Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Di luar rumah mungkin saya akan tampak superior.

Tapi di dalam rumah maka suami saya adalah imam saya. Surga saya ada di suami saya.

Kami sama sama orang intuiting extrovert. Tapi saya adalah orang influence dominance. Suami saya adalah orang compliance steady.

Kebayang kan gimana rasanya hidup berumah tangga? Secara sifat beda jauh.

Tapi berumah tangga itu bukan masalah ego lagi. Ada satu visi misi yang kami bangun. Bagaimana rumah tangga kami ini dapat ridhoNya dan surgaNya.

Apalah arti ego pribadi tapi rumah tangga jadi hancur lebur.

Tidak mungkin Allah menciptakan kami berpasangan tanpa maksud. Dia adalah sebaik baik perencana.

Dulu awal awal cek cok iya. Tapi ketika kami tau ilmu berumah tangga. Ya akhirnya kami saling memahami. Harus saling memaklumi.

Gimana cara tau ilmunya?

Kalau kami mendatangi orang yang paham ilmunya. Waktu itu kami mendatangi ibu septi peni dan pak dodik.

Saya juga bergabung dalam komunitas institut ibu professional.

Kami ikhtiar nyari ilmunya. Kami ikhtiar datang ke majelis majelis ilmu.

Makanya ketika terjadi cek cok antara suami istri. Mungkin kamu belum tau ilmunya. Belum paham karakter satu sama lain. Belum bisa memaklumi bahwa pasangan kita bukan makhluk sempurna dan punya kelemahan.

Kami sering jadi tempat curhat para emak emak. Dan yang kami lakukan adalah jangan datang ke kami sendirian. Ajak serta pasangannya.

Biasanya suami yg bagian memahamkan suaminya. Saya yang bagian memahamkan istrinya.

Apakah kami pakar parenting? Bukan...

Kami adalah pasangan pembelajar. Kami concert pada couplepreneur.

Support antar pasangan itu sangat perlu :). Istrimu butuh imam yang tangguh. Suamimu butuh manager rumah tangga yang hebat. Saling melengkapi.

Rumah tangga itu bukan perkara satu atau dua tahun. Tapi sehidup semati. Long term.

Kalau kuliah aja belajarnya selama 4 tahun. Dan kita hanya belajar satu bidang ilmu.

Sedangkan perkara menikah harus butuh belajar sepanjang masa. Karena semua ilmu diperlukan.

Tidak ada superman dalam rumah tangga. Yang ada adalah superteam.

Istri kita adalah bagian dari proses eksekusi yang suami rencanakan. Jadi semua berperan penting. Karena mendidik anak tak boleh gagal karena tak bisa diulang.

Apa yang saya tulis bukan berarti suami aja yang harus belajar dan intropeksi diri. Tapi sang istri juga harus belajar juga.

Dua duanya harus saling intropeksi.

Ingat kapal bisa berlayar karena ada sang nahkoda yang menunjukkan arah berlayar. Pun juga seorang suami sebagai imam dalam keluarga, mau dibawa kemana arah rumah tangganya nanti?

Itu yang harus direncanakan. Suami harus punya visi misi untuk bisa dicapai semua anggota keluarganya.

Bisnis hebat, keluarga dekat, rezki manfaat

Tri Widayanti
Founder Komunitas Emakpreneur Indonesia
Owner Fabil Group
Penulis buku From Reseller to Business Owner.
 
Top