Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Piyu (dari Group Band Padi) Tetap Berinvestasi karena Memahami Pentingnya Investasi untuk Masa Depan Keluarganya

Ketika awal untuk mencoba investasi, mungkin masih sedikit bingung namun setelah dicoba dan hasilnya luar biasa, maka bisa dilanjutkan investasi tersebut. Ada juga yang rugi karena investasi namun ada juga yang untung karena investasi tersebut. Piyu (dari Group Band Padi) tetap melakukan investasi meskipun pernah mengalami kerugian dari program investasi yang diikutinya. Piyu tetap mengikuti investasi karena Piyu paham betul tentang pentingnya investasi untuk kehidupannya dan keluarganya.

Tak sedikit investor mengalami kerugian saat menanamkan dana di pasar modal. Demikian juga dialami pentolan grup Padi, Piyu. Meski begitu ia tak takut untuk berinvestasi di pasar modal.

Pria bernama lengkap Satriyo Yudi Wahono ini menceritakan, dirinya pernah mengembangbiakkan uangnya di instrumen reksa dana. Dengan bermodal awal US$ 80 ribu, ia menanamkan dana di reksa dana sejak 2003.

Namun sayang investasi reksa dananya susut pada 2008 gara-gara krisis ekonomi. Dana yang ditanamkan susut mencapai 70 persen dari modal awal.

"Saya masuk reksadana itu 2003, sudah mulai. Saya masuk reksadana asing saya kehilangan US$ 80 ribu pada tahun itu ya, tinggal 30 persennya" kata dia, di Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Walau pernah alami kegagalan, hal itu tak lantas membuat ayah dari dua putri ini takut terjun ke pasar modal. Berkat tawaran dari seorang teman, Piyu pun mengalihkan modalnya ke instrumen lain yakni saham.

Dengan bermodalkan uang royalti Rp 175 juta, Piyu langsung membeli langsung saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Dia bilang, waktu awal  membeli saham dengan harga Rp 775 per lembar saham. Saham tersebut terus melonjak hingga harganya sampai Rp 2.475 per saham.

"Itu sudah naik berapa ratus persennya kan. Terus saya mendapatkan keuntungan, dan saya mulai transaksi saham terus," ungkap Piyu.

Kemudian ia menjual saham BUMI sekitar 2010-2011, dan membelanjakan saham lain. Salah satunya saham sektor keuangan.

"Dan coba yang lain, saya masuk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk  (BJBR), ya terus maen-maen sampe sekarang," tandasnya. (Amd/Ahm)

Sumber : liputan6 dan yahoo.com
 
Top