Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Strategi Bisnis dibalik Doa Bebas Hutang dari Yazid Asrofi

Bacaan Wajib bagi Pebisnis yang Terlilit Hutang, di tulis oleh kang Rendy Saputra(gak bisa tag😭) dalam 3 Part. Tapi saya satukan dalam satu tulisan.

Saya Share karena sangat bermanfaat

************

Abu Umamah tersedu diluar waktu sholat. Memaku diri di pojok masjid. Lalu Rasul pun tak sengaja melihatnya dan bertanya, apa gerangan yang membuat Abu Umamah bersedih hati.

"Hutang ya Rasulullah, Hutang.." jawab Abu Umamah penuh gundah.

Maka Rasul pun berkata "maukah engkau kuajarkan sebuah doa, yang apabila kau baca di pagi dan petang, maka Allah akan melunasi hutang-hutangmu..."

Tentulah Abu Umamah langsung menyambutnya dengan penuh semangat.

Terhadir Doa pada 14 abad yang lalu, atas sebab masalah Abu Umamah ...

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ , وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ , وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ , وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kebakhilan dan sifat pengecut. Dan aku berlindung kepada-Mu dari terjerat hutang dan ketertindasan.” (Riwayat Abu Dawud)

*****

Doa tersebut dapat kita temukan dalam berbagai rangkaian dzikir. Sebuah doa yang cukup familiar dikalangan ummat Islam.

Berbicara tentang melunasi hutang, sebenarnya berbicara tentang bagaimana menghadirkan pemasukan lebih besar daripada kebutuhan hidup, untuk kemudian kita dapat menyelesaikan hutang yang kita miliki.

Bisnis sebenarnya memiliki kaidah yang sama. Penerimaaan dari transaksi penjualan, harus melebihi cost operasional dan berbagai biaya terkait yang ada. Barulah hadir profit. Dan dari profit inilah kita dapat memperbanyak modal bisnis atau melunasi hutang yang ada.

Disinilah Saya menemukan titik temu antara proses mengejar pembayaran hutang dan proses bisnis. Keduanya hampir memiliki tujuan dan target yang sama : pemasukan besar.

*****

Jika kita meresapi kembali doa bebas Hutang, maka kita akan menemukan kode-kode rahasia dari pertumbuhan kehidupan seseorang.

Walau sebab hadirnya doa ini adalah kasus hutang, namun permasalahan hutang tersebut terucap pada bait doa keempat. Tiga bait pertama dari doa bebas hutang ini berbicara hal-hal diluar hutang. Inilah hal yang jarang disadari.

Mari kita bahas satu persatu,

1. Berlindung dari hamm (gundah) dan hazan (sedih)

Doa ini diawali dengan permohonan berlindung dari kegundahan dan kesedihan. Hal ini menuntun kita pada sebuah pemahaman penting bahwa gundah dan sedih adalah penghalang produktifitas.

Hamm atau gundah adalah gemuruh gelisah di hati. Pebisnis yang menjalankan bisnisnya dengan kegelisahaan seperti seseorang yang berkendara didalam kabut tebal. Ia akan sulit melihat jalan secara jelas. Kegelisahan bukan hanya disebabkan oleh hutang, bisa jadi oleh luka masa lalu, kekecewaan, kemarahan dan banyak emosi negatif lainnya.

Makadari itu, ketika Anda sudah berniat bahkan sedang menjalankan bisnis. Sering-seringlah memohon sakinah didalam hati. Dan bermohonlah agar kegundah tidak menggelayut di dalam hati Anda.

Doa ini seakan mengajarkan kepada kita agar membereskan masalah hati kita terlebih dahulu, baru melangkah dengan baik. Hindarkanlah kegelisahan, karena Allah selalu membersamai hambaNya. Hapuslah kegelisahan dengan meyakini bahwa Allahlah yang menggenggam masalah beserta jalan keluarnya.

Berikutnya adalah hazan. Kesedihan ternyata menurunkan motorik hingga 40% lebih. Orang sedih cenderung tidak sigap, lunglai dan tak ber-energi. Kesedihan juga menurunkan kecepatan berfikir. Hal ini tentu menghambat produktifitas Anda.

Hazan atau sedih adalah sebuah sikap tidak menerima apa yang sudah terjadi. Kata hazan biasa disandingkan dengan khauf atau khawatir. Bedanya dengan hazan, khauf adalah khawatir atas apa yang akan terjadi.

Banyak diantara pebisnis yang masih menyimpan "hazan" didalam dirinya. Ada yang tidak terima dengan apa yang sudah terjadi, cenderung menyesali berlebihan, bahkan selalu berandai-andai agar ia bisa mengulangi hidupnya. Dan yang paling parah adalah sikap menyalahkan taqdir atas apa yang terjadi hari ini.

Maka sangatlah jelas, kesedihan haruslah hilang dari hati Anda. Disinilah pentingnya bersyukur. Disinilah pentingnya melakukan reframing atas apa yang terjadi. Disinilah pentingnya kita memohon Allah membahagiakan hati kita.

Alhamdulillah, banyak hutang, mungkin ini cara Allah gugurkan dosa-dosa dan pacu Saya menjadi lebih ptoduktif.

Alhamdulillah, ketemu supplier yang tidak amanah, mungkin ini pelajaran agar terus perbaiki sistem purchasing atau sistem kontrol yang baik.

Alhamdulillah, Allah Maha Penyayang, masalah sebegini berat, Saya masih diberi kesempatan jualan, masih diberi kesempatan bergerak.

Yuk.. hapus kesedihan.

*****

Sohib2 di sini yang disayangi Allah. InsyaAllah tulisan ini akan di buat 3 part. Belajarnya pelan-pelan. Jadi gak kaget.

Menurut Saya, inilah PR besar bagi seorang pebisnis. Terkadang solusi itu bukan pada canggihnya cara bisnis atau hebatnya strategi. Terkadang solusi bisnis itu hadir dari ketenangan bathin, kejernihan jiwa dan hati yang terus bersyukur.

Sebelum biacara strategi, tanyakan pada batin kita, apakah kita dalam kondisi gundah? apakah kita dalam kondisi sedih? Apakah kesedihan kita ini adalah sedih taqorub ataukah sedih kufur nikmat?

Tak ada gerak positif yang terjadi didalam kekeruhan. Tak ada cahaya jiwa yang memancar dari kesedihan.

"Percuma mobil mantep, kalo kaca depannya kotor, pekat berdebu. Itulah hati, sebagaimana pun lebarnya jalan, jika kaca depan kotor, jalan tetap tidak kelihatan" - Aa' Gym

Saling mendoakan ya Shob...

Strategi Bisnis dibalik Doa Bebas Hutang
(Part 2)
.
Share shob jika bermanfaat.
.
Melanjutkan tulisan yang kemarin. Kali ini kita akan membahas bait kedua dari doa bebas hutang.

Pada bait pertama, doa ini berbunyi :

Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal hazani

Ya Allah, aku berlindung dari kegundahan dan kesedihan.

Di bait kedua, dilanjutkan dengan :

Wa a'udzubika minal 'ajzi wal kasali

Dan aku berlindung dari rasa lemah dan rasa malas.

Maka, pada pembahasan kali ini, kita akan berfokus pada dua hal ini :
Kelemahan & Kemalasan.

*****

Menyimak doa ini, kita akan memahami bagaimana sebenarnya seseorang bisa terbebas dari hutang atau mencapai apa yang Ia targetkan. Pada tulisan kemarin, Saya sudah membahas bahwa proses berjuang melunasi hutang sangatlah mirip dengan proses bisnis, dimana seseorang dituntut untuk menghasilkan pemasukan yang besar.

Pertama-tama, seseorang harus mengatasi rasa gundah dan sedihnya terlebih dahulu. Maka doanya berbunyi hammi wal hazani.

Kemudian, setelah selesai pada level ketenangan jiwa, seseorang harus mampu bergerak. Maka ia harus mengatasi perasaan lemah dan malasnya. Secara sederhana, dia sudah tenang, tapi jika tenang saja tanpa bergerak, masalah tidak akan selesai.

Lalu pada bait ketiga, "aku berlindung dari kepengecutan dan kebakhilan" - jubni wal bukhli. Dahsyatnya Doa ini, doa ini menuntun seseorang agar tidak hanya bergerak menyelesaikan permasalahan dirinya, namun juga bergerak membantu orang lain. Bait ketiga ini akan kita bahas esok hari.

Kali ini kita akan berfokus membahas langkah kedua.

*****

Saya mengasumsikan, sahabat Ziders telah membaca tulisan Saya di hari kemarin. Anggaplah sekarang kita telah tenang, kita telah mampu melewati kegundahan dan kesedihan kita. Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?

BERGERAK!

Permasalah hutang yang begitu menekan atau target bisnis yang begitu dahsyat terkadang membuat seseorang berada pada perasaan "lemah". Ada jarak yang menganga antara cita-cita dan realita.

Kita terkadang mencitakan lunas hutang, tetapi fikiran tidak mampu menjangkaunya, jejaring terbatas, kemampuan tak ada. Akhirnya kita terjebak pada perasaan lemah.

Hebatnya Doa ini, doa ini menggabungkan rasa lemah dan malas, karena itulah algoritma ini terjadi : Setelah seseorang merasa lemah, ia akan merasa malas.

Kita yang merasa lemah akan mudah enggan melaksanakan sesuatu. Inginnya tidur, lari dari kenyataan, menutup diri, dan ini adalah fase berbahaya bagi seseorang yang sedang berjuang. Termasuk dalam bisnis.

Maka doa ini mengajarkan kita agar berlindung dari rasa lemah dan malas. Dan mentransformasikan kedua perasaan itu menjadi perasaan mampu dan giat.

Catatan penting, kita bukan diminta untuk merasa kuat, karena kekuatan hanya milik Allah. La haula wa la quwwata illa billah. Tidak ada kekuatan kecuali kecuali kekuatan dari Allah.

Yang harus kita bangun adalah keyakinan bahwa ad Zat yang dapat memampukan, ada Zat yang dapat menguatkan, ada Zat yang dapat membuat kita bisa melakukan hal yang menurut kita mustahil untuk dilakukan : Allah.

Maka obatilah rasa lemah kita dengan ilmu akan Allah dan keimanan padanya. Sampai saat ini, Saya sulit berfikir, bagaimana seorang atheist dapat menjalankan bisnis dengan tangguh. Saya akui bahwa banyak atheist yang berbisnis, namun Saya tak mampu menyelami betapa berat tekanan hidupnya.

Bagi Theist atau orang yang beriman, kita menyadari diri kita lemah, Namun Allah Maha Kuat. Kita menyadari bahwa jejaring kita terbatas, tetapi kita harus meyakini bahwa Allah mampu mempertemukan kita dengan siapa saja. Kita menyadari bahwa modal kita terbatas, tetapi kita harus menyadari bahwa Allah tak terbatas modalnya. Lahu ma mirotsussamawati wa ma fil ardh, di tanganNyalah segala perbendaharaan kekayaan langit dan bumi. Seisi alam semesta.

Perasaan akan "dimampukan" ini akan membuat kita dapat mengatasi perasaan selanjutnya : "malas".

Jika kita sudah membuka kemungkinan bahwa target kita insyaAllah tercapai, maka fisik akan relatif lebih ringan bergerak.

*****

Sahabat, dari paparan spritual Saya akan turun pada paparan bisnis di lapangan.

Saya banyak menemukan orang-orang yang tidak mau membuka diri. Saya meyakini bahwa mereka sedang terjebak dalam kelemahan dan kemalasan.

Respon-respon jawabannya senada ...

"Kang Rendy enak, pinter ngomong, nah saya?"

"Kang Rendy enak temennya banyak, nah saya?"

"Ya itu kan elu rend, gw mah beda, gak bakalan rend.."

Mulai saat ini, cobalah membangun kesempatan di hati, bahwa segala sesuatu itu mungkin.

Saya memohon kepada Anda yang tertaqdir bertemu tulisan saya, berhentilah mengurung diri, berhentilah mengumpat diri dan berhentilah memaku diri. Bergeraklah seperti air sungai yang mensucikan, jangan diam seperti air peceran. Maaf ya. Nusuk.

Bergerak itu membuka kesempatan demi kesempatan. Mulailah bertemu dengan banyak orang. Jika tidak bisa hadir pada seminar berbayar, datanglah pada temu-temu positif, bergaulah dengan orang-orang positif. InsyaAllah Anda akan sembuh dari rasa lemah dan malas.

Mari, bukalah kesempatan dengan bergerak. Sayangi diri Anda, teman-teman yang menginginkan kebaikan hidup untuk Anda. Orang tua yang menunggu baiknya kehidupan Anda.

*****

Sebenarnya Saya takut Anda bosan, tapi sosok ini memang layak dibahas terus. Salah satu yang membuat Dewa Eka Prayoga mampu perlahan menyelesaikan masalahnya adalah ... karena Dewa berhasil keluar dari jebakan emosi negatif ini.

Andai Saya dapat memfilmkan Mas Dewa, maka saya akan Gambarkan dengan nyata bagaimana Dewa di tahun 2012. Bagaimana pengetahuannya, jejaringnya, bagaimana kondisi kehidupannya. Tapi Dewa tidak mengukur masalahnya dengan dirinya saat itu, Dewa mengukur masalahnya dengan kebesaran Allah subhanahu wata'ala.

Jujur Saya banyak belajar, bagaimana Dewa silaturahmi ke banyak Guru, mendengarkan dengan seksama, melakukan riset, belajar, tekun, dan akhirnya terselesaikan juga.

Ya Rabb, semoga kita bisa meneladani yang baik-baik dari beliau.

Oleh: Rendy Saputra (CEO KeKe)

Strategi Bisnis dibalik Doa Bebas Hutang
(Part 3)
.
Share jika bermanfaat.
.
Sampailah kita pada bagian akhir dari serial tulisan Doa Bebas Hutang. Sebuah tulisan yang menutup tulisan-tulisan Saya sebelumnya.

Pada bait pertama, kita diminta berlindung dari hamm dan hazan. Kegundahan dan kesedihan. Kita diminta untuk tenang. Kita diminta untuk dapat menerima apa yang telah terjadi. Kita diminta untuk jernih menghadapi masalah. Jangan gundah, jangan sedih.

Pada bait kedua, kita diminta untuk berlindung dari rasa lemah dan malas. Kita diminta untuk bergerak, berusaha sekuat apa yang kita bisa. Karena disanalah tercipta peluang dan berbagai kesempatan.

Pada bait ketiga, lafadz doa yang terlisan dari Rasulullah adalah..

"...wa a'udzubika minal jubni wal bukhli..."

Dan aku berlindung dari kepengecutan dan kebakhilan. Seakan doa ini mendorong kita untuk berani dan banyak menderma.

Bait ketiga inilah yang akan menjadi fokus pembahasan kita pada kesempatan kali ini.

*****

Menyelami doa ini, kita akan dikejutkan akan rahasia-rahasia besar didalamnya.

Yang pertama, bait ketiga dalam doa ini menunjukkan gejala dari seseorang yang berhutang atau sedang ingin menggapai pemasukan yang besar.

Seseorang yang sedang dalam himpitan hutang biasanya memilih untuk memikirkan dirinya sendiri. Karena secara alamiah, mereka pasti tertuju pada permasalahan yang mereka alami. Jika mereka terus menerus memikirkan diri sendiri, maka tertutuplah ruang kemungkinan untuk menolong orang lain.

"Aku kan dalam masalah, harusnya aku yang harus ditolong"

"Allah Maha Tahu, aku sedang sulit, gak papa lah kencleng masjid ini lewat, aku banyak hutang"

"Aku lagi gak bisa bantu siapa-siapa, karena aku sendiri lagi butuh dibantu."

Secara alami, jika tidak disadari, seseorang yang terhimpit hutang mendadak jadi bakhil. Mendadak jadi tak mau berbagi. Dan keberterusannya adalah kepengecutan dalam berbagai kondisi.

Tak jarang, ada yang mulai tidak berani ketemu orang. Tidak berani mengangkat telepon. Tidak berani menjelaskan masalah yang sebenarnya ia hadapi.

Doa ini mendorong kita untuk berani dan berderma..

Yang kedua, bait ketiga dari doa ini menunjukkan jalan terbaik dari keluar dari masalah : yaitu membantu orang lain. Karena membantu orang lain ini adalah lawan dari bakhil.

Barangsiapa memudahkan seorang hamba dari kesulitan, maka Allah akan memudahkannya dari kesulitan dunia dan akhirat.

Begitulah kaidah hidup ini bekerja...

Tolonglah orang lain, maka Allah akan menolongmu.

Dan ini hal yang jarang kita sadari. Sudah selayaknyalah kita memohon kepada Allah, untuk terhindar dari keburukan kebakhilan dan diberi kekuatan untuk terus berbagi. Entah berbagi waktu, tenaga, fikiran, perasaan, hingga keterampilan. Tidak selalu melulu berbagi uang.

*****

Sahabat yang budiman. Inilah bukti bahwa kita harus terus berbagi dan berbagi. Jangan pernah egois.

Jika kita sedang berbisnis, mari pancang niat didalam diri, bahwa kita harus bergerak untuk menolong sesama, entah dengan apa yang kita punya saat ini. Karena disanalah pertolongan itu "terpancing" datang.

Jika kita sedang terlilit banyak hutang, berfikiah sebuah hal yang mendalam : amal sholih apa yang sekiranya aku bisa lakukan agar aku bisa terbebas dsri segala himpitan hutang yang ada. Derma dalam bentuk apakah yang bisa aku berikan, agar Allah menolong kehidupanku?

Semoga para sahabat memahami kaidah ketiga ini...

Tolonglah maka ditolong..
Bantulah maka dibantu..
Lapangkanlah maka dilapangkan..
Mudahkanlah maka dimudahkan..
Lancarkahnlah maka dilancarkan..

Selamat berderma...

*************
Yazid Asrofi
disini.pw/KuliahOnline

Fhoto : Semoga rezeki kita semanis gula terbaik dan tersehat daun stevia inih.
 
Top