Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Pembahasan Menarik dari Dewa Eka Prayoga tentang DILAN DAN DODOLAN dan NLP



“Jangan rindu, Berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja".

Demikian kata-kata gombal yang diucapkan Dilan dalam film yang lagi tayang di bioskop saat ini. Alhasil, banyak orang yang tiba-tiba deman Dilan. Lebay! Hahaha. Termasuk gw. πŸ˜… #DilanEkaPrayoga

By the way, film Dilan ini diangkat dari salah satu novel keren karya Pidi Baiq. Pidi Baiq adalah seniman multitalenta di Indonesia. Selain sebagai penulis novel dan buku, beliau juga adalah seorang dosen, ilustrator, komikus, musisi, dan pencipta lagu. GENDENG! Kabeh iso...

Menariknya, karya Pidi Baiq yang satu ini, Dilan, menyajikan banyak gombalan anak muda yang elegan, keren, dan gak garing.

Misalnya:

“Jangan rindu, Berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja".

Huassem!
Klepek-klepek tuh cewek digituin... walaupun gak semua juga sih. Hahaha

Ah, udah ah, daripada bahas Dilan, mendingan bahas Dodolan (jualan). Hehe

Jadi gini...

Kalau Anda cermati kata demi kata gombal yang dibuat Pidi Baiq, sebenarnya beberapa polanya bisa kita gunakan dalam Copywriting pas jualan. Lho, masa?

Ciyusan...

Yuk kita ambil hikmahnya...

Contoh 1, gombalan ini:

"Aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau nanti sore."

😍😍😍😘

Keywordnya adalah kata " BELUM"

Dalam ilmu NLP, kata "belum" adalah salah satu bagian dari presuposisi (asumsi: akan).

Ya, katakanlah saya nanya ke Anda begini:

"Hayo, udah pada baca buku terbaru Saya belum?"

Dari kalimat di atas, kemungkinan jawabannya adalah: "sudah" atau "belum". Artinya, diasumsikan "akan", tinggal tunggu waktu aja.

Ini persis seperti gombalan Dilan di atas. Kalimat yang digunakan adalah "Aku belum mencintaimu", bukan "Aku tidak mencintaimu". Kalau tidak, ya emang enggak. Kebayaaaaang? Alhamdulillah...

Jadi gimana, udah cek erlcosmetic.com belum? Hehe

Contoh 2, gombalan ini:

"Tolong bilang ke ibumu! Aku mencintai anak sulungnya"

Beeeeuh...

Kalimat langsungnya adalah gini, "Aku mencintaimu...". Tapi kalah cuma gini, biasa aja, gak gombal. πŸ˜‚

Kalau dalam jualan, kata-kata begini adalah covert. Ngasih kode. Gak terang-terangan. Terselubung. Orang gak sadar bahwa kita lagi jualan. Kalaupun sadar, mereka nyaman baca kalimat jualannya.

Misalkan, daripada bilang, "Ayo beli produk ini, soalnya keren banget..." #prettt

Daripada begitu, mending bilang gini:

"Alhamdulillah, lagi-lagi baru dapat testimoni keren dari customer yang beli facial serum B Erl Cosmetics. Seneng banget kalau udah neroma curhatan positif dari mereka tentang beginian..."

Kerasa bedanya? Hehe

Contoh 3, gombalan ini:

"Aku tidak bisa apa-apa, kecuali mencintai kamu"

πŸ‘Š #wadezig

Keywordnya adalah kata "KECUALI".

Ya, kata "kecuali" itu sangat powerful, kalau Anda bener cara pakenya.

Misal, ada offer begini:

"Ayo buruan join reseller B Erl Cosmetics, soalnya produknya terbukti laris manis dan gampang jualannya.."

Coba deh edit dikit dan ubah jadi begini:

"Oh ya, sebenarnya Anda gak harus join reseller erlcosmetic.com, kecuali Anda ingin mendapatkan income tambahan dan bimbingan langsung dari ahlinya tentang cara menjual produk yang laku keras gak ga karuan kaya kacang goreng. Laris terus!"

Mana yang lebih elegan?
Mana yang terkesan gak maksa? Hehe

Demikian tulisan ngawur saya kali ini. Disambung-sambungin aja lah ya, namanya juga sharing, yang penting posting. Semoga bermanfaat ya....

Kalau mau share, gak perlu izin dulu.
 
Top