lutfi di Cirebon, Sabtu (13/2/2016). Tidak sedikit nasabah yang tergiur dengan iming-iming keuntungan 5 persen per bulan. Selain itu, ada juga investasi-investasi ilegal lainnya yang ditawarkan di Cirebon, kata beliau.

"Dana masyarakat besar, Nasabahnya ada 7.000. Kalau kita ambil misalnya minimal dia taruh Rp 50 juta sudah berapa banyak itu. Selain CSI banyak sekali yang lain seperti Promonesia dan dream for freedom. Kewalahan kita, waktu itu dream for freedom terendus terus langsung ganti nama," jelas dia.

Saat ini, Lutfi mengaku belum bisa menindak tegas kegiatan tersebut, karena tidak memiliki izin dari OJK. Namun regulator telah melaporkan kejadian ini ke Satgas Wapada Investasi dan melakukan edukasi dan sosialisasi sebagai tindakan preventif.

"Sejauh ini sudah dilakukan investigasi oleh satgas waspada investasi yang meliputi OJK, Polri Kemkominfo, dan lembaga atau instansi lainnya. Berdasarkan pemeriksaan dua kali itu masih dikaji. Kalau potensi tentu ada potensi, karena dia bagi hasil 5 persen sebulan. Padahal prinsip investasi itu harus legal dan logis," terang Lutfi.


Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Erlangga Djumena

Sumber : kompas.com
 
Top