Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

DARI DEWA EKA PRAYOGA KARENA GARA-GARA MARK ZUCKERBERG



Baru-baru ini, Saya membaca berita di salah satu portal online tentang anjloknya harga saham Facebook hingga 4,47%. Kondisi tersebut terjadi setelah CEO Facebook, Mark Zuckerberg, mengumumkan perubahan pada fitur newsfeed atau beranda di laman sosial media.

"Kami mengubah cara membangun Facebook, dengan membantu Anda menemukan konten yang memiliki interaksi sosial yang lebih bermakna...", tulisnya di California, Amerika Serikat, Jumat, 12 Januari 2018.

Ya, dengan begini, Facebook akan semakin memprioritaskan postingan yang bermuatan interaksi sosial, ketimbang postingan bisnis, jualan, iklan, dan berita. Beeeuh!

Apa pelajarannya buat kita?

Jelas, seperti yang udah Saya sampaikan di buku gara-gara Facebook, kita harus berusaha membangun interaksi sebaik mungkin dengan teman-teman kita, khususnya jika kita hanya mengandalkan trafik organik, alias cara gratisan.

Kalau orang posting, kita like.
Kalau mereka nanya, kita komen.
Kalau statusnya bagus, kita share.

As simple as that.

Bahkan, lebih gila lagi, targetkan untuk berinteraksi (chit-chat) via chatting mesengger FB minimal 3-5 orang per hari. Walaupun hanya sekadar menyapa, "Apa kabar?" atau merespon dan memberikan positif postigan-postingannya.

Ya, Facebook adalah sosial media, bukan selling media. Siapapun yang ingin jualannya laris di Facebook, maka jangan jualan. Nah, lho! Piye iki rek...

Eh bener... Jangan jualan. Tapi bersosialisasi dan berinteraksilah dengan mereka, as your friends.

Dan ingat, jangan berusaha untuk mencari "teman tertarget". Kenapa? Anda pikir mereka target face (sasaran panahan), mesti tertarget segala... Lagian, kesannya Anda berteman dengan mereka gak tulus, tapi modus, "halah, paling mau jualan...". #garuk2tembok

"Terus jualannya gimana kang?"

Kalau mau serius dapat duit dari Facebook, ya Anda mesti siap spend budget untuk Facebook. Barter. Elu ngeluarin duit, Facebook ngasih lo data. Jadilah FB Ads. Kuasai itu...

Tapi kalu gak mampu bayar iklan, ya pake cara gratisan. Konsekwensinya, Anda mesti bayar harganya.

Apa harga yang harus dibayar?

Ketekunan, keuletan, dan konsistensi Anda membuat konten yang ngangenin serta menjaga engagement sebagus mungkin bersama teman-teman Anda di Facebook.

"Content is King, Engagement is King Kong" hahaha 🤣

Sampai sejauh ini, Anda makin paham betapa pentingnya kemampuan untuk membuat konten yang ngangenin dan menjaga engagement yang bagus.

Dan karena hal tersebut, Anda mulai sadar betapa pentingnya membaca dan mempelajari ilmu jualan di FB gratisan yang ada di buku gara-gara facebook.

Untungnya, Saya tidak akan memaksa Anda untuk membelinya. Toh kalau merasa butuh, entar juga bakal nyari tahu sendiri lewat reseller Billionaire Store. Hehehe

Lantas, apa cara terbaik untuk jualan di Facebook organik?

Jelas, jawabannya adalah STORY TELLING.

Ya, bercerita.

Menurut Robert McKee, Ph.D, bercerita adalah cara paling powerful untuk menyentuh hati customer. ✍️

Dalam hal ini, tentu calon customer Anda adalah teman-teman Facebook Anda. Betul? Karenanya, dengarkanlah petuah dari Ari Lasso di salah satu lagunya:

Sentuhlah Dia Tepat Di Hatinya
Dia Kan Jadi Milikmu Selamanya
Sentuh Dengan Setulus Cinta
Buat Hatinya Terbang Melayang

Nah! 😅

Ya, mantranya, "Sentuh hatinya, keluar duitnya".

Caranya?

Ya itu tadi, make the story...

Tentu, cerita yang dibuat bukan sekadar cerita ngaler ngidul gak jelas, tapi kudu bener-bener "pas". Karena cerita yang pas dapat membuat kita mengeluarkan 3 hormon, diantaranya:

Pertama, Kortisol: membuat khusyu' baca dan deg-degan, seperti Anda rasakan sekarang, khusyu' banget bacanya. hehe

Kedua, Oksitosin: membuat orang empati dan makin baik hati.

Ketiga, Dopamin: menbuat orang bahagia dan optimis.

Dan gak cuma itu....

Berdasarkan hasil penelitian salah seorang profesor marketing di Standord University, Jennifer Aaker, ternyata cerita 22x lebih diingat dibandingkan data & angka. Wow! Amazing... 22x meeeeen!

Maka jangan heran, walaupun awalnya Anda tidak suka membaca tulisan panjang-panjang, tapi setiapkali membaca tulisan saya, yang tulisannya panjang-panjang, always, kok rasa-rasanya nyaman banget ya? Padahal Anda tahu, "kang Dewa ini pasti mau jualan...". Iya, kan? Hehe

Ya, terjawab sudah.

Secara tidak sadar, Saya selalu menggunakan cerita saat menggiring mata Anda kata demi kata untuk menyelesaikan tulisan Saya. Buktinya, sampai detik inipun, Anda masih nyaman membaca tulisan Saya, kan? 😅

Pertanyaan selanjutnya, "terus gimana dong kang cara buat cerita yang ngalir tapi bisa menjual?"

Seperti sinetron Tersanjung, bersambung... hahaha.. nunggu 1000 share dulu.

By the way, saya udah share ebook cara membuat konten viral di Facebook di channel telegram https://t.me/dewaekaprayoga. Udah dapat? Cung yang udah dapet....
 
Top