Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

KITA WAJIB "MOVE ON"
MEMBANGKITKAN KEMBALI SAUDAGAR NUSANTARA

Oleh : Sofyan Sunaryo al Jawi.

72 tahun Indonesia merdeka, sebagian besar rakyat tahu, bahwa bangsa kita adalah suatu bangsa besar yang  seakan-akan tidak akan pernah bisa “move on” dari keterpurukan  sejak era Reformasi 1998. Negeri yang telah dianugrahi oleh Allah SWT berupa Sumber Daya Alam (SDA) berlimpah ruah & Sumber Daya Manusia (SDM) yang rajin serta cerdas, ternyata belum mampu menunjukan kemandiriannya sebagai Bangsa Adi Daya Nusantara.
Negara kita dianggap rendah oleh bangsa-bangsa di dunia, lantaran merupakan negara miskin pengekspor babu jonggos – buruh migran terbesar. Menurut data BNP2TKI yang diliris oleh Detik Finance 14 Maret 2013, setidaknya ada 6,5 juta orang TKI di luar negeri yang tersebar di 142 negara. Sadarlah ! Ini suatu pengkhianatan kita terhadap Allah SWT yang telah menganugrahi kekayaan dan kepandaian yang luar biasa itu !

Dalam perkonomian, juga dalam muamalah, bangsa kita yang berjumlah lebih dari 230 juta orang itu membutuhkan sedikitnya 20% (46 juta orang) saudagar besar dan kecil. Faktanya? Kita baru memiliki pengusaha sebanyak 1,5% dari jumlah penduduk. Menurut data terkini, meski kita memiliki 3,1% (7 juta orang) pengusaha, akan tetapi “daya juangnya” masih jauh di bawah pengusaha Malaysia, apalagi pengusaha Singapura. Celakanya, dari sekian kecilnya jumlah orang Indonesia yang sudi menjadi pengusaha, mereka adalah orang-orang peranakan bangsa asing yang tinggal di negara kita. Padahal mulanya, datuk-datuk mereka pindah ke Nusantara untuk mencari penghidupan / mata pencaharian semata.
Kenapa itu terjadi pada bangsa kita? Karena kita telah sombong dan meninggalkan jatidiri kita. Lihatlah nenek moyang kita, mereka merupakan Bangsa Pelaut & Saudagar, mereka pelopor & pemenang perdagangan internasional selama ribuan tahun !

Sebagai arkeolog & juga numismatis Indonesia, selama 22 tahun, sejak 1994-2016, saya telah mengabdikan hidup saya bagi penelitian Jatidiri Bangsa Nusantara kita, terutama tentang MUSLIM MAJAPAHIT dalam kaitannya dengan GAJAH MADA MEMBANGUN ADIDAYA NUSANTARA. Di situ saya menemukan fakta, bahwa nenek moyang kita – pelaut samudera sekaligus merupakan saudagar ulung di dunia selama ribuan tahun.
Dengan keahlian itu, nenek moyang kita yang sebelumnya hidup dalam kedatuan-kedatuan, selain kaya raya akan emas permata – Ingatlah saat itu mereka tidak menambang emas, perak apalagi batu permata mutumanikam – selain memiliki kapal-kapal besar dengan jumlah awaknya yang beribu-ribu orang, mereka mampu menaklukkan negara-negara lain di banyak tempat di dunia. Seperti kerajaan-kerajaan di India.
Dengan penaklukan itu, nenek moyang kita mengimpor agama-agama Hindu Buddha untuk melegitimasikan bentuk kerajaan-kerajaan di Nusantara, yang mengakhiri bentuk sosial kebuyutan dan kedatuan. 
Catatan-catatan ilmu arkeologi & filologi menyebutkan, bahwa Bangsa Nusantara (Saudagar Nusantara) telah mempelopori perniagaan internasional sejak era Mesopotamia 3000-2800 tahun SM, dan sekaligus pada era Mesir Kuno 3000 tahun SM. Seorang arkeolog Giorgio Buccellati terkagum-kagum dengan temuan wadah berisi cengkih, ketika ia menggali rumah seorang saudagar kuno yang berasal dari tahun 1700 SM di Terqah, Efrat Tengah. Seperti yang dikemukakan oleh Kathleen Galvin, ahli paleobotani (botani purbakala).
Barang dagangan kita amat diminati orang selama ribuan tahun. Nenek moyang kita unggul sebagai saudagar internasional lantaran mereka memperdagangkan rempah-rempah untuk obat, bumbu masakan, dan benda kebutuhan ritual keagamaan.
Kini kita dapat menyaksikan Mummy Fir’aun karena adanya rempah-rempah berupa kapur yang berasal dari Barus, Sumatera. Kita masih dapat menyaksikan Gaharu (menyan putih) yang dibakar sebagai wewangian di Ka’bah, Mekkah, Arab Saudi sejak era Nabi Ibrahim AS. Bahkan Rasulullah SAW menyunnahkan Umat Islam agar wangi ketika beribadah kepada Allah SWT. Maka pantaslah Allah SWT menuliskan kemuliaan rempah-rempah kita di dalam Zabur, Taurat, Injil, dan Al Qur’an. Berniaga bagi bangsa kita, saat itu, merupakan bentuk kemuliaan dalam kehidupan. Karena dengan berniaga, bangsa kita berarti mendistribusikan kekayaan ke segenap penjuru dunia.
Kerajaan Sriwijaya (650 – 1377 M) dan Kerajaan Majapahit (1293-1527 M) telah mampu meneruskan jatidiri leluhur Nusantara sebagai Bangsa Pelaut & Bangsa Saudagar unggul di dunia. Kini kita: Apakah kita pantas menyebut diri sebagai SAUDAGAR NUSANTARA?

=============

Log On : KOPDAR SAUDAGAR NUSANTARA
<<< bit.ly/rsnkediri >>>
<<< bit.ly/rsnkediri >>>
<<< bit.ly/rsnkediri >>>

WA : 085719221993
 
Top