Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Tindakan Nyata OJK untuk Mengatasi Investasi Bodong yang ada di Indonesia

Di Indonesia semakin banyak berkembang tentang beberapa hal yang menyerupai investasi atau bisnis yang tanpa bekerja dapat uang banyak. Padahal , jika itu terjadi dan semua orang Indonesia mengikuti hal itu akan terjadi krisis yang berkepanjangan karena tidak ada orang yang jual makanan, minuman, bakso, sepatu, baju, property dan lain sebagainya karena uang yang didiamkan saja bisa meningkat otomatis dengan cepat. Padahal itu sangat merugikan orang yang mengikutinya.

Salah satu investasi bodong yang meresahkan adalah (Mavrodi Mondial Moneybox). Investasi ini menawarkan keuntungan 30 persen tiap bulan dengan sistem Manusia Membantu Manusia. Meski belum ada laporan kerugian dari konsumen, OJK telah mencoba memblokir situs ini, namun sekarang muncul lagi.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Agus Sugiarto mengatakan, salah satu cara memberantas investasi bodong adalah dengan memberi edukasi dan memperkenalkan layanan perbankan ke masyarakat daerah. Menurut Agus, sebanyak 59 persen masyarakat Indonesia belum melek masalah keuangan. Mereka berpotensi ditipu oleh investasi bodong.

"Literasi dan edukasi keuangan dalam rangka menciptakan inklusi keuangan bisa mencegah investasi bodong seperti MMM itu. Kita beri edukasi ke masyarakat, kita jelaskan apa itu tabungan, deposito dan mereka tahu manfaat produk," ucap Agus di Cirebon, Minggu (13/2).

Kepala OJK Cirebon, Muhammad Lutfi berpendapat sama. Salah satu cara memberantas investasi ilegal adalah dengan memberi pemahaman pada masyarakat. Memberantas langsung investasi bodong juga sulit karena mereka tidak meminja izin pada OJK.

"Investasi ilegal bingung mengatasinya, mereka tidak izin ke kami. Kadang ada resistensi dari warga," katanya.

Memberi pemahaman dan memperdalam akses keuangan pada masyarakat desa, OJK secara resmi telah meluncurkan program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusi) pada 26 Maret 2015. Pelaksaan program ini diawali empat bank yaitu BRI, Bank Mandiri, BTPN dan BCA.

Laku Pandai menyediakan produk-produk keuangan yang sederhana, mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan saat ini. Laku Pandai memenuhi kebutuhan masyarakat untuk menyimpan dan memanfaatkan uang yang dimilikinya dengan lebih murah, aman dan cepat. Nasabah yang menabung secara berkala dan dinilai baik oleh bank bisa mengajukan kredit atau pembiayaan mikro.

Dalam operasinya, Laku Pandai saat ini didukung oleh 24.865 agen yang telah behasil menjaring 1.094.362 nasabah serta mengumpukan dana pihak ketiga (DPK) 41,3 miliar. Agen ini adalah masyarakat yang dididik oleh OJK untuk menjaring nasabah dari desa atau daerahnya. Agen juga dibekali pemahaman soal keuangan agar mudah memberi pemahaman kepada masyarakat yang ingin menyimpan uang di bank dengan sistem mudah atau basic saving account (BSA) Dengan BSA, nasabah hanya perlu menyediakan KTP dan hape sehingga bisa terdaftar jadi nasabah. Jumlah tabungan juga terbilang kecil, di mana nasabah bisa menabung Rp 2.000.


Sumber : Merdeka.com
 
Top