Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Rincian Informasi Lengkap Tentang Pengelola Investasi Reksa Dana dari kompas.com




Dari seluruh kalangan tentunya sudah tidak asing lagi tentang reksadana. Karena dengan menggunakan reksa dana bisa meningkatkan daya ungkit investasi atau aset yang dimiliki seseorang atau lembaga tanpa ikut campur di dalamnya. Sehingga reksa dana ini aman untuk investasi.

Perlu diketahui bahwa kegiatan pengelolaan reksa dana dilakukan oleh Manajer Investasi, biasanya mereka dibantu oleh para analis. Selain itu, terdapat pula komite investasi yang namanya bisa kita lihat dalam prospektus reksa dana. Di bawah ini adalah cara mengelola reksa dana.

Secara umum, divisi pengelola investasi terdiri dari 2 divisi utama yaitu divisi analis dan manajer investasi. Tugas dari divisi analis adalah menyiapkan data-data berkaitan dengan perkembangan ekonomi global, ekonomi nasional, perkembangan kinerja perusahaan, data saham, obligasi dan segala data lainnya yang diperlukan untuk pengambilan keputusan investasi.

Dalam pasar modal, divisi analis di manajer investasi ini dikenal dengan istilah “buy side analyst”. Artinya mereka mengumpulkan data-data untuk dijadikan sebagai pedoman bagi “client” mereka yaitu manajer investasi untuk pengambilan keputusan. Orientasi dari riset yang dihasilkan adalah bagaimana agar dapat menghasilkan reksa dana yang berkinerja lebih baik dibandingkan pasar.

Lawan dari buy side analyst adalah sell side analyst. Tugas mereka sama, namun “client” mereka adalah nasabah perusahaan sekuritas sehingga orientasi risetnya adalah bagaimana agar investor lebih sering bertransaksi sehingga menghasilkan biaya transaksi bagi perusahaan. Oleh karena itu, analisa yang dihasilkan biasanya bersifat jangka pendek.Tentu saja, meski berorientasi transaksi, hasil analisa mereka juga harus tepat atau lebih banyak tepatnya. Jika tidak, tentu tidak akan dipercaya.

Karena orientasi dari buy side analis adalah ke internal, biasanya hasil riset mereka lebih tertutup karena hanya diperuntukkan bagi manajer investasi dan para agen pemasarnya dalam rangka memberikan edukasi mengenai kondisi pasar terakhir.

Oleh sebab itu, jika kita membaca berita finansial, biasanya para analis yang diwawancarai biasanya adalah adalah sell side analyst.Sebab orientasi mereka lebih kepada nasabah langsung. Dan semakin sering muncul di media massa, sedikit banyak akan memberikan nilai positif karena meningkatkan kredibilitas baik si analis ataupun perusahaan tempatnya bekerja.

Tugas dari divisi manajer investasi adalah mengelola reksa dana. Berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan oleh divisi riset, mereka mengambil keputusan mengenai pengelolaan reksa dana mulai dari aset alokasi, pemilihan sektor hingga transaksi jual beli secara aktif untuk mendapatkan keuntungan.

Tidak jarang, personel di divisi manajer investasi ini dulunya adalah seorang analis.Namun ada juga yang lebih senang tetap menjadi analis daripada manajer investasi.

Dalam pengambilan keputusan, manajer investasi mendapatkan masukan dari berbagai sumber. Mulai dari buy side analyst, sell side analyst, riset eksternal, hingga informasi dari manajemen perusahaan langsung yang menjadi tujuan investasinya. Dalam pengelolaannya, manajer investasi juga secara berkala mengadakan pertemuan dengan anggota komite investasi.

Komite investasi adalah tim yang bertugas mengarahkan dan mengawasi Tim Pengelola Investasi dalam menjalankan kebijakan dan strategi investasi sehari-hari. Biasanya komite ini terdiri dari direksi, komisaris, atau para ahli yang dianggap berkompeten. Pada perusahaan manajer investasi asing, tidak jarang komite investasi juga diisi oleh perwakilan dari divisi investasi dari luar negeri.

Peranan dari komite investasi bisa berbeda pada setiap perusahaan. Ada yang cenderung lebih pasif karena mempercayakan kepada tim pengelola investasinya. Ada pula yang lebih aktif hingga menetapkan batasan saham dan obligasi apa saja yang boleh diinvestasikan dan mana yang tidak berdasarkan filosofi investasi perusahaan.

Meski terdapat komite investasi, keputusan akhir tetap ada di tangan Manajer Investasi dan komite investasi tidak bisa menjalankan operasional pengelolaan dana langsung. Sesuai dengan peraturan OJK, Manajer Investasi wajib mendokumentasikan hasil riset dan rapat-rapat berkaitan dengan dasar pengambilan keputusan.

Dokumentasi tersebut selanjutnya juga menjadi salah satu objek audit tahunan.Pada prinsipnya, pengelolaan portofolio oleh Manajer Investasi harus memiliki dasar yang bisa dipertanggung jawabkan.Salah satunya adalah melalui dokumentasi tersebut.

Sebenarnya peranan dari para analis, manajer investasi dan komite investasi tersebut adalah bagaimana agar dana milik masyarakat yang dipercayakan melalui reksa dana dapat dikelola secara profesional, memiliki dasar analisa yang kuat dan tidak melanggar koridor peraturan dan etika yang berlaku.

Sumber : kompas.com
Editor : Erlangga Djumena
Oleh Rudiyanto
@rudiyanto_zh

 
Top