Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

PESAN PENTING DEWA EKA PRAYOGA TENTANG MENUNDA PENUNDAAN



Ada pengalaman menarik saat Mastermind Bali beberapa hari yang lalu...

Salah satu peserta ada yang memiliki masalah terkait produktivitas.

Ya, dia ngerasa dirinya gak produktif. To do list hariannya banyak banget, tapi alih-alih dikerjain satu per satu, eh malah jadi bikin puyeng dan gak ada yang dikerjain. Pernah ngalamin juga? 😊

Dulu saya ngalamin begitu, sampai akhirnya saya sadar bahwa ini tidak baik untuk nasib saya kedepannya.

Akhirnya Saya mencari tahu cara agar bisa lebih produktif setiap harinya. Beberagai tools produktivitas saya beli. Berbagai macam buku tentang produktivitas saya beli. Tapi, gak ngefek.... 🙈 #tepukjidat

Usut demi usut, masalah terbesarnya bukan di luar, tapi ada di dalam diri sendiri. Ya, saya tidak punya alasan cukup kuat kenapa harus begitu produktif setiap harinya. Efeknya, nunda-nunda terus. Dalam bahasa psikologis, namanya prokrastinasi.

Setelah menyadari hal itu, akhirnya saya mencoba dan berusaha keras untuk berubah. Alhasil, setelah berjuang mati-matian, dibandingkan orang-orang terdekat, produktivitas saya terbilang cukup tinggi. Qodarullah...

Izin Allah, 9 buku behasil saya tulis dalam 6 tahun terakhir. 5 ebook gratis sudah saya tulis sejauh ini. Sertifikasi Hypnosis, Hypnoterapist, NLP, Public Speaking, dll, sudah saya ambil. 30 keilmuan bisnis dan internet marketing sudah saya pelajari. Ribuan buku dalam dan luar negeri sudah saya baca. Ratusan status Facebook beredukasi tinggi sudah saya post. Puluhan ecourse dalam dan luar negeri sudah saya ikuti. dst. Alhamdulillah...

Apa rahasianya?

Let me tell you what I do...

Pertama, IMPIAN BESAR.

Apa impian terbesar Anda dalam hidup?

Cobalah buat 1 angka. Angka yang memaksa Anda untuk terus melakukan tindakan yang menantang setiap harinya.

Misal, 1 triliyun per tahun, 10.000 kamar kos-kosan, 1000 properti di 40 kota, 100 bisnis sebelum 40 tahun, atau apapun itu.

Alhasil, harus besar, kudu membuat pikiran Anda berkontraksi setiap hari.

Kita yang senantiasa menunda-nunda pekerjaan, biasanya terlalu nyaman dengan keadaan. Impiannya terlalu kecil.

Salah satu kawan dekat saya, omsetnya sebulan udah miliaran, mobilnya mewah, rumahnya megah, tapi hidupnya gitu-gitu aja, seakan terbuai dengan pencapaian hidup yang menurut saya belum seberapa. Ini bahaya. Zona nyaman itu bahaya. Yang membuat zona nyaman bahaya ya karena kenyamanannya itu.

Growing or Dying!
Kalau gak tumbuh, mati...

Seseorang yang terbuai dalam zona nyaman, dia sebenarnya sedang berada dalam kemunduran...

Karenanya, ayo buat impian besar.

Impian yang menantang Anda untuk mencapainya. Angka yang memaksa Anda untuk bergerak setiap harinya. Tindakan yang menantang Anda untuk makin menggila dalam kebaikan.

Kedua, ALASAN KUAT.

Anthony Robbins pernah bilang, tidak ada orang yang tidak memiliki motivasi, yang ada hanyalah mereka yang tidak punya alasan kuat untuk bergerak.

Jika impian sering diidentikkan dengan angka-angka, maka alasan sering digambarkan dengan sosok tertentu.

Ya, cobalah jawab pertanyaan berikut ini.

Demi siapa Anda sukses?
Demi siapa Anda rela capek-capek kerja setiap hari?
Demi siapa Anda berjuang mati-matian setiap hari?

Demi siapa...

Ya, tentu demi orang-orang tercinta, bukan?

Anak kita...
Pasangan kita...
Orang tua kita...

Ya, mereka adalah sumber energi dan alasan terbesar kita dalam bergerak.

Sayangnya, jika hanya tiga sosok itu saja, tidak cukup. Karena banyak orang di luar sana, mereka sudah mampu memberikan nafkah terbaik untuk anak, pasangan, dan orang tuanya, tapi selesai disitu saja.

Maka, kita harus menambah 1 sosok dalam hidup kita. Siapa itu?

Orang-orang di sekitar kita...
Saudara-saudara kita...
Ummat Islam... Bangsa Indonesia...

Ya, income 100 juta lebih dari cukup untuk menghidupi anak, pasangan, dan orang tua kita, tapi tak akan pernah cukup untuk menghidupi jutaan orang di Indonesia...

Mereka harus menjadi alasan terkuat kita dalam bergerak. Sehingga saat kita berada dalam prokrastinasi, atau merasa tidak produktif, energi mereka jauh lebih besar buat kita dibandingkan penundaannya itu sendiri.

Ayo pikirkan saudara-saudara kita...

Banyak dari mereka yang hidupnya lebih menderita dari kita...

Banyak dari mereka yang kebingungan mau makan apa...

Banyak dari mereka yang kesulitan menjemput rezeki dari-Nya...

Ayo kita bantu. Jadilah manusia terbaik. Mereka yang bermanfaat untuk sesama...

Ketiga, MENGINGAT KEMATIAN.

Bagi saya, ini adalah energi terbesar kenapa kita harus menyegerakan kebaikan dan tidak menunda-nunda lagi.

Seringkali kita berpikir gini:

"Ah, besok aja deh..."
"Masih ada besok, nyantai aja..."
"Kalau bisa dikerjain besok, ngapain sekarang..."

Ah, itu adalah beberapa alasan yang seringkali terucap dan keluar dari mulut orang yang suka nunda-nunda dan kehilangan produktivitas. Padahal, mereka gak sadar, kematian bisa datang kapan saja. Seakan mereka yakin bahwa akan diberi umur panjang, sampai esok hari...

2 hari yang lalu Saya kehilangan ayah mertua saya (abah, ayahnya istri).

Saya benar-benar kaget dan terpukul. Padahal, seminggu sebelumnya, abah & mamah baru saja mengurus paspor untuk keberangkatan umroh bulan depan. Tapi Allah berkata lain, Allah memanggilnya. Koper umroh yang ada di rumah membuat air mata saya terus mengalir setiap kali menatapnya. Innalillahi wa inna ilaihi roojiun... 😭😭😭

Kematian menjadi sinyal dan pengingat terbaik untuk kita agar senantiasa berbuat kebaikan. Setiap harinya. Bekal akhirat kelak.

Yuk jangan nunda-nunda lagi...

Tundalah penundaanmu. Sampai kapan? Sampai ajal tiba...

Semoga Allah memberkati dan melapangkan rezeki, waktu, dan usia kita untuk senantiasa melakukan kebaikan.
 
Top