Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)


MENTAL MISKIN AKUT

Tenang, bukan Anda. Hehe

Saya hanya ingin flashback kehidupan Saya di masa lalu, saat bangkrut.

Jadi saat itu, uang di tabungan terkuras habis untuk bayarin kerugian para investor yang nagih secara brutal.

"Pokoknya balikin duit gw sekarang!"
"Gw gak mau tahu, transfer ke no rek ini!"
"Kalo lo gak transfer sekarang, gw kejar lo sampai kapanpun"

Aih. Sadis!

Terlihat seakan drama, tapi memang begitulah adanya.

Mereka yang udah baca novel bidadariuntukdewa.com akan tahu betul betapa mengerikannya ancaman mereka.

Ah, sudahlah, jangan dibayangkan. Beraaaaaaaattt!!

Salah satu hal yang saya lakukan saat itu adalah berusaha untuk tetap tenang. Walaupun aslinya gak bisa tenang. Heu

Tapi bacaan buku di masa lalu tentang pengembangan diri dan motivasi seolah menguatkan saya untuk tetap tegar menghadapi ujian yang datang.

"Sabar. Ini ujian..."
"Tenang. Kamu pasti bisa lewati ujian ini!"
"Santai. Semuanya pasti selesai..."

Indah banget kata-katanya... Beeeuh! Setidaknya cukup untuk menguatkan diri.

Dan salah satu yang membuat Saya bisa tegar dan sabar adalah ketika Saya menuliskan kata-kata so bijak di buku saya sendiri, bunyinya kurang lebih begini:

"Kaya itu mentalitas. Tidak punya uang hanya kondisi sementara". ✍️

Yassalaaaam! Kata-kata penguat batin itu terus terngiang-ngiang di dalam kepala. Padahal buatan sendiri. Hahaha

Ya, kaya itu mentalitas. Itulah keyakinan yang Saya miliki sampai detik ini.

Kenapa ada orang yang bangkrut gila-gilaan dengan mudahnya mereka bangkit dan langsung melesat gak karuan?

Ya, mentalnya kaya.

Kenapa ada orang yang bisnisnya gagal terus-terusan tapi mampu bertahan dan akhirnya menemukan puncak suksesnya?

Ya, mentalnya sukses.

Kenapa ada orang yang rugi melulu dan hidupnya diuji melulu tapi tetap bersyukur akan keadaan yang dialaminya?

Ya, mentalnya luar biasa.

Lha kita....
Anda.

Baru bangkrut kecil, pundung...
Baru gagal sekali, mewek...
Baru rugi dikit, ciut...

Aih, pret!!!
Mental kaya gitu ngarep sukses? Ngimpi!

Buang tuh jauh-jauh..

Termasuk, mental miskin akut ini.

Apa aja tuh?

Pertama, MINTA-MINTA.

"Bang, bagi duit dong bang..."
"Pak, sedekahnya dong pak..."
"Mas, minta diskon dong mas..."

Lama-lama bisa kaya, "Mama minta pulsa...".

Ah. Ampun dah!

Hobinya cuma minta-minta. Seakan menunjukkan bahwa dirinya gak bisa ngelakuin apa-apa. Padahal Allah udah menciptakan kita sempurna. Hufh!

Lagian, kalau mau minta-minta, mintanya ke Allah aja, jangan ke manusia. Jangan tunjukkan kemiskinanmu di hadapan orang! Harga diri jaga kenapa....

Dulu pas saya gak punya duit, mental tetap disetting kaya. Caranya?

Setiap kali ketemu orang, tetap menjaga postur dan menawarkan bantuan, "Pak, apa yang bisa saya bantu?". Logikanya, siapa sih yang gak mau dibantu? Bener gak? Itu dia.

Termasuk, kalau sekiranya ada hal beririsan, saya langsung menawarkan, "Pak, apa yang sekiranya bisa kita sinergikan?".

Itu settingan mental kaya. Daripada cuma minta-minta, "Pak, tolongin saya dong pak, lagi bangkrut nih pak. Atuhlah pak...".

DL! Derita lo... #kejam

Kedua, NUNGGU ILMU.

"Kang, di Surabaya kapan?"
"Kang, di Makassar kapan?"
"Kang, di Medan kapan?"

Halah! Giliran gw ngadain seminar disana, lo kagak datang. Ngomong doang lu...

Begitulah mental si miskin akut. Mereka nunggu ilmu datang, bukan menjemput. Padahal siapa juga yang butuh... Parah...

Saya pribadi berusaha untuk terus menjemput ilmu. Dimana ada ilmu, disitu ada aku. Ciaelah...

Tapi serius. Saya predator ilmu. Haus dan lapar akan ilmu-ilmu baru. Bahkan ketika status ini ditulis, saya sedang berada di Bali untuk mengikuti mastermind yang harganya terbilang gak murah. Kok ikut? Karena ilmu harus saya jemput. Prinsip!

Ketiga, PELIT BANGET.

Udah bisnisnya pailit, pelit pula. Hmh, dasar, Miskin kuadrat! Helooooww...

Kalau miskin secara harta, please jangan miskin secara waktu, ilmu, dan tenaga. Anda kan masih bisa berbagi banyak dengan orang-orang sekitar.... Jangan membatasi diri bahwa berbagi itu harus harta. No! Bagikan apa yang bisa kamu bagikan. Jangan pelit...

Lucunya, kemarin ada yang komen gi

ni di komentar status saya, "Kalau niat berbagi ilmu gak harus nunggu komen 1000 kang...". Saya sih jawabnya simpel, "Yowis, saya gak niat". Hayo....

Orang-orang miskin ini selalu minta lebih, tapi gak mau bayar lebih....

Bahkan hanya sekadar komen dan share, pelitnya minta ampun.

Salah satu mental miskin lainnya adalah...

Pas kemarin Saya post status di FB tentang workshop extremefunneling.com, "Kang, kok Workshopnya mahal?".

Jawaban halus saya dalam hati, "Yaudah, daripada bilang Mahal, mendingan berdoa aja sama Allah supaya dimampukan bayar. Mahal itu kan karena uang di kantong lebih sedikit dibanding investasi atau harga yang ditawarkan. Iya, kan? Jadi, berdoa aja ya, semoga dimampukan. Aaamiin...."

Nyessss! Adem bener...

Tapi kadang saya kesel juga ngadepin orang gitu. Pengen banget bilang gini ke mereka, "Kalau pengen murah, baca buku saja. Kalau pengen gratis, baca status aja. Kalau masih banyak alesan, mending mati aja!" #PLAK

Ingat, harta boleh miskin, mental harus kaya...

NB: abaikan lipatan lemak dalam perut 🙈

JADI ORANG BESAR

"Siapapun yang mengerjakan visi besar akan disebut gila..."

Itu bukan pernyataan Saya, tapi perkataan Mark Zuckerberg, empunya Facebook, saat memberikan pidatonya di wisuda Harvard beberapa tahun lalu.

Jujur, Saya suka. Dan Saya setuju.

Tidakkah kita ingat perjuangan Muhammad Al Fatih saat menaklukkan Konstantinopel?

Tantangannya besar... Sangat besar. Ia harus berpikir keras bagaimana cara agar bjaa melewati laut dan benteng yang tingginya 18 meter serta harus mengalahkan pasukan konstantinopel yang dikenal sangat kuat itu.

Pertanyaannya, apakah Muhammad Al Fatih menyerah? Apakah ia mundur? Apakah ia menarik kembali pasukannya?

Oh ternyata tidaaak...

Bahkan ketika pasukannya sendiri berkata, "Ah, sepertinya tidak mungkin. Tidak akan berhasil..."

Tapi apa yang Muhammad Al Fatih katakan? Ya, maju terus. Lakukan!

Seperti yang mungkin Anda tahu, Muhammad Al Fatih mengusulkan "ide gila" saat membobol benteng konstantinopel. Ya, ia mengerahkan pasukannya untuk memindahkan kapal melewati perbukitan Galata agar bisa memasuki titik terlemah Konstantinopel, yaitu Selat Golden Horn.

"Tarik kapalnya melalui darat. Kita akan mendaki bukit karena orang Konstantinopel tidak akan berpikir kalau pasukan Muslim akan melewati bukit", seru Muhammad Al Fatih.

Bayangkan kawan-kawan...

Gimana gak crazy, puluhan kapal-kapal dan gallery seolah berlayar di perbukitan dalam 1 malam. GENDENG!

Tapi itulah Muhammad Al Fatih...

Visinya yang besar untuk bisa menaklukkan Konstantinopel tak membuat semangatnya surut. Terlebih, Rasulullah SAW telah memberikan pesan dalam sebuah hadits:

"Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan." (HR. Ahmad).

Coba perhatikan baik-baik...

Kalau kita hidup di zamannya, mungkin kitalah yang akan menjadi orang pertama mengecap bahwa Muhammad Al Fatih adalah "Gila". Lha wong gak masuk akal kok..

Tapi apa yang faktanya terjadi?

Konstantinopel berhasil ditaklukkan oleh orang yang dikatain 'gila' tersebut, bahkan pasukannya sendiri awalnya tidak memercayainya. Inilah konsekwensi dari seorang yang memiliki visi besar dan berpikir besar....

Begitu pula dengan Anda...

Mungkin visi kita tak sebesar Muhammad Al Fatih, tapi pernahkah kita menyerah hanya karena dicap "gila" oleh orang-orang terdekat kita...

"Saya ingin bebas riba!"
"Halah, mana bisa..."

"Saya ingin ahli sedekah!"
"Aih, sekarang aja hidup lo susah..."

"Saya ingin jadi orang kaya!"
"Mbo ya ngimpi ojo tinggi-tinggi..."

...dan sejenisnya.

Akan selalu ada...

Sekali lagi, akan selalu ada orang yang meremehkan dan menjatuhkan impianmu.

Belum lagi kalau kita punya visi besar memberdayakan ummat, misalnya:

"Ayo kita berdayakan Indonesia!"
"Halah.. Ngurus keluarga sendiri aja gak bisa, apalagi ngurusin negara"

"Ayo kita bermanfaat bagi sesama!"
"Halah... Hutang ke temen lama aja gak dibayar-bayar, ngimpi pengen manfaat bagi sesama"

"Ayo kita berjuang agar produk asing tak masuk ke Indonesia!"
"Hahaha... Jualan produk buatan sendiri aja gak laku-laku, kagak usah ngimpi lo!"

Akan selalu ada yang begitu...
Akan selalu ada yang tak setuju...
Akan selalu ada yang tak mendukungmu...

Tugasmu bukan menyerah dan putus asa, tugasmu justru terus maju sampai visi besarmu itu benar-benar tercapai, seperti Muhammad Al Fatih, yang mampu menaklukkan Konstantinopel & meraih visi besarnya.

Ayo jadi orang besar.

Mulailah memikirkan hal-hal besar...
Berhentilah berpikir kecil.

Jangan hanya berjuang demi diri pribadi semata.

Berjuanglah demi keluarga tercinta...
Berjuanglah demi negara Indonesia...
Berjuanglah demi agama Islam di dunia...

Dan dukunglah semua entitas serta orang-orang yang berpikir besar untuk itu semua.

Semoga berkenan disebarluaskan...
 
Top