Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Presiden Terbukti Sangat Mendukung Investasi karena dana 3600 Triliun digunakan Untuk Investasi dengan dukungan BKPM

Sangat luar biasa potensi investasi di Indonesia, hal itu terbukti dengan langkah-langkah yang diambil oleh Jokowi yang akan berusaha untuk investasi sebesar Rp 3.600 Triliun dengan bantuan dan dukungan dari pihak BKPM. Dana yang lumayan besar itu digunakan untuk investasi oleh Presiden Jokowi karena beliau sangat paham dan mengerti tentang potensi dari investasi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan bisa menggaet investasi hingga Rp 3.600 triliun di masa kepemimpinannya. Bukan hal mudah bagi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaksanakan tugasnya sebagai ujung tombak untuk menarik investor.
"Harus ada upaya khusus. Pendekatan yang tak biasa," kata Deputi Promosi Investasi BKPM Himawan Hariyoga di acara Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal Nasional (KP3MN) di Hotel JW Marriot, Surabaya, Rabu (15/4/2015).

Menurut Himawan, investor yang menunjukkan minat untuk menanamkan modalnya di Indonesia belum tentu mau merealisasikan rencananya. Bahkan banyak investor yang sekadar umbar janji.

"Intinya ingin melakukan fasilitasi yang konkrit. Dari mulai mencari minat sampai minatnya ini dikawal terus sampai dapat izin prinsip, dan merealisasikan (investasinya)," jelas Himawan.

Dia menggambarkan, pada periode 5 tahun lalu (2009-2014), realisasi investasi adalah Rp 1.600 triliun. Namun rasio investasinya tak menyentuh 50%. Artinya, lebih dari separuh investor hanya berminat tetapi tidak berbuat.

Bila saja semua minat investor bisa direalisasikan menjadi bentuk investasi, maka besaran nilai investasi akan jauh melampaui angka Rp 1.600 triliun. Bahkan lebih dari dua kali lipat.

"Total PMA (Penanaman Modal Asing) yang terealisasi 5 tahun yang lalu itu 38% dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) 43%. Jadi yang Rp 1.600 triliun itu apabila rencananya berkualitas pasti realisasinya akan meningkat," paparnya. (dtf)

Sumber : medanbisnisdaily.com , MedanBisnis - Surabaya.
 
Top