Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

PENJELASAN TENTANG JEJAK KEHIDUPAN DARI DEWA EKA PRAYOGA

Mungkin sama seperti Anda, dulunya Saya pun bingung bagaimana cara menulis buku dan menjadikannya best seller. Jangankan best seller, nulisnya aja gak kelar-kelar. #garuk2tembok

Tiap kali mau nulis, syaiton dalam diri langsung berbisik,

"kayanya gak bakat nulis deh...",
"tuh kan, jelek banget tulisannya...",
"duh kok rancu banget sih susunan kalimatnya..",

...dan sejenisnya 😂

Memang kalau ada orang yang bingung semacam ini, penyebabnya cuma satu, yaitu GAK TAHU CARANYA.

Tapi... sebenarnya ada yang lebih penting dari hal itu. Ini bukan tentang bagaimana kita nulis buku, tapi lebih daripada itu. Apa?

< (( ENERGINYA )) >

Ya, energi nulisnya. Kenapa kita harus nulis buku?

Bagi Saya pribadi, nulis buku adalah MENINGGALKAN JEJAK DI KEHIDUPAN.

Ini bukan soal seberapa banyak royalti yang bakal kita dapatkan, melainkan soal seberapa banyak manfaat yang bisa kita tebarkan, melalui buku-buku yang kita hadirkan...

Ngejar dunianya?
Dapat... Royalti namanya.

Ngejar akhiratnya?
Dapat... Manfaat namanya.

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya"

Passive Income? Royaltinya...
Passive Pahala? Manfaatnya...

Alasan tersebut sudah cukup membuat Saya tergerak untuk menghasilkan sebuah karya, yakni buku.

Sedikit cerita...

Entah kapan tepatnya, tapi Saya mulai nulis buku sejak usia 19 tahun. Buku pertama yang Saya tulis berjudul "How to Get the Future". Berisi tentang 7 Langkah Dahsyat Menggenggam Masa Depan.

Kemungkinan besar Anda nggak tahu buku ini. Kenapa? Karena jarang Saya promosikan, males.. hehe

Ya, karena waktu itu Saya punya utang cukup besar, sekitar 40 juta-an. Lumayan pas awal kuliah duit segitu mah gede 😂

Untungnya Saya hobi baca sejak SMA. Dan Saya pun kepikiran untuk nulis buku dan menerbitkannya sendiri agar mampu melunasi utang tersebut.

Singkat cerita, jadilah buku tersebut dalam 1 bulan. Setelah 3 bulan jualan, terkumpullah uang yang nilainya lebih besar dibandingkan utang yang Saya miliki. Lunas deh! Alhamdulillah... 😇

Karena awal mula nulis buku niatnya untuk bayar utang, maka pas utangnya lunas, malas lagi nulisnya. Weleh-weleh... Salah niat nih Saya #tepukjidat 😒

Saya pun akhirnya fokus lagi pada kuliah dan berbisnis. Buka bimbel, kedai makanan, jualan apa aja, dan lain-lain...

Singkat cerita lagi, karena detailnya Anda bisa baca di bidadariuntukdewa.com, di bisnis ke-7, Saya ditipu partner Saya dan harus nanggung kerugian 7,7 Miliar Rupiah. Innalillahi... 😭

Saya pun cari solusi sana-sini. Stress berat, persis seperti yang Anda alami jika pernah bangkrut. Kurang lebih begitu... Rp 7,7M bro!

Singkat cerita lagi (udah jelas ya alasannya, kalau detail, ada di novel), Saya diberi saran oleh sahabat untuk nulis buku lagi, "Wa, gimana kalau kamu nulis buku lagi?"

"Yassalam.... Bercanda ente! Ana lagi stress dan frustasi gini, disuruh nulis. Lagi bangkrut pula. Nulis apa? Gak ada yang patut dibanggakan...".

Kurang lebih begitulah jawaban spontan Saya saat itu.

Pulang ke rumah, banyak berdoa, taubat, istikhoroh, minta petunjuk, agar Allah tunjukkan jalan pada Saya. Dan akhirnya....

Sahabat Saya, Mas Mirza (Co-Founder Billionaire Store) bilang ke Saya, "Mas, gimana kalau idenya kang ANU mas realisasikan aja? Jadi mas nulis buku lagi. Kan dulu pernah nulis buku tuh, best seller pula. Bisa jadi ini solusi. Gimana?"

Tanpa pikir panjang dan banyak alasan lagi, akhirnya Saya iya-kan saja masukan tersebut. Mungkin ini jawaban dari doa Saya selama ini. Bismilah....

Jadilah buku "7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula". Mungkin Anda pernah mendengar atau membacanya. Covernya warna hitam (menunjukkan masa kelam Saya) dan ada angka 7 nya (menunjukkan nominal kerugian yang Saya tanggung) hehe ^_^ detailnya: cari di http://billionairestore.co.id

Dalam 7 hari (lagi-lagi angka 7 😓), buku tersebut berhasil selesai tanpa proses editing. Gaya... haha

Langsung mikir, "Kalau diterbitkan di penerbit mayor, waktunya bakal panjang ini. Belum tentu diterima pula. Ngantrinya lama. Ah, udahlah, indie lagi aja. Modal paling gak seberapa..."

Otak Saya mulai menggila (disinilah awal mula dijuluki "GENDENG"), gimana cerita mau cetak dan nerbitin buku, duit kan kagak punya? Hahaha 😅

Tebak, apa yang Saya lakukan?

Nah, benar. Saya kontak teman Saya yang jago desain. Dibuatlah cover. Dibukalah pre-order. Duit pemesan kan masuk tuh, dengan uang itulah Saya mencetak dan nerbitin buku. Yeah! Tanpa modal...

Detail hitungannya:
- Harga cetak per buku: Rp 7.800
- Harga jual per buku: Rp 60.000
- Target cetak: 3.000 eksemplar

Artinya, butuh modal Rp 7.800 x 3.000 eks = Rp 23.400.000

Sedang pas pre-order buku terjual 500 eks lebih. Dapat deh modal lebih dari Rp 30.000.000. Tanpa modal deh nyetaknya... 😄

Kebayang kan ya?

Itu juga sejarah didirikannya: BILLIONAIRE STORE. Berawal tanpa modal, bahkan minus, tapi buku-bukunya udah terbesar luas dimana-mana. Alhamdulillah...

Apa pelajarannya?

SOLUSI ITU DEKAT...

Ya, zamzan Saya ya NULIS. Muncrat!
Menjadi wasilah penghidupan banyak orang...

Berawal dari sini, kini Allah titipkan lebih dari 10 partner, lebih 40 orang karyawan, lebih dari 2000 reseller, dan lebih dari 100.000 pembaca. Atas izin Allah...

Awalnya dari mana?

Ya dari Saya nulis sendiri. Lalu Saya create systemnya, building teamnya, dan buka peluang selebar-lebarnya.

Untuk apa? Agar orang-orang punya wadah yang tepat dalam meninggalkan jejak kehidupannya.

Bahkan, untuk bisa mensistemkan Billionaire Store, Saya rela "mengubur" passion Saya, nulis, dengan tidak menulis buku 1 tahun lebih.

Demi apa?

Demi melahirkan penulis-penulis lain yang karyanya pun luar biasa, seperti Mas Saptuari Sugiharto, Mba Muri Handayani, Kang Andika Putra Primakusumah, Mba Ayu Paramita, Mba Lya Herlyanti, Kang Rendy Saputra, Mas Defri Seo, dan Mas Fikry Fatullah. Kedepannya, InsyaAllah akan semakin banyak talent-talent luar biasa yang siap menelurkan karyanya di Billionaire Store. Mohon doanya, semoga berkah dan bermanfaat buat kawan-kawan semua. Aamiin...

tag the next Author yang sudah terjadwal: Fahmi Hakim Rex Marindo Tri Widayanti Deni Iskandar Ilham Taufiq Wendi Abdillah. Menanti kawan2 praktisi bisnis & internet marketer lainnya untuk bersinergi, tag Tantan Hilyatana Richo Dianto Rico Huang Wiranata Ardho Fortana Zulfadhli Ashari ILham Zulkarnain Daeng Faqih Suryadin Laoddang. Bisa ngobrol sama Nizar Fadhillah untuk lebih lengkapnya.

Balik lagi ke topik utama....

Jadi, kita itu hidup mesti meninggalkan jejak. Salah satu caranya, ya nulis buku. Ya, buku. Minimal selama hidup kita pernah melahirkan 1 buku, agar manfaatnya bisa terus mengalir walaupun kita telah tiada.

Saya pribadi, masih belajar dan akan terus belajar, tentang dunia kepenulisan ini. Karena masih banyak kurangnya. Termasuk, acara Jumpa Penulis tgl. 15 Oktober ini pun, dalam rangka momen belajar Saya dkk. Saran Saya, hadir. Belajar dari 7 penulis nasional yang namanya tak asing di telinga, seperti Ippho Santosa, Asma Nadia, Tere Liye, Helvy Tiana Rosa, Ahmad Rifai Rifan, dan Tendi Murti.

Saya pun hadir, tapi kehadiran Saya tak begitu penting, kecuali bagi yang ingin belajar bagaimana melariskan bukunya tembus 10.000+ eksemplar sebelum launching.

Kalau belum daftar, daftar sekarang di JumpaPenulis.com. Sebelum pendaftaran ditutup.

Guru Saya selalu bilang,

"Kalau kamu ingin mengenal dunia, membacalah. Kalau kamu ingin dikenal dunia, menulislah..."

Doakan Saya, semoga bisa istiqomah menulis. Bukan untuk orang lain, tapi untuk kebaikan diri Saya sendiri. Dan harapan Saya, semoga tulisan-tulisan Saya selama ini, entah di buku, maupun di Facebook, bermanfaat buat kawan-kawan semua. Aaamiin...

Maafkan kalau banyak kekurangannya...
 
Top