Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Membaca buku tidaklah sama dengan membaca socmed. Di buku ada penyampaian ilmu yang lebih matang dan lebih mendalam.

Sebuah riset pada 2013 di Emory University membandingkan hasil pemindaian otak antara orang yang gemar membaca dan yang tidak lewat pemindaian MRI. Sebelumnya, setiap peserta diminta untuk membaca buku literatur klasik.

Peneliti menemukan ternyata aktivitas otak mereka yang hobi membaca meningkat di area pemahaman bahasa dan visualisasi gerakan. Kedua area otak itu berperan penting dalam membangun emosi dan empati seseorang.

Di samping bisa meningkatkan rasa empati terhadap orang lain, membaca buku juga berpengaruh pada kesehatan fisik. Membaca buku memberikan ketenangan dan menurunkan tekanan darah.

Terlepas dari itu, bacaan menyajikan sebuah dunia imajinasi dan alternatif sebagai pelarian sementara dari masalah dunia nyata. Oleh karena itu, membaca buku bisa jadi terapi pencegah stress dan depresi.

Mari rutinkan membaca. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
 
Top