Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Kesalahan yang Sering Dilakukan oleh Seorang Pebisnis Pemula dari Deni Iskandar



Tahukan anda kesalahan pertama yang paling sering dilakukan oleh seorang pebisnis pemula/startup? Yaitu membuat sebuah produk yang hanya sedikit atau tak seorangpun menginginkan atau membutuhkannya. Dan banyak pula yang memulai bisnis hanya dengan ikut-ikutan. Orang buka bisnis baju terus kelihatan laris, dia ikut bisnis baju. Orang buka bisnis sepatu terus kelihatan laris, dia juga ikut bisnis sepatu.

Saya jadi teringat cerita tentang teman saya. Beberapa tahun yang lalu, teman saya pernah menjalankan sebuah bisnis yang pada akhirnya dia tutup hanya dalam beberapa bulan saja.

Awalnya dia melihat bisnis yang serupa di tempat lain dan dia mencoba di tempat yang berbeda. Ternyata bisnis yang bagus jika dijalankan di tempat yang berbeda, hasilnya bisa berbeda. Nah, itulah pentingnya sebuah PMF (Product/Market Fit).

Apa sih Determine Product/Market fit (PMF) itu?

Jika diartikan kedalam bahasa Indonesia, Determine Product/Market fit adalah menentukan produk/pasar yang tepat.

Jika diartikan secara menyeluruh, Determine Product/Market fit adalah bagaimana anda menentukan sebuah produk yang tepat untuk orang yang tepat. Dengan kata lain, ini tentang bagaimana membuat solusi yang orang tidak hanya ingin tapi sangat membutuhkan nya. Jika anda menawarkan produk yang tepat ke orang yang tepat maka penjualan pun akan terjadi. dan juga menghasilkan profit.

Contoh (PMF) yang tidak tepat:

Produk: Hijab Syar'i
Target: Muslimah

Apa yang salah dari contoh di atas: tentu target yang luas. Kita harus memahami bahwa tidak semua muslimah menyukai hijab Syar'i. maka targetkan market anda secara spesifik.

Market yang kecil akan sangat profitable jika disana ada sebuah permintaan yang tinggi terhadap apa yang anda tawarkan.

Dengan kata lain, (PMF) berarti anda menawarkan sesuatu yang disukai oleh sekelompok orang dan ada cukup banyak orang dalam kelompok tersebut untuk memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi bisnis Anda.

"Sometimes the idea can be completely right, but the target market completely wrong"

Kenapa Product/Market fit (PMF) itu penting?

Ditengah persaingan yang semakin ketat dalam dunia bisnis memiliki target market yang sesuai merupakan hal terpenting. Bisnis berskala kecil mampu secara efektif untuk berkompetisi dengan perusahaan besar dengan membidik target market yang tepat sasaran.

Kebanyakan pebisnis mengatakan bahwa target mereka adalah orang-orang yang tertarik pada produk atau service yang mereka tawarkan. Beberapa juga mengatakan bahwa target market mereka adalah pengusaha kecil, ibu rumah tangga atau pemilik rumah. Tentunya target market ini terlalu umum dan sulit untuk mewujudkan strategi marketing yang lebih kongkrit.

Dengan mengarah pada market yang lebih spesifik maka bukan berarti anda memisahkan diri dari orang-orang yang bukan merupakan target market anda. dengan adanya target market yang jelas maka ini akan membantu anda untuk fokus pada strategi marketing yang lebih tepat sasaran.

Akan tetapi, menentukan PMF tidak semudah seperti kedengarannya, ini membutuhkan pemahaman lebih dalam tentang market yang anda targetkan. Product/Market fit bukan hanya tentang memberikan value, ini tentang memberikan solusi yang tepat ke orang yang tepat pula sehingga anda dapat dengan mudah menjelaskan secara rinci kenapa produk anda sangat berharga untuk mereka.

Ada beberapa metode yang akan membantu anda menyusun PMF untuk produk yang akan anda tawarkan.

Metode ini saya sebut "Befor/after Grid". Sebelum anda membuat atau memasarkan produk, coba tanya pada diri anda 8 pertanyaan di bawah ini:

1. Apa yang propek PUNYA di keadaan "Before (Sebelum)"
2. Apa yang propek RASAKAN di keadaan "Before (Sebelum)"
3. Seperti apa RATA-RATA HARI yang prospek anda jalani di keadaan "Before (Sebelum)"
4. Apa STATUS prospek anda di keadaan "Before (Sebelum)"
5. Apa yang propek PUNYA di keadaan "After (Sesudah)"
6. Apa yang propek RASAKAN di keadaan "After (Sesudah)"
7. Seperti apa RATA-RATA HARI yang prospek anda jalani di keadaan "After (Sesudah)"
8. Apa STATUS prospek anda di keadaan "After (Sesudah)"

CONTOH PRODUK: Popok Bayi

Keadaan "Before (Sebelum)"

1. Panas/Keras
2. Takut/Frustasi
3. Membuat pantat si bayi merah iritasi
4. Tidak Senang

Maka jika anda memberikan solusi yang tepat maka kustomer akan bertransformasi...

Keadaan "After (Sesudah)"

5. Dingin/Lembut
6. Percaya diri/
7. Si bayi bisa bebas bergerak
8. Senang

Rata-rata marketer hanya menduga apa yang kustomer akan dapatkan jika mereka membeli produk kita. Marketer yang hebat berbicara tentang bagaimana perasaaan kustomer nantinya, bagaimana setelah memakainya, bagaimana status mereka dari tidak senang menjadi senang.

Sekarang anda memiliki strategi yang efektif untuk menentukan Product/Market Fit dalam marketing anda. Mari kita bahas lebih dalam tentang proses dalam menemukan Product/Market Fit.

Terus bagaimana saya memahami audiens saya? Anda perlu mengembangkan target audiens se-detail mungkin jika ingin sales funnel Anda bekerja dengan efektif. Jadi pikirkan tentang "pelanggan ideal" Anda dan buat customer avatar (buyer persona), visualisasikan mereka secara detail, dan lihat-lah apa yang dia lakukan, pikirkan, dan inginkan.

Nah sharing saya kedepan nya tentang cara membuat Customer Avatar, supaya kita bisa memetakan siapa pelanggan ideal kita.

Stay Tune ya :D

-----

Semoga bermanfaat ya. Jika ada pertanyaan bisa langsung tulis di koman.

Jangan lupa di share jika sekiranya bermanfaat :D

Salam
Deni Iskandar

P.S. Join Channel telegram saya di https://t.me/denimarketer
 
Top