Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

KETIKA ENGINEER JADI PRODUSER

Business Words,
2 Januari 2018

Sebuah fakta sejarah bahwa Saya pernah kuliah di Teknik Perminyakan ITB. Sebuah fakta juga jika waktu itu Saya sudah menempuh 4 tahun kuliah, 8 semester. Sebuah fakta juga jika Saya tidak bisa menyelesaikan kuliah, dan fakta juga bahwa hari ini Saya jadi Produser Film. Zig zag pisan.

Latar belakang itu tentu mempengaruhi cara Saya berfikir. Walau gak lulus, tapi ya adalah sisa sisa ITBnya. Ha ha ha... sisa sisa engineer gak jadi.

Di kampus teknik, kami dididik untuk merekayasa sesuatu. Hidrokarbon yang ada dibawah permukaan bumi, bagaimana caranya supaya bisa keluar ke permukaan bumi. Diolah dan seterusnya.

Teknik Perminyakan bertugas ngangkat hidrokarbon keatas, sampai jadi crude oil. Urusan penyulingannya, jurusan-jurusan lain turun tangan. He he he...

Kalo minyak/gas nya ada dibawah bumi... ya di bor.. keluarin... kalo gak mau keluar karena gak ada tekanan... ya sedot... ha ha ha... kalo disedot susah karena mengental.. ya cairkan... kasih deterjen.. supaya minyaknya ter-emulsi dan ikut naik ke atas. Kalo gak mau juga.. panasin.. injeksi air... paksa keluar. Pokoknya bikin keluar. Titik

Kalo diatasnya laut... ya bawa kapal ke tengah laut, rig nya ditaruh diatas kapal.

Kalo target reservoirnya banyak, 1 lubang bisa horisontal driling, bisa masukin banyak pipa ke berbagai arah. Pokoknya gak boleh nyerah.

Jadi inti pola fikir yang Saya dapatkan selama 4 tahun kuliah ya itu : rekayasa. Bagaimana kita bisa mendesain kondisi akhir sesuai dengan harapan, lalu mengutak ngatik keadaan yang ada saat ini.

Begitu juga ketika masuk di dunia Film, kondisi akhir sebagai output sudah dipancang : 10 juta penonton. Otak tukang rekayasa langsung jalan. Dan harus pasti exact.

Gimana caranya memobilisasi 10 juta orang ke bioskop? Bayar lagi.

Gimana caranya film ini bisa merajai 1000++ populasi layar yang ada?

Bagaimana memastikan setidaknya 1 juta penonton menonton di tahap screening nobar?

Bagaimana caranya saat 8 februari nanti, yang nonton sudah mencapai 1 juta?

Dan bagaimana 1 juta penonton pertama tersebut akan memberi pengaruh pada 100 orang yang lainnya? Dan 10 orangnya melangkah ke bioskop.

Bagaimana tentang populasi bioskop.
Bagaimana tentang jadwal kerja... jadwal libur... jadwal weekend...?
Lalu bagaimana mencapai ini semua dengan sumber daya yang teramat terabatas secara internal?

Inspira pictures PH baru.
Ini film pertama.
Jadwal tayang sudah diraih, namun bagaimana caranya agar sukses dalam tembakan pertama?

Bagaimana caranya?
Seperti apa yang akan dihadapi?
Faktor-faktor apa yang bisa jadi hambatan?
Kekuatan mana yang bisa diajak kerjasama secara profesional?

Kesemua fikiran itu yang akhirnya menghiasi dan mewarnai malam-malam panjang Saya dan kawan-kawan di Inspira. Dan lebih gawatnya lagi, Pimpinan Proyek Marketing Inspira adalah Bravo adik kelas Saya di ITB Teknik Perminyakan. Bertahun-tahun kerja di oil and gas di timur tengah. Benar-benar seru. Otak kami benar-benar merekayasa semuanya agar mencapai hasil.

*****

Dalam bisnis, rasanya ini yang harusnya kita lakukan. Sedari awal kita harus mematok ANGKA YANG MEMAKSA.

10 juta sebenarnya bukan sesumbar, tapi sengaja kami ciptakan supaya kami stress berat. Kalo cuma sekedar tayang, banyak film yang sudah tayang, dan ya sudah.

Kali ini kami memancang angka yang memaksa semua saripati strategi diperas sampai habis. Semua sumber daya digunakan. Semua fikiran ditumpahkan. Semoga ya... bismillah.

Penglihatan saya di lapangan, banyak diantara kita yang menghindari angka yang memaksa. Banyak diantara kita yang membayangkan sebuah angka saja tidak berani. Berimajinasi saja kita takut.

Kita takut jika targetnya tidak sampai.
Kita takut jika kita nantinya kecewa.
Kita takut terlalu berharap.

Padahal, sesuatu target yang besar, jika tidak sampai, Anda sudah mencoba dan telah berbuat sesuatu. Jika Anda ingin umroh, Anda melangkah membuat passport, memegang brosur umroh, membaca panduan manasik, itu progress yang luar biasa. Ketimbang mereka yang hanya bermimpi jalan-jalan ke Taman Safari. Tentu tidak perlu passport kan?

Okelah tentang kecewa, kecewa itu kan zona hati kita. Kita menargetkan sesuatu untuk patokan kerja. Untuk menyusun langkah, apa yang harus kita lakukan, apa yang harus kkta perbuat, bagaimana mengelola keadaan yang ada sehingga tercapai keadaan yang diinginkan.

Urusan kecewa atau tidak kan urusan hati kita sendiri. Mau kecewa atau tidak adalah keputusan hati kan?

Mau dimana pun kita berada hari ini. Di Jakarta... di Bandung... di Balikpapan... di Bone... di Doha... di Dubai... sah sah saja jika kita mendamba ke Mekkah bukan?

Jadi gak salahnya berharap yang baik-baik. Yang aneh itu, kalo berharap terus... tapi gak action-action.

Berharap dia menjadi istri kita, tapi kita gak lamar-lamar. Cuma kasih-kasih sinyak tipis-tipis... ya gimana brooooooo..... ya gak dapat-dapat...

Dekati..
Lamar...
Titik...

Urusan ditolak atau diterima... itu kan resiko perjuangan kawan. Ha ha ha....

Gak ada target yang salah.
Gak ada target yang kebesaran.
Yang ada, adalah kerja dan kegilaan yang tidak sesuai dengan target yang dipancang.

Nyebut 10 juta adalah kondisi yang kami rekayasa supaya kami stress bersama.

Nyebut 10 juta juga menyaring keadaan, dimana banyak yang mulai ragu. Dan ada yang masih ngotot yakin. Ya sudah lah, fokus sama yang yakin saja. Jadi bagus kan. Tersaring.

Nyebut 10 juta ini adalah rekayasa keadaan yang selain membuat kami stress berat, tetapi juga mengundang orang-orang yang sefrekuensi. Uluran bantuan dan ajakan sinergi mengental seiring waktu.

Getaran 10 juta penonton ini mengundang sumber daya lain diluar kami, yang memahami urgensi meledaknya film nasional berpesan kuat.

Ayolah kawan...
Pancang Angka yang memaksa...
Pancang program yang membanteng...
Pancang energi untuk menggores sejarah...

Berikutnya tinggal merekayasa keadaan yang ada.. merekayasa sumber daya yang ada.. merekayasa input yang ada... agar tercapai output yang diinginkan.

Salam Rekayasa!
Rendy Saputra
Produser Junior Nasional

Ketik nama dan domisili, kirim via WA ke 085220000122 untuk bergabung ke persaudaraan rahasia kami.
 
Top