Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Sejak adanya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Investasi di Sektor Maritim Mulai Tumbuh dengan Baik dan Luar Biasa

Beberapa orang yang belum tahu tentang tegasnya dan kemampuan dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Meskipun Susi memiliki keterbatasan dalam pendidikannya, namun kemampuannya dalam mengelola dan mengatur sektor ekonomi dalam bidang kelautan dan perikanan menjadikan Indonesia lebih baik dalam bidang kelautan dan perikanan dengan bukti nyata yang dilakukan oleh Susi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan kepercayaan perbankan dan pasar modal pada sektor maritim mulai tumbuh kembali. Sebagai pengawas jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ujar Susi, akan mendukung pendanaan pada sektor maritim. "OJK tertarik dan akan support di bidang kelautan," tutur Susi saat konferensi pers di kantornya, Senin, 8 Desember 2014.

Susi menilai kepercayaan dari OJK diperoleh karena semakin berkembangnya sektor maritim sebagai dampak positif dari moratorium izin kapal. "Karena moratorium, mereka tertarik kembali investasi, kepastian usaha kembali tinggi."

Dia meyakinkan pendanaan pada sektor kemaritiman akan lebih mudah dan cepat, sehingga dapat meningkatkan kualitas usaha. Jadi, bisa meningkatkan kepercayaan industri keuangan dalam menyalurkan pembiayaan. "Untuk pendanaan tidak akan sulit lagi," kata Susi.

Terkait dengan kredit, ujar Susi, Malaysia memberikan kredit perikanan hanya dengan bunga 3 persen. Susi menginginkan para nelayan dapat diberikan keringanan bunga seperti Malaysia, sehingga dapat meminjam modal dengan subsidi atau bunga yang rendah. "Kredit bunga hanya 5 persen atau bahkan dihilangkan," tuturnya.

Namun Susi belum dapat memastikan berapa besaran kredit bunga yang akan diberikan. "Tapi bentuknya belum pasti berapa," kata Susi. "Yang jelas, akses finansial ini akan kita bantu untuk uang muka atau peminjaman ke bank-bank."

Sumber : TEMPO.CO, Jakarta
 
Top