Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

PENJELASAN TENTANG SEDEKAH SAAT BANGKRUT DARI Billy Syahrul Maulana



Tidak sedikit orang yang ngalamin bisnisnya bangkrut, bahkan ada yang ngalamin bangkrutnya lebih dari 1 kali.

Terus saya suruh sedekah... :-D
Udah bangkrut, di suruh sedekah.

Ngomongin sedekah nggak akan pernah ada matinya. Tapi pembahasan ini akan menjadi sangat menarik ketika dihadapkan pada orang-orang yang lagi bangkrut.

Kenapa?

Jelas, keimanan dan ketaqwaannya pada Allah akan diuji. Beranikah, atau takutkah...

Kenapa Saya bilang seperti itu?

Karena bagi orang-orang yang bangkrut, jangankan bersedekah, untuk membiayai kebutuhan hidup aja susah. Bener gak?

Tapi di sisi lain, mereka dihadapkan dengan dilema luar biasa antara bersedekah atau membayar utang/menutupi kerugian. Hayo, milih mana?

Ada seorang kawan yang curhat ke Saya untuk bertanya dan penasaran,
"bung, menurut bung billy, mendingan mana, bayar utang dulu, atau sedekah dulu?"

Dihadapkan dengan pertanyaan seperti itu, tentu membuat Saya bingung.
Tapi bukan justru menampakkan kebingungan, Saya malah tersenyum sembari berkata:

"Mas, yang Saya tahu, bayar utang itu wajib, sedangkan sedekah itu nggak wajib.
Dengan pemahaman demikian, tentu Mas tahu kan mana yang harus didahulukan?"

Rasulullah bersabda:
"Menunda pembayaran hutang bagi orang yang kaya itu suatu kedzoliman"

kawan Saya pun akhirnya tahu apa yang harus dia lakukan.

Bahkan saya dapat cerita dari kang dewa, ada juga yang konsultasi seperti itu

orangnya penasaran dengan cara Kang Dewa dalam membayar hutang 7,7 miliar. Pertanyaan pun keluar dari mulutnya,

"kang Dewa sendiri, kan tanggungannya besar tuh, nyampe miliaran, itu gimana cara selesainnya?"

Ah, ini orang, sudah diprediksi, ujung-ujungnya pasti akan bertanya hal ini. Terus kang dewa jelaskan...

"Mas, kasus Saya berbeda..."

"Pertama, utang 7,7 miliar sebenarnya bukan utang,melainkan kerugian yang harus Saya tanggung. Jadi, secara syara', jatuhnya bukan utang, melainkan sedekah.

Sehingga sambil mengembalikan uang investor, Saya bisa niatkan untuk sedekah."

"Kedua, nilai kerugian tersebut bukan cuma jutaan, tapi miliaran.
Bakal gak masuk akal kalau Saya mendahulukan bayar utang ketimbang sedekah.

Misalkan penghasilan Saya 5 juta per bulan, utang Saya 7,7 miliar, maka untuk bisa lunas dan bebas utang,

Saya membutuhkan waktu 128 tahun. Aih, keburu mati. Maka, Saya mendahulukan sedekah. Karena Saya ingin menjemput keajaiban..."

"Ketiga, Saya yakin sama janji-janji Allah. Ketika Allah memerintahkan kita bersedekah, maka bersedekahlah. Ketika Allah memerintahkan kita bersedekah dengan harta yang dicintai, maka lakukanlah. Ketika Allah memerintahkan kita bersedekah saat kondisi sempit, maka cobalah."

Nahhh.. terjawab tuh.

Ada lagi yang sedikit nyeleneh, di nanyanya gini, “bung saya belum ngerasain Bangkrut.”

Apa yang akan anda jawab kalau ada yang jawab gini?

Kalau saya langsung tersentak, “bagus dong, bisnis apa mas? mau bangkrut ?”

“saya belum punya bisnis bung... hehee”

Ishh, #Bajindul,,,
ko kesel ya

“ya bangun bisnis dong mas...”
Tapi saya gak mau bangkrut bung,”
#tambahKesel

“ya udah jangan bangun bisnis” jawaban keselku

“Ada alternatif Lain gak bung?”

Nahhh kan, baguuuss ternyata dia gak lagi bercanda, sambil mikir sebentar, dan saya keingetan
“fyuuhh.. jadi reseller saja”

“males, mesti nyetok, ujung-ujungnya bangkrut juga bung”
Yeee ni orang malah makin ngeselin

“ya udah di join jadi Billionaire Store saja di resellerbillionairestore.com di sana gak perlu nyetok barang, tinggal jualin, di jamin gak bangkrut, belajar di sana caranya berbisnis untuk meminimalisir kebangkrutanmu”

“oohhh gitu ya bung GRATIS kah?”

Gak mau jawab lagi, terserah dia saja karena malam ini pendaftaranya di tutup dan udah ketahuan ni orang mentalnya penakut dan maunya gratisan.

Beda sama kawan-kawan di billionaire store, kita percaya setiap pilihan memiliki resiko, tapi bagaimana kita meminimalisir resiko tersebut, salah satunya dengan sedekah.

Semoga dapat hikmah dari beberapa cerita di atas,

Sebelum Anda share tulisan ini, saya penasaran siapa yang belum dan gak mau ngalami kebangkrutan?
 
Top