Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Belajar dari PEDAGANG KORAN oleh Yazid Asrofi

Saya masih ingat bangat, kenangan masa-masa awal mulai berjualan, ketika itu saya mulai berjualan, tepat di Akhir kelas 3 MTS (setara SMP).

Jadi gini ceritanya...
Saya mulai ya.
Eng ing eng.
Kayak drakor dengan backsoundnya ya. Hahahha

Dah ah, saya mulai ya.
Jadi sebelumnya saya adalah seorang Santri, santri yang baik pastinya. Hehehehe, saya santri di Pondok Pesantren Qotrunnada Cipayung-Depok.

Sayangnya di akhir kelas 3 MTS, saya putuskan untuk berhenti dari pesantren. huhuhu

Semua itu di awali karena perkelahian saya dengan salah satu sahabat di sana, yang berujung pada kurang betahnya saya hidup di Pesantren lagi. 😭

Saat itu baper bangat euy. #ups

Kepulangan saya ke rumah, di sambut dingin oleh orang tua, yang pastinya sangat kecewa dengan keputusan saya itu.

Kekecewaan ortu akhirnya menghasilkan keputusan, bahwa saya harus di santrikan lagi dan harus ikut merasakan susahnya nyari duit. #lemes

Saat itu saya di santrikan lagi di Ponpes Al-Huda/Bidayatul Hidayah Bojonggede-Bogor, sebuah pesantren yang menyediakan Fasilitas santri kalong/pp/pulang pergi.

Sambil saya nyantri, saya di haruskan juga untuk ikut berdagang.

Alasannya, biar saya tahu susahnya nyari Duit.

Awalnya saya meremehkan, toh nyari duit mah kan enak.

Bisa banyak duit buat beli mainan, bahkan bisa beli kendaraan. 😎

Sayangnya ekspektasi saya tidak sesuai kenyataan.

Yang awalnya saya mengira bahwa akan langsung banyak duit, kenyatannya ENGGAK.

Yang awalnya saya yakin punya banyak tabungan, kenyatannya ENGGAK.

Dan lain sebagainya, yang membuat saya nyesel memilih untuk ikut dagang. 😢

karena semenjak hari itu, saya merasakan hal sangat berbeda.

Memulai aktivitas di subuh hari, dan istirahat di malam hari. #nyesek

Saya bangun di jam 03:30, dengan mata yang baru terbuka, dan hawa dingin yang menyelimuti pedesaan, air terasa sangat dingin menempel di badan.

Wajah menggigil menemani perjalananku ke Stasiun KRL Bogor, sesampainya di sana, bergegaslah saya menuju agen Koran H. Fauzi .... Bersambung ke Part 2

Yazid Asrofi
disini.pw/KuliahOnline

Nb : saya coba menuliskan kisah saya sedari awal berjualan di Grup ini, bentuk tulisannya pasti bersambung ya, karena puanjang euy.

Kamu mau lanjutan kisah ini? #jawab dengan #yazidStory ya sebagai bentuk dukunganmu, karena saya akan teruskan setelah 200 Like. 😊
Tag sohib seperjuanganmu.

Fhoto : Di Hotel Topas Bandung, bersama Ednovate dan Tim.
 
Top