Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)


Pesan Penting dari Dewangga Nuzulumay tentang Proses Penjualan Founder entrepreneurID



GAK ADA PENJUALAN KARENA "PASAR KURANG MATANG"

(Postingan ini boleh diabaikan bagi yang sudah kebanjiran orderan)

Bismillah,
Saya sedang mencoba mengeluarkan unek-unek karena melihat banyak orang yang masih "struggle" dalam menjual produknya. Semoga Ada manfaatnya.

--------

Saat membaca ini, mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya.

"Apa yang salah dari produk Saya? kenapa penjualannya sedikit?"

"Apa yang salah dari penawaran Saya? Saya merasa penawaran sudah cukup bagus tapi kenapa tidak menghasilkan penjualan sedikit pun?"



Disamping itu, mungkin ada juga yang bertanya.

"Produk sebelah biasa-biasa saja, apa yang membuatnya laris manis gak karuan ya?"

"Aneh, Saya gunakan copywriting PERSIS seperti yang di pakai orang itu, tapi penjualan Saya dengannya berbeda seperti bumi dan langit" Sambil nunjuk orang yang di contek :)

Huff . . .

Jadi begini Saudaraku sesama pedagang.

Saya menjual sesuatu, sama seperti Anda, kita sama-sama menjemput rejeki lewat jualan.
Jika pertanyaan-pertanyaan diatas menghantuimu, saya coba berikan gambaran ya.
Saya share sesuatu yang Saya tahu dan sudah Saya praktik kan.

Gini,
Dalam dunia penjualan, ada namanya customer journey.
Terjemahan tarzan Saya, customer journey adalah sebuah perjalanan.
Dari orang yang belum kenal Anda, belum tahu apa produk yang Anda jual, sampai akhirnya mereka membeli.

Customer Journey itu ada tahapannya.

Simplenya seperti ini. .
Sekarang Anda mungkin hapal produk yang Anda jual luar dalam, Anda tahu lebihnya apa, Anda tahu manfaatnya apa. Tapi kira-kira orang yang Anda juali paham itu gak??

Jadi amatlah wajar, jika pasar belum paham, mereka tidak akan membeli.

Ingat saudaraku.
Pengetahuan orang lain tentang produk yang kita jual, itu berbeda dengan pengetahuan kita. Orang lain gak akan paham apa produk kita, sampai akhirnya kita menjelaskan kepada mereka.

Jadi, jangan mikir closing, closing, closing saja.

Pikirkan gimana cara membuat orang "Ngeh" sama produk kita. Atau bahasa gaulnya, edukasi pasar dulu.

Juga ingat saudaraku.
Dakwah saja butuh proses, apalagi jualan.
Nanti saat mengedukasi pasar, jangan terbawa nafsu.
Jangan buru-buru.

Pelan-pelan alias alon-alon, insyaAllah ada hasilnya.

Kalau kebawa nafsu saat mengedukasi, pasar jadi risih. Bukannya paham dengan produk yang Anda jual, malah nanti mereka kabur.

Saat edukasi pasar gunakan cara yang BAIK dan BENAR.

"Gimana tuh caranya?"

Gini,
Jualan pakai adab.

Perumpamannya seperti ini.
Ada sales door to door yang harus jualan dari pintu ke pintu.
Apa yang kira-kira dia lakukan untuk jualan?

Ya, ketuk dulu pintu si empunya rumah.
Setelah pintu dibuka, selanjutnya memperkenalkan nama toh?

Nah, mau jualan juga gitu, permisi dulu, kenalkan diri dulu.
Kalau mau jualan di sosmed, interaksi dulu.

Coba bayangkan, kalau si sales ketuk pintu, terus tiba-tiba jualan?
Yang ada si empunya rumah bakal ngusir si sales.
Untung-untung hanya diusir, kalau di usirnya sambil disiram air? hehe

Di Sosmed ada fitur Block dan UnFriend.
Gak butuh 2 detik untuk mengaktifkan fitur itu.

Kalau kita jualannya gak pakai adab, ya itu lah yang terjadi.
Mungkin gak di block, tapi ya gak juga di beli. Ups

Terus,
Jualan itu Simple Communication. Gausah dibuat rumit-rumit.
Sederhanakan bahasa, gunakan bahasa yang dimengerti pasar.

"CARA SINGKAT MENGHILANGKAN JERAWAT, CUMA BUTUH 3 DETIK, DIJAMIN !"

Ah, gak perlu seperti itu.
Gausah teriak-teriak gitu. Hehe

Nabi melaknat orang yang berjualan berlebihan, santai saja.

Gini aja
Pikirkan cara supaya Anda bisa ngobrol langsung dengan calon pembeli. Bisa pakai Email, BBM, LINE, WA, Fb Mesengger.
Kumpulkan calon pembeli sebanyak mungkin.
Terus ngobrol deh dari hati ke hati. Coba tanya apa masalahnya, kalau Anda punya solusinya, berikan. Simple.

Udahlah, jualan gausah kebanyakan gaya.
Pikirkan saja cara yang baik dan benar untuk mengedukasi pasar.
Buat yang awalnya gak kenal Anda jadi kenal.
Gak tahu produk Anda, jadi tahu.
Gak paham produk Anda, jadi paham.
Gak beli, jadi beli.

Kalau prospek sudah paham apa manfaat produk yang kita jual dan dia membutuhkannya, insyaAllah closing akan datang dengan sendirinya. Inilah disebut pasar yang matang, pasarnya sudah paham.

Prinsipnya Customer Journey adalah
"Semakin rumit dan mahal produk yang dijual, maka semakin panjang Customer Journey nya. Sebaliknya, jika semakin simple dan murah suatu produk, maka Customer Journey nya semakin pendek". Jual rumah, dengan jual kaos kaki, beda atuh customer Journey nya.

Sebenarnya ada lagi cara mengedukasi pasar dengan teknik Multiple-touch Point, Strategi Funneling, Pakai efek Social Proof, dengan content viral, retargeting, dan lain-lain.
Tapi karena Saya sudah capek nulis, berhenti sampai sini saja ya. hehe

Saya paham, beberapa dari teman-teman ada sejumlah pertanyaan di kepalanya tentang postingan diatas ini.

Kalau mau ngbrol langsung, monggo. InsyaAllah Saya terbuka.

Semoga ada manfaat yang bisa di petik.

Selamat melanjutkan aktifitasnya :)

Salam Hangat.
Dewangga N.
Founder entrepreneurID

2 Nov 2016
 
Top