KLIK DI SINI untuk mengetahui ONLINE BUSINESS COURSE sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Ippho Santosa - ipphoright:
“Mas Ippho, kok rajin banget nulis di Telegram dan social media?”

Mendengar pertanyaan itu, saya pun teringat pesan guru saya, "Apapun profesi dan posisimu, sangat disarankan untuk menulis."

Setiap kita tentulah dikaruniai ilmu dan pengalaman yang bermanfaat. Sekecil apapun. Tidak inginkah Anda melipatgandakan manfaat itu dengan menuliskannya dan menyebarkannya?

Anda cukup mengemasnya menjadi satu tulisan yang apik dan menarik, sehingga orang lain memutuskan untuk membacanya, menyebarkannya, dan memetik manfaatnya. Istilahnya, memasifkan kebaikan.

Ingatlah, ucapan akan menguap. Tapi, tulisan akan mengendap. Hampir-hampir abadi. Ada sebuah petuah yang  berbunyi, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.” Petuah itu benar adanya. Seratus persen. Ulama-ulama terdahulu sudah membuktikannya. Tokoh-tokoh dunia pun sudah melakukannya.

Gemar menulis bahkan bisa meredam emosi negatif, membuat kita lebih tenang, serta menyadari hal-hal penyebab kemarahan. Ini menurut Truth Heal Journal.

Yah, Anda bisa saja mulai menulis di blog, socmed, buletin kantor, mading di sekolah, kolom di koran, atau di mana saja. Gimana dengan buku? Nah, itu lebih baik. Hadirnya sebuah buku menunjukkan profesionalisme, portfolio, personal branding, dan kebanggaan bagi keluarga. Amal jariyah? Insya Allah itu pasti, bergantung niatnya.

Mau mengenal dunia? Bacalah buku. Mau dikenal dunia? Tulislah buku. Kalimat barusan amat sulit untuk disanggah dan dibantah. Alhamdulillah, saya pribadi bisa keliling dunia dan bertemu dengan puluhan tokoh dunia, yang menjadi wasilah alias perantara adalah buku.

Dan upah yang paling berharga bagi seorang penulis seperti saya adalah testimoni tulus dari pembaca yang menyatakan bahwa dia sudah berubah jauh lebih baik setelah membaca buku saya. Wah, mendengar ini, ada perasaan sejuk yang menyusup ke lubuk hati saya. Apalagi si pembaca yang telah berubah ini kemudian mengajak orang-orang untuk mengikuti langkah-langkahnya.

Nah, sekiranya Anda mengalami perubahan positif setelah bergabung di channel ipphoright ini, silakan japri ke admin. Testimoni tulus dari teman-teman insya Allah menjadi penyejuk dan penyemangat bagi kami untuk tetap menulis. Terakhir, mohon doanya untuk saya dan keluarga saya, juga kita semua. Semoga berkah berlimpah!
 
Top