Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Dari Bantul Mengalahkan Amazon, Bujet Iklannya Rp 1 Miliar per Hari

Oleh Burhan Sholihin

Oke... karena banyaknya permintaan seputar kisah jualan panci  lewat Facebook, maka saya akan berbagi kisahnya di sini.

Namanya Yoyok Rubiantono. Orangnya ramah tapi sangat rendah hati. Kalau melihat cara berpakaiannya pasti orang tak menyangka, dia adalah “anak emas” Facebook Indonesia karena tiap hari dia berjualan di Facebook dengan bujet iklan Rp 1 miliar per hari. 😊😊😊😊

“Jualan apa mas?” ketika saya bertemunya di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta beberapa waktu lalu.

“Saya cuma jualan panci, Mas” katanya merendah.

“Kok bisa jualan panci, dengan bujet iklan Rp 1 miliar per hari?”

“Ya, saya sudah jualan ke seluruh dunia, kecuali dua negara,” katanya enteng. “Yang belum itu, jualan panci ke Korea Utara dan Indonesia.”

Lalu Yoyok bercerita panjang lebar. Dia menekuni bisnis dengan Facebook ini sudah sekitar lima tahun. Dulu, dia juga tak seagresif saat ini. “Tapi, begitu sudah menemukan kuncinya, maka dia menaikkan bujet iklannya di Facebook,” ujarnya.

Dari kantornya di Bantul, Yogyakarta,  yakni PT Yoshubi
 Media Group, Yoyok mengendalikan bisnisnya yang
 berjualan aneka produk di seluruh dunia. Sebanyak 90
 persen pasarnya ada di Amerika Serikat.


“Kenapa jualan panci?” tanya saya kepo.

“Karena setiap dapur di Amerika Serikat pasti butuh
 panci,” kata Yoyok lagi. Jadi, kue pasarnya besar banget.

Sebelum dia berjualan panci, dia sudah melakukan riset pasar. Barang apa saja yang dibutuhkan konsumennya, di mana pemasoknya. Dia tak cuma menjual panci, tapi juga aneka peralatan lainnya, misalnya seperti perangkat Android TV. Untuk soal ini, dia bercerita bahkan penjualan produknya bisa mengalahkan produk serupa yang dijual di toko online Amazon.com. Padahal, harga yang dia jual lebih mahal dari yang dijual Amazon.

Yoyok merintis bisnis sejak masih kuliah. Dulu, dia belajar bisnis setiap habis shubuh dan sholat magrib. “Saya rutin membuka buku, belajar, dan membaca buku-buku bisnis,” ujarnya.

Kini karyawannya sebanyak 70 orang ada di kantor Bantul dan 40 karyawan customer services ada di Filipina. Dia memilih Filipina karena pasar utamanya adalah Amerika Serikat yang notabene memakai bahasa Inggris.

Yoyok bukan dropshipper biasa. Karena volume penjualannya yang tinggi, maka dia menciptakan merek sendiri untuk produk-produknya. Barang dikirim dari pabrik ke Cina langsung ke ruma konsumen di Amerika Serikat.

Facebook memang menjadi salah satu tool efektif untuk pemaaran. Namun, ini tentu karena Yoyok sudah piawai. Yang belum jago, umumnya boncos alias merugi. Sudah pasang iklan mahal-mahal, ternyata pembelinya sedikit.

Sahabat saya yang lain, seperti Dewa Eka Prayoga, boleh dibilang jago dalam melakukan pemasaran lewat Facebook baik dengan cara mendapatkan pembeli dengan beriklan seperti Yoyok, maupun dengan cara organik tanpa pasang iklan.

Penulis buku “Gara-gara Facebook” itu (kisah kesuksesannya dan trik marketingnya itu diceritakan di bukunya di sini tokodewa.com  pernah bisa mendapatkan omzet penjualan Rp 400 juta per bulan dari Facebook. Padahal, saat itu dia hanya memasang iklan sebesar Rp 16 juta. Wuih.... HEBAT.



Jadi dia bisa melawan adagium bahwa rumus UKM beriklan itu harus 1 banding 3 atau 1 banding 5. Beriklan Rp 1 akan mendapat Rp 3 rupiah atau Rp 5. Dalam kasus Dewa itu rumusnya menjadi 1 banding 25. Beriklan Rp 1 rupiah mendapatkan Rp 25 rupiah.😊😊😊

Semua memang ada ilmunya masing-masing…. Tak ada rumus tunggal.

Jadi, jualan lewat apa yang paling bagus? Facebook organic, Facebook iklan atau lewat Go-jek dan Google?

Benar  kata teman yang selalu menginspirasi saya (gak usah ditag oragnnya takut nanti ge-er dia):

”Jualan apa yang paling bagus? Jualan yang paling bagus itu ya  jualan yang MENGHASILKAN UNTUNG . Apa pun caranya. Yang penting ojo kesuwen (jangan kelamaan mikirnya).” 😊😊😊

Semog  bermanfaat.
 
Top