Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Terkadang kita belajar, disaat yang lain kita juga mengajar.
"Sampaikanlah dariku walau satu ayat (H.R Bukhori)

Dari Munajat


KERENDAHAN HATI

"Kerendahan hati akan membuka pintu keilmuan, kemudian rejeki." - Jaya Setiabudi.



Masih tetap edisi mencoba belajar, dari update status teman-teman yang hadir di event Training For Mentor minggu lalu.

Guru saya kek Jamil Azzaini seringkali berujar, "ilmu itu sama seperti air. Ia hanya akan mengalir secara alami, dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah."

Ilmu...tak akan dapat masuk kepada mereka yang merasa dirinya begitu tinggi.

Manusia diberi oleh Allah sepasang kuping dan satu mulut. Mungkin itu menjadi sebuah pertanda, bahwa kita harus memberi porsi lebih banyak untuk mendengar (belajar), ketimbang berbicara.

Kalau hari ini kita menjadi guru, di lain waktu, kita bisa saja menjadi murid bagi yang lain.

Kiranya, tak ada satupun orang di dunia ini, yang merasa sudah cukup dalam belajar. Karena belajar adalah bagian dari proses kehidupan. Mereka yang tak lagi belajar, berarti sama saja telah mati.

Dannn....

Guru yang rendah hati itu juga kian bersahaja, namun tetap saja apa adanya. Karena mungkin baginya, kesederhanaan dan apa adanya, merupakan gaya hidupnya.

Mas J yang inspiring people juga manusia biasa, yang bisa kegerahan dan berpeluh keringat. Saat di panggung, beliau asyik saja menyeka badannya yang basah. Gak perlu jaim karena memang seperti itulah adanya.

Ketinggian berpikir dan bersikapnya, pastilah ditempa oleh kerendahan hatinya selama ini.

Belajar dari Sukma Lubis
 
Top