Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Untuk Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan RI Ustad Yusuf Mansur mendukung Presiden untuk hadir perayaan Natal nasional

Rasanya, memang sedikit bingung dan juga sedikit heran. Mengapa yang awalnya Ustad Yusuf Mansur melarang Presiden Jokowi untuk mengikuti perayaan natal nasional, namun Ustad Yusuf Mansur kini telah berbalik mendukung Presiden Joko Widodo untuk mengikuti perayaan natal nasional. Memang perlu dikaji lebih dalam tentang semua itu. Karena, memang sebagian orang setuju atau memperbolehkan dan sebagian orang namun juga tidak sependapat dengan hal itu. Namun, Ustad Yusuf Mansur telah mendukung sikap yang diambil Presiden Joko Widodo.

Ustad Yusuf Mansur menyarankan agar sebaiknya Presiden Joko Widodo tidak menghadiri Natal bersama. Menurutnya, yang perlu dilakukan Jokowi adalah memastikan bahwa perayaan hari raya umat Nasrani itu berjalan aman.

"Saya cinta beliau. Saya sayang beliau. Beliau harus ada bagi semua agama. Tapi tidak untuk Natal bersama. Sebab beliau muslim. Tetap ada batas-batas tertentu," tulis Yusuf Mansur lewat akun Twitter pribadinya, Rabu, (10/12).

Lebih lanjut Yusuf Mansur meminta agar umat non Nasrani agar ikut serta mengamankan jalannya perayaan Natal. Salah satu caranya adalah dengan menjaga rumah ibadah dan rumah penganut Nasrani.

"Kalo ada kawan-kawan, kebaktian, jagain hartanya, jagain rumahnya, jagain sekitar rumah ibadahnya, bantuin yang gini-gini, masih aman."

Tapi tidak lama setelah menulis tweet-nya, Yusuf Mansur menarik perkataannya. Menurutnya Jokowi perlu hadir dalam perayaan Natal nasional.

Perayaan Natal Nasional direncanakan diselenggarakan di Papua. Menteri Pemberdayaan Perempuan Yohana Yembise yang ditunjuk sebagai Ketua Umum Perayaan Natal Nasional mengatakan Jokowi akan hadir dalam perayaan tersebut.

"Rencananya tanggal 27 Natal bersama dengan presiden. Rencananya di Jayapura, Pak Presiden kali ini mau Natal bersama dengan masyarakat di tanah Papua," ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (3/12).

Sumber : MERDEKA.COM dan yahoo.com
 
Top