KLIK DI SINI untuk mengetahui PANDUAN, BIMBINGAN GRATIS sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu Dubes Membahas Kelanjutan Pertemuan Jokowi ketika di APEC

Jusuf Kalla begitu tanggap atas sikap Jokowi setelah dari APEC kepada pihak Jepang. Hal ini terbukti dengan sikap yang dilakukan oleh wakil presiden Jusuf Kalla. Di KTT APEC Beijing, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah melakukan pertemuan tingkat tinggi terkait kerja sama kedua negara. Pasca kepulangan Jokowi di KTT, kini kerjasama keduanya mulai dijajaki.

"‎Di bidang maritim kemarin di Beijing dalam acara APEC, dari Jepang melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Indonesia dan saat itu mebahas mengenai masalah maritim dan kami bersepakat melakukan pertemuan maritim tingkat kerja," kata Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasuaki Tanizaki usai bertemu Wapres Jusuf Kalla.

Pertemuan ini berlangsung selama 45 menit di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (20/11/2014). Meninjaklanjuti pertemuan di Jepang, pihak pemerintah Jepang sudah menghubungi beberapa perusahaan Jepang di Indonesia untuk investasi negara matahari terbit itu di bidang maritim.

"‎Secara resmi belum ada pendelegasian perusahaan yang akan mengerjakan kerjasama. Tapi sudah saya kontak perusahan Jepang di Indonesia untuk membahas bagaimana kami bisa memberikan investasi dengan Indonesia di bidang infrastruktur maritim," sambungnya.

Kerjasama bidang ekonomi kedua negara mencakup beberapa hal mulai dari pembangunan jalan tol, pelabuhan, pembangkit listrik dan irigasi. Selama ini Jepang menjadi salah satu negara dengan nilai investasi tertinggi di Indonesia.

"‎Kami membahas kerjasama ekonomi kedua negara yang diprioritaskan pemerintahan Indonesia yang baru dan bagaimana Jepang membantu khususnya pembenahan infrastuktur (salah satunya tol laut) di Indonesia," ucapnya.

Yasuaki belum bisa menyebut secara pasti kapan pertemuan Wapres JK dan pihak Jepang kembali dilakukan untuk kerjasama ini. Namun, pihaknya mengupayakan paling lambat Januari 2015.

"‎Saya berpikir secepat mungkin. Bisa juga tahun ini tapi paling lambat tahun depan," pungkasnya.

Sumber : detik.com
 
Top