Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Titi Kamal Berani Mengambil Resiko Bisnis Salon dengan Nekat karena Tidak Paham dengan Usaha Salon

Banyak orang berfikir bahwa untuk bisa membuka bisnis harus belajar dulu sampai bisa. Hanya belajar melalui guru, atau buku atau video atau yang lainnya sehingga tidak melakukan tindakan apapun untuk bisa mewujudkan bisnisnya tersebut. Mungkin banyak orang yang hanya bertanya-tanya saja, sibuk tanya dan tanya saja namun takut merealisasikan usahanya.

Titi Kamal memang tergolong seorang pemberani karena dia berani mengawali usahanya secara nekat dan tidak paham tentang usaha yang akan dibukanya yaitu salon. Namun, dengan berani memulai membuat Titi menjadi semakin mahir dalam menjalankan usaha salonnya tersebut.

Titi Kamal berani ambil risiko alias nekat. Meskipun tak punya latar belakang bisnis, ia membuka usaha yang sama sekali baru dan belum dikuasainya.

Baru-baru ini ia membuka bisnis salon kecantikan di kawasan Pondok Gede, Bekasi. Ia menamakan salonnya Kinclong supaya gampang untuk diingat.

"Saya suka nekat gitu. Ini terjadi juga saat saya membuka usaha katering. Meski enggak paham dengan bisnisnya, tapi bermodalkan nekat," ucapnya, Rabu, (18/6/2014), di Pondok Gede.

Ternyata bermodal nekat tak melulu berakhir dengan buruk. Buktinya usaha kateringnya tetap berjalan. Dengan promosi dari mulut ke mulut ia berhasil mempertahankan usahanya. Bahkan sudah punya pelanggan tetap yang terus lakukan pemesanan secara konsisten.

Ia kemudian mengulangi kenekatannya itu ketika membuka usaha salon. "Memang saya enggak paham dengan usaha salon. Tapi, sambil belajar kan bisa juga. Nanti kan ada masukan-masukan dari klien," ucapnya.

Dalam prakti bisnisnya, ia yakin nantinya klien yang melakukan perawatan di salon memberikan masukan yang baik. Misalnya, tentang pijatan atau perawatan lain-lain, supaya hasilnya dapat memuaskan klien.

Sumber : Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata
 
Top