Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

BAGAIMANA SYSTEMASI DAN STANDARISASI BISA MELIPATGANDAKAN KEUNTUNGAN ANDA



Sahabat bisnis yang saya cintai.
Diskusi yuuuk.
Dalam bisnis yang anda lakukan apakah ada pertanyaan ini yang muncul dibenak anda?.

1. Apakah anda merasa bisnis anda mentok dan gak bisa berkembang lagi?.
2. Apakah anda merasa bisnis anda tidak bisa discale up ke level yang lebih besar?.
3. Apakah anda merasa bisnis anda jalan ditempat?.
4. Apakah anda merasa sulit untuk menaikkan omset bisnis anda?.
5. Apakah anda merasa keuntungan anda seperti besar tetapi uang cash jarang ada ditangan?.

Anda mungkin sudah banyak melakukan berbagai macam cara untuk menscale up bisnis anda tetapi pada akhirnya anda merasa de javu..
seperti kembali lagi dalam pusaran labirin tidak berujung dan menemui jalan buntu.

Sebagian besar umkm seringkali mentoknya bisnis mereka untuk scale up ke level omset yang lebih tinggi dikarenakan pola yang dilakukan seringkali salah.
Kok bisa pola apa yang salah?.
Pola apa yang perlu diperbaiki?.

Oke saya tanya satu hal sederhana,.
Apakah dibisnis anda saat ini sudah melakukan systemasi dalam bisnis?..
Apakah di bisnis anda saat ini sudah melakukan standarisasi dalam bisnis?..

Kalau anda menjawab belum ada..atau anda merasa bahwa itu belum penting dalam bisnis anda..
Maka disitulah akar masalahnya.
He he..
Lalu apa kaitannya dengan pola bisnis yang keliru?..
Baik kita bahas yaah..

1. Ketika anda membeli bahan baku untuk produk anda atau stok barang jadi anda, dasar keputusan untuk melakukan pembelian dari mana?.
...dari feeling?..dari intuisi?..
Atau karena ada permintaan dari produksi?.

2. Ketika memutuskan pembelian, berapa banyak suplay bahan baku atau stok yang anda beli?.
..dari feeling lagi?..dari intuisi lagi?..

Ketika melakukan itu apakah pembelian barang yg anda lakukan banyak faktor emosional mempengaruhi?.
Apalagi marketing perusahaan penyuplai jago kompor..
"Waaah pak buuuk ini barang lagi susah dicari lho..beli agak banyak aja ntar kurang"..
"Pak..ibu..ini barang lagi laris lhoo..ayok diborong nanti dibeli kompetitor.."
"Pak ..ibu.. ini barang limited edition kalau gak sekarang setok..kapan lagi?.."

Efeknya ketika emosional kita yang bermain kita bisa kalap dalam membeli bahan baku atau suplay..
Apa Yang Terjadi Kemudian?.
1. Digudang penuh barang yang anda beli.
2. Duit cash kita berubah menjadi barang.
3. Beberapa saat kemudian anda stress ujungnya pegawai ikut stress karena bahan baku gak habis habis di gudang padahal trend bergeser lagi.
4. Barang suplay di gudang menjadi barang yang susah dijual.
5. Akhirnya Boncos lagi..rugi lagi..

Lalu apa perbedaannya ketika kita memakai systemasi dan standarisasi?.
Pada tahap awal Kita akan memahami rule dasar systemasi yaitu "anda tidak bisa mengatur apa yang anda tidak bisa ukur"
Sehingga pada saat anda mau mengatur dan mengontrol bisnis anda agar bisa naik level anda haru belajar membuat parameter / ukuran dalam keputusan bisnis anda.

Dalam case diatas, pada saat anda memutuskan pembelian bahan baku maka akan muncul alur proses yang jelas.
Ketika ada permintaan apakah permintaan itu dilakukan oleh pihak gudang karena stok sudah habis?.
Apakah permintaan itu diikuti dengan data berapa banyak bahan baku yang diperlukan?.
Apakah permintaan tersebut masuk dalam forecasting rencana pembelanjaan yang dilakukan oleh bagian keuangan?.
Apakah permintaan bahan baku sesuai dengan rencana penjualan marketing?..shg pada saat bulan dimana penjualan naik sesuai pola marketing maka tidak takut kehabisan stok barang.
Dan lain lain.

Akhirnya keputusan anda melakukan pembelian bahan baku lebih disertai karena data, informasi yang tersystem, alur yang jelas sehingga membentuk pola yang baku dan menjadi standarisasi dalam bisnis anda.
Apa yg kemudian terjadi?.
1. Gudang akan selalu ada stok barang yang terukur sesuai dengan kebutuhan produksi dan forecasting penjualan.
2. Tidak ada lagi ada cerita penumpukan baham baku di gudang karena pembelian bahan baku yang over/berlebih
3. Anda akan lebih tenang karena cashflow benar benar bewujud cash berbentuk uang bukan berbentuk barang.
4. Anda akan mendapat keuntungan double pada saat penjualan meningkat dua kali gudang akan selalu memenuhi permintaan dan tidak ada cerita kehabisan stok barang.

Sudah mulai paham sayang?.
Bahwa dalam bisnis kenapa perlu melakukan standarisasi dan systemasi sehingga bisnis anda bisa discale up lebih baik.
Angkyandang
Systemize your business

===================
Ingin BELAJAR lebih lanjut?
Ingin men-SISTEMASI Bisnis Anda?
Ingin SCALE UP bisnis Anda?
Daftar segera!
Workshop CA$HFLOW SYSTEM MASTERY, 10-11 Februari 2018
Hubungi:
RiNie Ayu 0857 147 147 44 / 0856 9877 877
 
Top