Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Beberapa penyebab atau sesuatu yang menyebabkan atau mengakibatkan bisnis itu bangkrut secara sengaja atau dibangkrutkan yang tidak banyak orang memahaminya.

MENUTUP BISNIS

Kemarin pagi ada seorang sahabat ngirim chat via WhatsApp yang kurang lebih isinya begini, "Kang, restoku kemarin resmi aku tutup...". Sontak setelah mendengar kabar tersebut, Saya langsung bertanya & kepo, "Kenapa?". 🤔

Dijelaskanlah alasan dibalik penutupan restoran tersebut. Dan setelah mendengarkan penjelasannya, akhirnya Saya pun memahami problematika persoalan yang terjadi. Bukan semata-mata gak profit, tapi memang karena ada faktor lain yang menjadi pertimbangan. Yasudah, gak apa-apa. Lakukan saja...

Sekadar flashback ke masa lalu, ngomong-ngomong soal nutup bisnis, Saya pribadi Alhamdulillah pernah menutup kurang lebih 11 bisnis selama 8 tahun ke belakang, baik disengaja (suntik mati) maupun tak sengaja (bangkrut beneran). #garuk2tembok 😱😭

Dan sebagai orang yang ahli dalam melakukan Grand Closing bisnis (hahaha), izinkan Saya berbagi pengalaman dengan Anda tentang kapan dan saat seperti apa baiknya kita menutup bisnis yang sedang dibangun.

Bismillah. Catat baik-baik.... Boleh share!

Pertama, RUGI BERKEPANJANGAN.

Kalau cuma rugi sesekali, itu wajar, namanya juga bisnis. Tapi kalau ruginya berkali-kali, layaknya sebuah hobi, ya jangan berdiam diri, buruan evaluasi.

Dan kalau setelah dievaluasi masih boncos juga, alias rugi berkepanjangan, yowislah, tutup ae!!!! 👊

Rugi berkepanjangan ini biasanya disebabkan karena:

✅ Gak ngerti bisnis
✅ Gak paham revenue streams
✅ Cost membengkak
✅ Margin kekecilan

Cek ayo cek, bisnis Anda gimana? 🤔

Kedua, PROFIT KEKECILAN.

Mungkin sebenarnya bisa jadi bisnis Anda itu menghasilkan profit, tapi ya itu tadi, profitnya kekecilan. Bahkan saking kecilnya, angkanya udah kaya karyawan gajian. Lha opo bedane? 😫

Nah, kalau bisnis Anda begini terus, gak usah ragu untuk suntik mati. Ngapain juga bisnis kalau profit yang dihasilkan terus-terusan secuil, bikin matamu lembab karena mewek terus tiap bulan. Hihihi 😭

Kecuali Anda siap bersabar hingga tujuh turunan, "Sabar... Sabarrrr... Nikmati saja prosesnya.", pembelaanmu keluar.

Makanya, pintar-pintar dalam mengurangi cost pengeluaran dan naikin omset penjualan, agar profitnya signifikan dan untungnya kerasa banget sama kita.

Profit kekecilan ini biasanya disebabkan karena:

✅ Cost operasionalnya boros
✅ Harga pokok produksinya mahal
✅ Omset penjualannya drop
✅ Gak bisa naikin value

Cek buru cek, perusahaanmu gimana? 🤔

Ketiga, UTANG MENUMPUK.

Kalau sampai utang bisnis udah numpuk, maka bisa dipastikan manajemen cashflownya ancur lebur berantakan. Maka saran Saya, hindari utang sebisa mungkin, walaupun itu utang perusahaan.

Percaya atau tidak, utang itu persoalan mental. Sekalinya ngutang, biasanya keterusan. Lama kelamaan jadi cara main. Gak bagus buat masa depan perusahaan.

Kecuali kalau emang udah terlanjur, ya mau gak mau harus segera selesaikan. Kalau makin hari makin numpuk, dan terus menumpuk, mending tutup aja bisnisnya. Kalaupun gak ditutup, entar bakal tutup dengan sendirinya. Gak kuatttt... Gak nahaaan... Ampuuuun.... 😩

Nyonya Meneer adalah salah satu perusahaan yang tutup karena masalah hutang. Konon katanya, perusahaan jamu legendaris ini tak mampu membayar kewajibannya (utang) hingga Rp 7,4 miliar. Beeuuuuh, cuma beda 300 juta sama utang kerugian Saya dulu. Mak!!!! 😱😁.

Utang menumpuk ini biasanya disebabkan karena:

✅ Mindset bisnis yang salah
✅ Salah pilih guru/mentor
✅ Keuangan acak-acakan
✅ Mental miskin si owner

Cek kuy ah cek, Anda gimana? 🤔

Keempat, KEHABISAN CASH.

Ah, ini mah gak usah dibahas. Kalau cash perusahaan dan duit Anda pribadi udah nol besar, alias habis sehabis-habisnya, gak usah disuntik mati. Kenapa? Ya jelas, bakal mati dengan sendirinya. Hehe

Cash itu ibarat darah bagi perusahaan. Manusia aja kalau gak ada darahnya, mati. Bisnis juga gitu. Gak ada duitnya, wafat. Almarhum. Bangkrut!

Kehabisan cash ini biasanya disebabkan karena:

✅ Bisnisnya bocor
✅ Salesnya secuil
✅ Costnya bengkak
✅ Stoknya numpuk

Dan kalau dipikir-pikir, 4 poin di atas itu disebabkan oleh 1 biangkerok, yakni BUSINESS OWNERNYA...

💢 Ownernya Guooooblok!
💢 Ownernya Buta Finansial
💢 Ownernya Gak Mau Belajar
💢 Ownernya Malas-Malasan

Ownernya BELUM BACA buku 7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula.

👉 http://bit.ly/2LORZLa
👉 http://bit.ly/2LORZLa
👉 http://bit.ly/2LORZLa

Karena ownernya merasa pinter, merasa jago, merasa keren, merasa hebat, dan terlalu sombong. #JLEBB

Lanjut lagi...
Kelima, CEKCOK SAMA PARTNER.

Selama masih bisa diobrolkan baik-baik, ya ajak ngobrol baik-baik. Tapi kalau udah musyawarah plus diajak ngobrol baik-baik dan memang masih juga gak membaik, yowis, hajar bleh. Amputasi ajah!

Cekcok sesekali itu biasa, wajar, namanya juga partner. Drama bisnis. Nikmati.

Tapi kalau udah cekcok melulu, gak sreg mulu, beda visi, beda value, ah itu entar gak akan bagus tuk masa depan perusahaanmu. Mending tutup aja. Atau, salah satu dari Anda putuskan keluar. Out! 🚀🚀🚀

Keenam, TITIK JENUH.

Termasuk, kalau misalkan Anda sendiri sebagai owner udah merasa jenuh sama perusahaan yang Anda bangun, gak nafsu lagi, gak berhasrat lagi, gak bergairah lagi. Yasudahlah, tutup saja. Berat... Kamu gak akan kuat. Kalau sampe jalanin bisnis tanpa ada hati di dalamnya. Kesiksa coy!!! 💔

Titik jenuh ini biasanya disebabkan karena:

✅ Tanpa Passion
✅ Sifat Oportunis
✅ Gak Punya Mimpi Besar
✅ Gak Punya Alasan Kuat

Ketujuh, MEMBAWA KEMADHOROTAN.

Nah ini udah jelas. Kalau misalkan bisnis yang kita jalankan malah makin menjauhkan kita dari Allah, membuat banyak kemadhorotan serta kedzoliman, melakukan penipuan, menggunakan harta riba, sudahlah, gak usah mikir panjang lagi, tutup aja langsung!!!! 👊

Yang suka tipu menipu & berbuat curang:

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS. Al Muthoffifin: 1-3).

Yang suka memakan & menggunakan harta riba:

"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (QS. Al-Baqarah: 275).

Yang suka songong & sombong:

“Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahanam. Dan sungguh neraka Jahanam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.” (QS. Al-Baqarah: 206)

...dan masih banyak lagi.

Karena bagaimanapun juga, bisnis itu cuma wasilah (jalan), tujuannya lillah (Allah). Kalau tujuan utamanya malah gak tercapai (makin deket sama Allah), mending gak usah bisnis sekalian.

Jangan sampai kita kehilangan fokus hanya karena kesenangan dunia yang sementara, sampai-sampai menghalalkan segala cara untuk mendapatkan segalanya di dunia.

Ingat, bisnis itu bukan cuma untung dan rugi saja, tapi juga surga dan neraka.

Saling mengingatkan ya kawan-kawan!

Dan jangan lupa saling mendoakan, walaupun topik tulisan ini tentang menutup bisnis, tapi semoga bisnis kita semua makin hari makin laris, makin tumbuh dan berkembang, makin menebar manfaat buat banyak orang, dan makin mendekatkan kita dengan Sang Pencipta. Aaamiin...

Boleh dishare/disebarluaskan, gak perlu izin.
 
Top