Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan bahwa dengan Meningkatnya Investasi bisa Meningkatkan perekonomian bangsa

Investasi sangat penting untuk pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Pernyataan tersebut dikatakan oleh Wakil Presiden Repubil Indonesia Bapak Jusuf Kalla. Dengan pernyataan orang yang sangat luar biasa, dibahas juga bahwa pada sektor perkebunan menjadi salah satu sektor investasi yang sangat tinggi pertumbuhannya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan bahwa pembenahan terhadap proyek infrastruktur di berbagai daerah di Tanah Air bakal menarik lebih banyak investasi guna meningkatkan pertumbuhan perekonomian bangsa.

"Dengan perbaikan infrastruktur, otomatis investasi akan lebih banyak," kata JK, setelah mengikuti pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), di Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Menurut JK, banyak pihak yang telah menghadap dirinya, presiden, maupun menteri koordinator perekonomian guna mengemukakan besarnya investasi yang ingin mereka lakukan di dalam negeri. Dengan semakin banyak investasi, JK juga optimisitis target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen pada tahun ini dan 6,4 persen pada tahun depan bakal dapat tercapai.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bakal mempercepat dimulainya proses lelang pekerjaan dengan akan dimulai sejak bulan Agustus setiap tahunnya.

"Pelaksanaannya akan dimulai untuk tahun anggaran 2016 yang akan dibuka sejak Agustus 2015," kata Plt Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kemenpupera Hediyanto W Husaini.

Menurut Hediyanto, proses lelang yang semula biasanya dimulai pada Oktober akan dimajukan ke Agustus dengan tujuan antara lain waktu pengerjaan akan lebih panjang.

Ia berpendapat, percepatan proses lelang pekerjaan di sektor infrastruktur tersebut sangat mungkin dilakukan untuk sekitar 70 persen pekerjaan. "Sebagian pekerjaan kita kan sudah jelas, memang tidak 100 persen tapi sekitar 70 persen itu kita sudah tahu karena termasuk pekerjaan reguler yang setiap tahun dilaksanakan," tandasnya.

Sumber : Metrotvnews.com, Jakarta
 
Top