KLIK DI SINI untuk mengetahui ONLINE BUSINESS COURSE sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

KSN bukan perjalanan komersial, KSN adalah perjalanan Hati, Perjalanan Mimpi, dan Perjalanan Tekad

====================

Saya berangkat dari Blitar ke KSN bukan karena semata saya Koordinator Serikat Saudagar Nusantara Wilayah Kediri. Akan tetapi ada hal yang lebih dari itu.





Saat kang Rendy Saputra bilang kalau bang Ricky akan hadir, saya adalah orang yang sangat menantikan hal itu.

Tepat tanggal 27 Oktober 2017 saya dan 3 kawan kafilah jatim adalah yg termasuk paling awal datang ke SICC. Masih sepi.

Kedatangan saya rupanya diketahui oleh panitia, saya di tlp oleh tim dokumentasi KSN. Okey, akhirnya kita ketemu di Foodcourt yang masih blm ada orang jualan.

Tim dokumentasi minta saya melakukan sesi wawancara. Saya ditanya, apa motivasi mau datang jauh2 ke KSN???

Saya jawab dengan lantang " Saya ingin ketemu bang Ricky Elson, saya orang elektro, saya ingin mengambil energi besar beliau untuk kemudian bisa saya bawa pulang" .

Qadarullah, berselang 1 Jam kemudian tim SELO datang dengan membawa SELO. Adalah benar apa yg dirasakan bang ricky. Saya adalah yg pertama menyambut beliau dan bersalaman. Kanan kiri ramai. Blm ada yg mengenali beliau. Baru setelah SELO turun, bang ricky di kerumuni orang.

Tp, percayalah bang, bukan mereka gak ada yg kenal. Hanya perlu waktu untuk mengenalimu. Bang Ricky teknokrat yang mungkin lbh terkenal di kalangan teknokrat. Tp, kami para saudagar lbh banyak belajar dari mu.

=====================

Sesi bang Ricky pun akhirnya datang, saya langsung berlari ke depan panggung dan mengambil tempat lesehan di lantai. Biar Energi itu lebih terasa. Energi ketulusan.

Selaras dengan sesi sebelumnya mas Jaya Setiabudi menyampaikan KETULUSAN zaman Now yang semakin langka. Seakan Allah SWT menunjukkan bahwa ketulusan langka itu ada pada diri abang. Ke-ikhlasan tanpa ada kata ikhlas disitu. Membangun penari2 langit untuk menerangi negeri. Tak lelah mencintai Negeri ini apa adanya.

Saya tidak kuat menahan air mata, menetes deras. Saya bersembunyi di kegelapan lantai depan panggung. Dada ini rasanya sesak. Entah kenapa. Melihat perjuanganmu. Rasa hormat saya semakin tinggi padamu. Wahai guru kehidupan.

Setelah sesi bicaramu selesai, ketahuilah bang, engkaulah satu2nya pendongeng yang sudah di tunggu di depan panggung oleh para peserta dengan Mata Nanar, Mata yg masih sembab, Mata yang penuh harapan. Ingin rasanya semua peserta memelukmu dengan penuh optimisme.

Kami saudagar nusantara akan terus mendukung dan sekuat tenaga mewujudkan SELO generasi Kedua. Kita jamaah. Kita Berdaulat.

BERDAYA DI NEGERI SENDIRI.

Ttd,
Elga Aris Prastyo .
 
Top