Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Sistem Paling Mudah dan Efektif untuk Mengatur Keuangan Keluarga versi ciputraentrepreneurship.com

Semua kegiatan perlu direncanakan dan kemudian dilaksanakan supaya hasilnya bisa lebih memuaskan. Begitu juga dengan keuangan keluarga. Perlu didahulukan hal-hal yang dianggap lebih penting. Di bawah ini adalah cara paling mudah dan efektif supaya keuangan menjadi lebih baik versi ciputraentrepreneurship.com

Pengelolaan keuangan keluarga bukanlah hal yang mudah, bahkan hal ini acap kali menjadi sumber pertengkaran antara suami dan istri. Maklum saja, uang adalah sesuatu yang sensitif, apalagi jika dikaitkan dengan kehidupan rumah tangga.

Persoalan rupiah ini biasanya berawal dari perbedaan kebiasaan mengelola dilanjutkan dengan saling merasa benar dan berakhir dengan pertengkaran. Supaya hal ini tidak terjadi, gunakan tips membangun pondasi keuagan dengaan sistem RUMAH. Berikut ini penjelasannya:

R = Rekening kebutuhan rumah tangga
Rekening bersama atau pisah? Ini kerap dibahas pasangan baru, terutama jika masing-masing punya penghasilan sendiri. Apapun pilihannya, yang penting adalah adanya keterbukaan dan perencanaan bersama. Hal ini berkaitan dengan pengeluaran yang semakin tinggi, seperti untuk biaya anak sekolah, dan lain-lain.

Berdasarkan survei, banyak pasangan yang merasa menggabungkan rekening atau joint account merupakan solusi yang lebih mudah. Jika pemasukan dijadikan satu, kita akan lebih mudah memantau pemasukan dan pengeluaran.

U = Utang
Sumber prahara rumah tangga selanjutnya adalah utang. Masing-masing individu tentu memiliki pendapat yang berbeda tentang besaran utang. Alangkah baiknya sebelum menikah diskusikan masalah ini dahulu, sebab utang pasangan akan jadi utang kita juga nantinya.

Pertimbangkan perjanjian pisah harta. Jangan beranggapan buruk tentang perjanjian ini yang berguna untuk melindungi aset kita dari utang pasangan. Tindakan berjaga-jaga diperlukan apalagi jika pasangan atau kita berutang pada rentenir yang menggunakan kekerasan untuk menagih.

M = Monitor
Menjalankan rumah tangga tak ubahnya dengan mengatur perusahaan. Kita perlu memonitor, membuat standar keberhasilan dan pencapaian agar terhindar dari kecurigaan. Jangan sampai kita menuduh pasangan boros gara-gara uang bulanan kerap habis.

Biasakan duduk bersama memutuskan alokasi uang. Utamakan untuk menyiapkan kebutuhan primer seperti sewa rumah, cicilan rumah, biaya makan, listrik, telepon, air, kesehatan, sekolah, dan transportasi. Lanjutkan dengan kebutuhan pribadi, pakaian, salon, rekreasi, pariwisata, dan pembelian barang mewah. Buatlah daftar his dan her lalu negosiasikan jumlahnya.

A = Anggaran dana darurat
Milikilah dana darurat sejumlah 3-6 bulan dan letakkan pada deposito atau tabungan yang memiliki likuiditas tinggi alias bisa diambil sewaktu-waktu. Jangan diambil untuk pengeluaran pribadi karena dana inilah yang kelak akan menyelamatkan kita dari beragam bencana seperti PHK, sakit, atau lainnya sehingga keuangan rumah tangga tidak guncang.

H = Harus investasi teratur
Jika kebutuhan primer sudah tercukupi, utang dilunasi, dan dana darurat terpenuhi, mari pikirkan investasi. Sisihkan dari awal menerima pendapatan dan pilihlah instrumen investasi yang tepat. Reksa dana bisa menjadi salah satu pilihan karena bisa dimulai dari jumlah sangat terjangkau Rp.100 ribu. Biasakan memiliki satu rencana investasi untuk setiap tujuan keuangan misalnya pensiun, pendidikan anak, dan sebagainya. (as/dari berbagai sumber)
 
Top