Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

PENTINGNYA MELUASKAN NIAT DARI Dewa Eka Prayoga‎ ke  JAGO JUALAN

Sebelum tidur Saya testing ngepost status jam 1 malam, eh ternyata ada yang baca & share, banyak pula, nyampe ratusan. Alhamdulilllah, semoga jadi reminder buat kita semua. Aaamiin...

Apa isi statusnya? Ah, entar juga bakalan kepo dan scrolling sendiri di timeline saya. Gak usah dikasih tahu... hehe

Jadi kemarin, pasca sholat Shubuh, Saya ngobrol santai sama Rendy ReZha. Beliau bilang, "Kang, antum nyadar gak kenapa antum didatangkan orang-orang terbaik di perusahaan antum?". Saat ditanya begitu, Saya bukannya fokus ke jawabannya, eh malah jadi keinget Hypnotic Language Pattern. 🙈

Selintas dalam hati Saya ngomong, "wah, bro Rendy ini lagi masukkin asumsi terselubung ke pikiran & hati Saya". Dan itu keren banget!

Kalau Anda masih ingat, kalimat "nyadar gak" dan "kenapa" adalah contoh dari bentuk awareness pattern dan presuposisi di Hypnotic Language Pattern. Apapun jawaban saya, akan selalu benar. Mungkin Anda masih ingat contoh analogi ditilang polisi yang pernah Saya gunakan di status terdahulu? Yang jawabannya serba salah itu lho, maju kena, mundur kena. Ingat? Nah, itu.

Secara tidak langsung, bro Rendy lagi bilang ke Saya gini, "Kang, antum mesti bersyukur, Allah tuh udah ngasih banyak pertolongan ke antum, dengan ngedatengin orang-orang terbaik di perusahaan antum...".

Rasain bedanya....

Kalau ngasih tahu dan bilangnya kaya gitu, serasa ngajarin dan punya personal power (authority). Beda dengan kalimat pertama, menggunakan dua pola Hypnotic Pattern untuk menyisipkan sugesti ke pikiran bawah sadar, gak kerasa & nyaman nerimanya, padahal pola kalimatnya adalah bertanya. Pahaaaaaam?

Semoga bisa paham, walaupun bukan itu yang ingin Saya bahas di status ini. He ☺️

Ya, LUASKAN NIATMU.

Kata bro Rendy, "Antum dipermudah, karena niat antum bukan hanya untuk memperbesar ego antum, tapi untuk kebermanfaatan ummat, disitulah pertolongan Allah datang...". ✍️

Entah dia tahu darimana isi hati & pikiran saya, rasa-rasanya kok pengen bilang dan nanya ke dia, "Naha ning ente nyaho euy? Sugan dukun... hahaha...". Bercanda. 😅

Ya, LUASKAN NIATMU.

Kalau dulu buka usaha hanya untuk gaya-gayaan, sekarang diniatkan untuk mengikuti jejak rasul & sahabat...

Kalau tadinya jadi pengusaha hanya untuk bebas waktu dan bebas uang, sekarang diniatkan untuk berbagi banyak kebaikan dengan banyak orang...

Kalau sebelumnya jadi pebisnis hanya untuk mendapatkan uang banyak, sekarang diniatkan untuk jadi wasilah rezeki orang banyak....

...dan seterusnya.

Termasuk dalam membuat impian pribadi, luruskan niatnya, luaskan...

Kalau dulu punya rumah besar untuk kemewahan, sekarang niatkan untuk bisa mengundang banyak anak yatim & dhuafa untuk makan-makan...

Kalau dulu beli mobil mewah untuk gengsi, sekarang niatkan untuk bisa ngajak tetangga pergi ke mesjid & majlis ilmu bareng-bareng...

Kalau dulu bangun perusahaan untuk mengejar profit, sekarang niatkan untuk mengejar berkah dan ridho Allah SWT...

...dan masih banyak lagi.

Pastinya, dalam membuat target-target pun begitu, libatkan Allah dan luaskan untuk urusan ummat & bekal akhirat.

Misal, kalau saya:

Pas mau buat produk, jangan hanya berdoa agar dilariskan, tapi juga berdoa agar produknya bermanfaat bagi banyak orang...

Pas mau buat buku, jangan hanya berdoa agar best seller, tapi juga berdoa agar bukunya berdampak bagi siapapun pembacanya...

Pas mau buat film, jangan hanya berdoa agar box office, tapi juga berdoa agar filmnya menginspirasi jutaan pasang mata...

...dan sejenisnya.

Ubah niatnya, luruskan, luaskan.

Karena pertolongan Allah akan hadir pada orang-orang yang senantiasa memikirkan kepentingan ummat, bukan hanya memikirkan urusan perut & sejengkal di bawah perut saja (nafsu).

Bisa jadi, gak tercapainya target-target kita di masa lampau, karena settingan niat kita yang salah dan sempit. Udah salah, sempit pula. Egois! Cuma mikirin hidup sendiri, sementara saudara-saudara di sekitar tak pernah dipikirkan.

Udah, gak usah tersinggung dan merasa tertampar, evaluasi diri aja.

Bersyukurlah, Allah masih menggerakkan mata Anda membaca tulisan ini dan seketika akhirnya membuat Anda tersadar pentingnya meluaskan niat.

Status ini sebenarnya bukan untuk dishare, tapi untuk dipraktikkan.

Walaupun Saya tahu, kalau Anda merasa tulisan ini bermanfaat & bisa dijadikan sebagai pengingat, otomatis Anda akan menyebarkannya kemana-mana.

Ayo, luruskan, luaskan.
 
Top