Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

MENGUNGKAP PENJELASAN PERSONAL BRAND ITU SANGAT PENTING DARI Dewa Eka Prayoga



Saya termasuk orang yang berkeyakinan bahwa personal brand itu penting. Disaat ada beberapa tokoh entrepreneur yang menganggap sebaliknya, Saya justru kekeuh dengan keyakinan tersebut.

Beberapa yang tidak setuju dengan pentingnya personal brand beranggapan bahwa yang terpenting bagi mereka adalah brand perusahaan, bukan personal. Ada juga diantara mereka menganggap bahwa yang terpenting produk yang ngangenin, bukan personalnya. Itulah alasannya...

Apapun alasannya, Saya tetap berkeyakinan bahwa personal brand itu penting. Sangat penting. Kenapa?

Yuk kita bahas alasan kuatnya...

Pertama, MENAIKKAN KREDIBILITAS & OTORITAS.

Disadari atau tidak...

Orang yang memiliki kredibilitas dan otoritas cenderung lebih didengar ketimbang orang biasa-biasa saja.

Saking pentingnya, Jack Ma sampe-sampe punya quote khusus, bunyinya:

"Ketika kamu miskin, belum sukses, semua kata-kata bijakmu terdengar seperti kentut. Tapi ketika kamu kaya dan sukses, kentutmu terdengar sangat bijak dan menginspirasi". Hahaha 😅

Perkataan tersebut sejalan dengan cerita Tukul Arwana yang dulu pernah diwawancara sama Mario Teguh salah satu program acaranya:

"Dulu pas Saya gak terkenal, ngomong bener gak ada yang bener. Sekarang pas Saya udah terkenal, ngomong salah aja banyak yang denger".

Hehehe...
Paham kan maksudnya?

Itulah pentingnya personal brand, menaikkan kredibilitas dan otoritas.

Saya pun turut merasakan...

Dulu pas Saya masih hutang 7,7 miliar, banyak orang yang nyibir dan nyinyir ke Saya, "Halah, bangkrut kok ngajar".

Tapi pas udah bangkit dan hutangnya lunas, hampir semua orang yang nyibir sekarang malah justru jadi fans. Cieee... Kok tahu? Ya iyalah tahu, wong mereka sering belanja buku-buku Saya. He

Ya, ini bicara terkait kredibilitas.

Siapa yang punya kredibilitas lebih tinggi, dialah yang akan lebih dipercaya. Ngomong pun didenger, karena gak cuma OMDO (omong doang).

Termasuk perihal otoritas (authority).

Siapa yang punya otoritas lebih tinggi, dialah yang akan lebih didengar. Buktinya?

Soal kesehatan, omongan dokter lebih didengar ketimbang omongan montir.

Soal mesin, omongan montir lebih didengar ketimbang omongan pengacara.

Soal hukum, omongan pengacara lebih didengar ketimbang omongan dokter.

...dan seterusnya.

Kenapa begitu?

Karena punya otoritas. Kompetensinya jelas. Personal brandnya pun jelas.

Kedua, MENDATANGKAN FOLLOWERS.

Seseorang dengan personal brand yang kuat akan mendatangkan followers yang banyak. Gak percaya?

Lihatlah artis.

Personal brand mereka rata-rata kuat, buktinya kita kenal mereka. Itulah kenapa, followersnya banyak. Efeknya ya begitu.

Dan pastinya kita tahu...

Makin banyak followersnya, makin banyak marketnya. Itu artinya, makin kuat personal brandnya, makin banyak followersnya, dan makin besar potensi marketnya. Kebayang?

Jangan heran, fenomena endorse artis dan selebgram merajalela di Instagram. Kenapa? Karena mereka memiliki jumlah followers sangat banyak.

"Ih hebat ya dia mah followersnya banyak..."

Jangan iri sama mereka, karena mereka membangun personal brandnya gak sebentar, alias lama. Kalau mau kaya mereka, ya bangun personal brand juga.

"Pantes lah dia mah jualannya laris mulu, wong followersnya banyak..."

Lha kalau followers banyak bisa membuat jualan kita laris mulu, kenapa situ gak punya followers banyak? Dasar tukang komen. Iri. Hasut. Dengki. PLAK!!!

Ketiga, MENINGKATKAN SELF-AWARENESS.

Maksudnya, meningkatkan kesadaran diri orang lain terhadap kita bahwa kita itu ADA. Jangan sampai, mati dan hidupnya kita, benar-benar gak guna. Hidup, gak manfaat. Mati, yowis. Gak ngefek. JLEB!

Teringat perkataan Pak Subiakto Priosoedarsono, Praktisi Branding di Indonesia, beliau pernah bilang: "Personal branding itu penting, agar saat 'pulang', ada yang 'dikenang'...".

Artinya, jangan sampai kita hidup ini cuma numpang lewat doang. Permisiiiii... Udah weh! Ey. Teu lucu.

Makanya, harus ninggalin jejak.

Dengan personal brand yang kuat, secara tidak disadari akan memudahkan kita dalam meninggalkan jejak di kehidupan.

Ngomong baik, didenger.
Ngajarin, orang ngerti.
Sharing, banyak yang ngeshare.

...dan masih banyak kebaikan lainnya.

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya"

Jadi, bangun personal brand jangan cuma kepentingan bisnis mulu, tapi pikirin tuh hidupmu juga.

Ini bukan tentang kenal gak dikenal, tapi tentang ninggalin jejak di kehidupan.

Kecuali Anda ngerasa bakal hidup selamanya (dan berbisnis selamanya), gak akan mati, ya gak usah bangun personal brand. Bangun aja tuh brand produk & perusahaanmu terus....

Moga paham maksudnya apa.

Lantas, apa itu Personal Branding?

Mengutip perkataan Jezz Bezos, Founder Amazon, salah seorang terkaya di dunia saat ini, "Personal brand adalah apa yang dikatakan orang lain tentang kita saat kita tidak ada dalam ruangan....".

Jadi, apa yang kamu katakan, apa yang kamu pakai, apa yang kamu lakukan, secara tidak sadar akan membentuk personal brand Anda.

Sayang seribu sayang...

Saat ini banyak orang salah kaprah. Mereka mengira personal brand adalah personal promotion. Alhasil, mereka gila-gilaan mempromosikan siapa dirinya, "Ini lho aku!" atau "Aku tuh begini lho...". Aih, Preeet!!! Itu namanya personal promotion, bukan personal branding. #Miskonsepsi

Cara gampang ngetes seberapa kuat personal brand Anda di era after Google saat ini adalah dengan mengetik nama Anda di mesin pencarian Google. Nongol gak tuh namanya. Atau, ketik nama Anda di Youtube, muncul gak tuh namanya.

Atau paling gampang, tulis aja status di Facebook, isinya begini:

"Apa yang terlintas spontan dalam benak Anda ketika mendengar nama (Nama Anda)?"

Coba aja buat. Tulis di status Anda setelah Anda membaca & share status ini.

Kalau jawabannya banyak dan sama, artinya personal brand Anda sudah sangat kuat. Kalau jawabannya banyak tapi gak sama, artinya personal brand Anda belum cukup kuat. Kalau jawabannya sedikit dan sama, artinya personal brand Anda cukup kuat. Kalau jawabannya sedikit dan gak sama, artinya Anda gak puny personal brand. Hehe 😅

Jangan baper. Mikir! Evaluasi diri...

Bahkan, untuk ngetes seberapa berpengaruh Anda terhadap teman-teman Facebook Anda, cobalah buat status begini:

"Lagi bersih-bersih Friendlist nih. Yang gak mau diunfriend, please komen ya!"

Kalau yang komen banyak, artinya Anda punya pengaruh terhadap mereka.

Kalau yang komen dikit, artinya Anda gak punya pengaruh terhadap mereka.

Bahkan, kalau lebih berani lagi, Anda ikuti cara Saya, untuk ngetes seberapa bernilai Anda di mata teman-teman Anda. Cobalah buat status begini:

"Kalau komen status ini gak tembus 1000 komen, Saya akan puasa Facebook selama 3 bulan".

Kalau yang komen banyak, artinya keberadaan Anda di Facebook dinantikan banyak orang. Kalau yang komen dikit, jangan-jangan ada gak adanya Anda di Facebook gak ngefek. Moga kelak pas meninggal gak gitu. Aaamiin...

(nb: kalau 1000 komen kegedean, coba mulai dari 100 komen. Coba aja. Buat evaluasi diri kedepannya).

Muncul pertanyaan...

Bagaimana cara membangun personal brand yang kuat?

Sebelum bahas lebih lanjut, coba Anda jawab pertanyaan berikut ini:

1. Sebutkan 3-5 kata yang menggambarkan dirimu!
2. Apa yang membuatmu benar-benar berbeda dengan orang lain?
3. Apa yang paling sering orang lain katakan tentangmu?
4. Apa yang membuatmu selalu diingat banyak orang?
5. Kompetensi apa yang kamu miliki dan begitu Ahli dalam melakukannya?

Ayo jawab, sambil share ke teman-temannya.

Bersambung ke part berikutnya...
Nunggu 1000 shares dulu. Hehe
 
Top