Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Solusi Terbaik Jika kita bercita-cita bebas finansial tapi Buta Finansial dari Dewa Eka Prayoga



PUSIIIIIIIIING...!!!!!

Sekadar share....

Jika kita bercita-cita bebas finansial, tapi dalam keadaan Buta Finansial, siap-siaplah jadi orang sial: Ditipu mulu, rugi mulu, bangkrut mulu, cuapek!!

Itulah quote yang sering Saya katakan ketika mengajarkan bagaimana pentingnya seorang Business Owner untuk Melek Finansial sedini mungkin...

Kalau ada pengusaha yang terus menerus mengejar keuntungan tanpa memperhatikan hal lainnya, itu adalah pengusaha bodoh!

Kenapa?

Saya berani mengatakan demikian, karena faktanya memang demikian. Tidak jarang pengusaha yang curhat ke Saya tentang profitnya yang besar, tapi bisnisnya di ambang kebangkrutan. Wajar saja, karena ada mindset yang salah tertanam dalam pikiran si owner.

Meski tujuan utama berbisnis adalah mengejar profit, tapi kalau melupakan hal lain, ibarat dalam sepak bola bermain menyerang tapi melupakan pertahanan. Belum tentu bisa mencetak gol, tapi pertahanannya dibuka lebar. Bisa-bisa lebih banyak kemasukan gol daripada mencetak gol, karena berapapun gol yang dicetak jika lawan mencetak lebih banyak gol berarti akan tetap kalah...

Begitu juga dalam bisnis, jika kita dipilihkan dengan dua pilihan mana yang lebih penting antara profit dan cashflow, maka jawabannya adalah CASFHLOW.

“Cashflow lancar, profit tinggal mengikuti. Sebaliknya, profit lancar, cashflow belum tentu mengikuti”

Bisa jadi pengusaha salah memutuskan dan kemudian menggunakan profitnya untuk sesuatu yang tidak penting sehingga pengeluaran membengkak dan profit malah habis.

Jadi profit memang penting karena itulah tujuan bisnis. Akan tetapi cashflow yang lancar jauh lebih penting. Stabilkan terlebih dulu cashflow pada bisnis Anda, terpenting Anda harus sanggup membayar semua pengeluaran rutin dan momental, semua kewajiban Anda, termasuk angsuran utang, pembayaran gaji, biaya operasional, pembelian bahan baku, tagihan listrik, koran, dan lain sebagainya harus bisa dibayar setiap bulannya.

Akan tetapi tetap kendalikan semua pengeluaran utang-utang dan lain sebagainya. Kemudian total semua pengeluaran itu harus lebih kecil dari pendapatan. Jika itu bisa dilakukan berarti cashflow cukup lancar jika setiap bulan semua itu sudah stabil dan Anda sanggup memenuhi semua kewajiban, itulah saatnya Anda baru benar-benar mengejar profit.

Kalau cashflow saja berantakan dan tidak menentu, bagaimana mau merancang strategi yang menguntungkan.

"Profit is King, Cash is Queen"

Ya. Jika profit adalah rajanya, maka cash adalah ratunya. Seorang ratu masih bisa hidup tanpa raja, tapi seorang raja tidak bisa hidup tanpa ratu. Begitulah prinsipnya... seperti yang sedang saya rasakan sekarang, di rumah sendirian. Rindu. Berat. #curhat 🙈

Balik lagi...

Artinya, kalau Cash ada, Profit nggak ada, bisnis Anda masih bisa jalan. Tapi kalau Profit ada, Cash nggak ada, bisnis Anda mati....

Apa bedanya profit dan cash?

- Profit itu teori, Cash itu nyata
- Profit itu di atas kertas, Cash itu di dalam rekening
- Profit itu di laporan keuangan, Cash itu di kantong kita
- Profit itu nggak bisa dipakai, Cash itu bisa dipakai

Kita bayar gaji karyawan bukan dengan profit, tapi dengan cash. Kita bayar listrik, telepon, dan sewa tempat bukan dengan profit, tapi dengan cash.

Sekarang Anda sudah tahu apa bedanya profit dan cash?

Banyak pengusaha yang masih bingung membedakan mana profit mana cash. Seringkali mereka menganggap bahwa profit itu sama dengan cash, PROFIT = CASH. Padahal belum tentu.

Ketika Anda mendapatkan Omset, pastikan ada Profitnya...

Ketika Anda mendapatkan Profit, pastikan ada Cashnya...

Wah, memang rada njlimet kalau menjelaskan soal finansial dalam bisnis. Tapi ini penting!

Makanya, belajar finansial bisnis di http://melekfinansial.co. Malam ini ditutup pendaftarannya.

Daftar sekarang.
Belajar bareng Rendy Saputra.

Semoga bermanfaat
 
Top