KLIK DI SINI untuk mengetahui ONLINE BUSINESS COURSE sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

SISTEM BISNIS ITU CUMA GANJALAN BAN dari Indrawan Nugroho



Oke saya akui. Judul diatas cukup kontroversial. Saya pun sudah berulangkali mencoba mengubah judul itu, dengan harapan bisa membuatnya lebih 'enak' dibaca. Tapi akhirnya saya kembali pada judul itu. Kenapa? Pertama, karena itu benar. Kedua, Saya perlu menarik perhatian Anda kesini. Ini penting.



Saya tertarik sekaligus khawatir ketika melihat hasil survey saya disini yang menunjukkan bahwa 57% pengusaha menyebutkan masalah terbesarnya adalah membangun sistem. 15,8% menyebut menjual produk dan 12,5 % menyebut menyusun strategi.

Banyak pengusaha bicara tentang sistem bisnis. Menginginkannya. Mengeluhkannya. Seolah sistem bisnis itu adalah kunci dari segalanya.

Jelas Anda perlu punya sistem jika ingin bisnis Anda berkembang.

Tapi jika Anda salah mendudukkan posisi sistem di bisnis Anda, maka alih-alih membuat bisnis Anda berkembang, sistem yang Anda agungkan itu justru bisa membuat bisnis Anda mentok disitu-situ saja.

Jadi apa dudukan sistem dalam bisnis?

Ya.. itu. Ganjalan ban.

Ijinkan saya menjelaskan. Bagi Anda yang pernah berkendara naik ke pegunungan tinggi pasti Anda pernah melihat truk-truk besar yang ketika sedang mengantri di jalan mendaki, sang kenek akan turun dari truk dan meletakkan ganjalan di bawah ban agar truknya tidak menggelinding turun.

Nah bisnis itu ibarat truk tadi. Anda pasti tidak ingin semua jerih payah yang Anda sudah lakukan dalam mendaki keberhasilan bisnis harus tergelincir dan menggelinding turun lagi bukan?

Nah itulah gunanya sistem. Sistem yang baik akan 'mengganjal' keberhasilan bisnis Anda. Memastikan bahwa bisnis Anda terus berjalan dengan baik sesuai standar yang Anda inginkan.

Karena fungsinya sebagai 'ganjalan ban' itulah kenapa Anda tidak bisa mengandalkan sistem sebagai kunci pertumbuhan bisnis Anda. Ganjalan ban tidak membuat truk bergerak naik.

Adapun yang membuat truk itu bergerak naik adalah kemahiran sang supir dalam memainkan pedal gas, rem dan kopling. Juga kemampuannya membaca peta, menavigasi truknya melewati jalan panjang yang berliku hingga sampai tujuan.

Dengan kata lain, jika keberhasilan bisnis Anda sekarang ada di skala 10 maka sistem yang Anda buat berfungsi untuk menjaga agar bisnis Anda tetap di skala 10,  tidak kemudian turun jadi 9. Sistem itu tidak membuat bisnis Anda naik dari 10 ke 100. Fungsi sistem itu menjaga bisnis Anda agar tetap berada pada orbitnya.

Lalu bagaimana dengan restoran siap saji McDonalds? Bukankah McDonalds berhasil tumbuh berkembang dan mendunia karena sistem yang ia miliki?

Nah ini studi kasus yang menarik.

McDonalds didirikan pada tahun 1940 oleh dua bersaudara, Richard dan Maurice di California. Restoran bergaya Drive-in yang memiliki 25 jenis item di menunya ini selalu dipenuhi oleh pengunjung.

Saat itu McDonalds sudah memiliki standar (baca: sistem) proses pembuatan makanan dan penyajian yang terbukti banyak diminati pelanggan. Namun demikian, walau sudah dianggap berhasil, kondisi keuangan McDonalds bisa dikatakan masih segitu-gitu saja.

Setelah beberapa tahun mereka menjalani bisnis, mereka menyadari bahwa mereka bisa mendapatkan keuntungan lebih jika mereka menyederhanakan jumlah item yang dijual menjadi hanya hamburger, kentang goreng dan millkshakes, serta membuat proses pembuatannya lebih cepat dan efisien.

Setelah bereksperimentasi beberapa kali, akhirnya mereka berhasil menemukan metode produksi yang membuat McDonalds mampu membuat burger lebih banyak, dengan waktu lebih cepat, biaya lebih murah, dan kualitas tinggi yang selalu terjaga.

Metode ini terbukti bisa membuat McDonalds mendapatkan keuntungan lebih besar. Metode yang sama kemudian dijadikan sistem standar di enam resto franchise yang McDonalds miliki.  Sejak itu posisi bisnis McDonalds naik ke orbit yang lebih tinggi.

Tapi sayangnya selama bertahun-tahun kemudian, mereka terus saja mentok di orbit itu. Persistensi mereka menjalankan sistem McDonalds saat itu membuat mereka tidak bisa naik ke orbit yang lebih tinggi lagi.

Hingga tahun 1954 datanglah seorang penjual mesin milkshake bernama Ray Kroc yang terkesima dengan bisnis McDonald dan berhasil meyakinkan sang pendiri untuk menjadikannya sebagai pemegang hak Master Franchise McDonalds.

Kegigihan dan 'kecerdikan' Ray Kroc ternyata berhasil menaikkan McDonalds ke orbit yang lebih tinggi. Hanya 4 tahun semenjak menandatangi perjanjian master franschise, Kroc berhasil menjual 100 juta hamburger.

Selain memperbaiki model kerjasama dengan para franchisee, Kroc juga mengubah beberapa kebijakan, seperti menggunakan susu bubuk, bukan susu asli, untuk membuat milkshake. Keputusan ini berdampak sangat signifikan pada efisiensi biaya dan proses di McDonalds.

Kroc menamakan model bisnisnya sebagai McDonald's System yang dikemudian hari diubahnya menjadi McDonalds Corporation.

Di akhir 2016, McDonalds sudah beroperasi di 120 negara, memiliki 36,899 restoran, mempekerjakan 375,000 karyawan dan melayani 68 juta pelanggan setiap harinya.

Apa yang membuat McDonalds bisa terus berhasil naik ke orbit yang lebih tinggi?

Ray Kroc adalah supir truk yang hebat. Dia pandai baca peta dan mampu menavigasi truknya melewati jalan panjang yang berliku. Dia mahir memainkan pedal gas, rem dan kopling saat mendaki. Dan tentu saja, dia tidak pernah lupa memasang ganjalan ban di setiap tanjakan.

Bagaimana dengan Anda?

Indrawan Nugroho
Business Innovation Consultant
CorporateInnovation.Asia

SILAKAN SHARE JIKA BERMANFAAT
Dapatkan ide inovatif setiap hari GRATIS. Join Klub Inovator Bisnis - Indrawan Nugroho (FB Group) sekarang.
 
Top