Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

INDONESIA BERDAYA

Belakangan ini timeline Facebook ramai dengan keterkejutan warga Indonesia terkait pengangkatan cawapres yang akan bertempur di pilpres tahun depan, baik dari kubu Jokowi maupun Prabowo.


Tanpa disangka, Jokowi menggandeng Ma'ruf Amin sebagai Cawapresnya, sementara Prabowo memiih Sandiaga Uno sebagai Cawapresnya.



Ah, gila! Bener-bener tak terduga...

Gara-gara keputusannya yang mengejutkan tersebut, sampai-sampai banyak pihak yang menyimpulkan bahwa politik itu memang kejam. Pro-kontra mulai bermunculan, "kok si ITU sih?", "kok si ANU sih?", "kok bisa begitu sih?", dst.

Padahal sebelum naik pesawat Jogja-Bandung, televisi memberitakan bahwa cawapresnya Jokowi adalah Mahfud MD. Tapi setelah 1 jam mengudara dan duduk di pesawat, kemudian landing di Bandung, dan buka HP, eh ternyata pengumuman resminya adalah Ma'ruf Amin. Wow!



Pokoknya, benar-benar unpredictable! 😱

Ah daripada ngomongin politik, mendingan ngomongin pemberdayaan aja deh. Setuju? Hehe...

Kebetulan saat itu Saya sedang berada di Jogja, karena diamanahi oleh kang Rendy Saputra dan SSN Pusat seperti Bravo Mahendra, Rangga Wibawa, dan Nirwana Tawil untuk berbagi pengalaman di Roadshow Saudagar Nusantara Bantul. Yasudah, capcuss dah!

Jujur harus Saya katakan, sebenarnya Saya males banget kalau harus sering keluar kota terus menerus, apalagi mesti ninggalin anak dan istri di rumah. Ah, suka kangen...

Tapi karena dalam misi pemberdayaan, gak dibayar sepeserpun, maka Saya dan tim memutuskan untuk berangkat ke Jogja dan bertemu dengan kawan-kawan pengusaha hebat disana. MasyaaAllah...

Selama di Jogja, Saya dan Mas Mirza G. Indralaksana dijamu spesial oleh Mas Ferri Adi Setiawan, mulai dari jemputan di Bandara, kunjungan ke Batik Paradise, makan sate klatak, temu sahabat aktivis da'wah, disiapin hotel mewah, diajak ngisi kuliah shubuh, dan masih banyak lagi. Subhanallah... Ini orang baik banget. Tabungan pahalanya banyak. Hidupnya penuh kebaikan. Melayani tamu dengan totalitas, tanpa pamrih, tanpa modus. Allah ya rabb... Mendoakan yang terbaik untukmu mas. Aamiin...

Disinilah Saya semakin belajar pentingnya berbuat baik. Jangan pernah berhenti berbuat baik kepada sesama, siapapun dia. Lakukanlah...

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya..."

Saya jadi teringat momen ketika tidur panjang di ruang ICU. Bayangkan, teman/pasien sekamar Saya di ICU sampai ganti 3x. Bukan karena sehat dan selamat, tapi karena wafat satu per satu. Allah ya rabb... 😩

Terlebih, dari 3 pasien yang pernah terjangkit GBS saat itu, 1 diantaranya benar-benar lewat (wafat), 1 diantaranya berhasil selamat (tapi ditinggal istrinya karena merasa gak kuat), dan 1 nya lagi adalah Saya. Allah ya rabb, fifty-fifty. 🙈

Dalam kondisi terbangun dan sadar, Saya terus menerus bertanya dalam hati, "Ya Allah, apakah Saya selanjutnya?". 😢

Ya. Saat kondisi kritis tak sadar, percaya atau tidak, tak ada sedikitpun kepikiran dalam ingatan tentang bisnis, jualan, harta, omset, profit, dan lain sebagainya. Bahkan, anak, istri, dan orang tua pun gak inget. Parah, kan? Saking takutnya...

Takut apa?

Ya itu tadi. Takut mati cepet, tapi gak bawa bekal amal sholeh apa-apa...

Apa yang terus Saya pikirkan saat itu?

Ya. Saya terus menerus bertanya kepada Allah, "Ya Allah, apakah amalan hamba selama ini Engkau terima? Apakah Engkau ridho dengan apa yang hamba lakukan?" 😭😭😭

Jangan-jangan kebanyakan dosanya ketimbang pahalanya...

Jangan-jangan kebanyakan maksiatnya ketimbang amal sholehnya...

Jangan-jangan kebanyakan keburukannya ketimbang kebaikannya...

Jangan-jangan... 😭😭😭
Ah, ya Allah... 😥

Maka sambil meneteskan air mata, Saya berdoa kepada Allah, "Ya Allah, jika seandainya hamba diberi kesempatan kedua untuk hidup, izinkan hamba untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kematian ini sebaik mungkin ya rabb. Bersamai hamba. Dekap hamba. Ridhoi langkah hamba...". 😭

Ya, sejak saat itu Saya mulai berkomitmen pada diri sendiri, "Aku wakafkan diriku untuk ummat...".

Kalau ada profit atau keuntungan bisnis, sekian persennya kita sedekahkan untuk keperluan ummat...

Kalau ada waktu kosong dan senggang, Saya akan buat tulisan yang semoga bisa menginspirasi ummat...

Kalau ada panggilan seminar atau kopdar dalam misi pemberdayaan, kita akan berangkat tanpa perlu dibayar sepeserpun. Demi kebangkitan ummat...

Termasuk ketika diminta oleh sahabat dekat Saya, Mas Agus & Mba Erlyanie, pasangan muda "songong" yang sering jadi contoh dan panutan, untuk ngisi di acara B ERL AWARD, maka tanpa pikir panjang lebar lagi, langsung Saya sanggupi. Diiyakan. Siap!

Apalagi tujuan mereka mengadakan acara ini sungguh mulia, yakni ingin membantu ribuan orang di Indonesia agar bisa dapat income tambahan yang cukup menggiurkan, bisa terbebas dari jeratan hutang dan riba, bisa makin jago jualan dan laris manis produknya, bisa makin bermanfaat hidupnya, dan bisa semakin diberkati oleh Allah di setiap keputusannya. Ah, MasyaaAllah...

Karenanya, 1000 seat sudah disediakan oleh mereka, diharapkan bisa menjadi tempat hadirnya hidayah dan pertolongan Allah untuk Indonesia yang Lebih Berdaya.

Kalau mau ikutan dan daftar, bisa lewat link berikut ini:

👉 http://award.berlcosmetics.com
👉 http://award.berlcosmetics.com
👉 http://award.berlcosmetics.com

Kalau dipikir-pikir, mereka berdua ini gak perlu ngadain acara beginian sebenarnya, kalau tujuannya cuma duit, duit, dan duit. Wong dari hasil penjualan produk kosmetiknya aja udah ngeri minta ampun. Subhanallah...

Tapi karena dalam misi pemberdayaan, ingin ada nilai edukasinya, transfer energi satu sama lain, maka akhirnya B ERL AWARD ini diadakan. Bahkan, dibuka untuk umum. Jadi, walaupun Anda bukan bagian dari B Erl Family, tapi Anda boleh datang. Bawa gerombolan. Silakan. Moga bermanfaat.

Saya jadi ingat event Bandung Bersinergi beberapa bulan yang lalu. Jangankan B ERL Award yang jelas-jelas acara mereka, Bandung Bersinergi aja yang waktu itu dihadiri oleh 8000+ peserta, mereka jadi sponsor utamanya. Ngasih duit segepok sebanyak ratusan juta, tanpa minta timbal balik apapun. Allahu akbar...  😩😭

"Gak usah kang, doain aja..."

MasyaaAllah. Bener-bener ngasih bukti dan langkah nyata untuk memberdayakan ribuan orang di Indonesia. Kita doakan yang terbaik untuk mereka ya. Aaamiin...

Disini kita pun belajar lagi, untuk berbuat baik, gak usah berharap minta balasan.

Kalau kita buka Al-Qur'an surat Al-Isra ayat 7, disana akan tergambar jelas bahwa apapun yang kita lakukan akan balik lagi ke diri kita sendiri.

"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri..." (QS. Al-Isroo: 7).

Maka sekali lagi, seperti pesan dan wejangan ustadz Luqmanulhakim Ashabul Yamin pada kita, "jangan bosan jadi orang baik", seburuk apapun respon, sikap, cibiran, cacian, dan makian orang lain pada kita...

Lakukan segalanya untuk kita, bekal kita, karena Allah, sebelum ketemu Allah, di Surga-Nya sana...

Jangan pernah merasa sia-sia dalam melakukan kebaikan. Ketikapun tak terbalas tunai di dunia, InsyaAllah akan masuk saldo tabungan kebaikan yang akan dicairkan di akhirat kelak. Tenang...

Termasuk, kebaikan dalam mendukung misi-misi pemberdayaan.

Ketika ada acara-acara komunitas yang punya misi pemberdayaan, sebaiknya kita dukung. Selama niatnya adalah kebaikan.

IIBF punya Silatnas, kita dukung...
Yubi punya Kopdar Akbar, kita dukung...
TDA punya Pesta Wirausaha, kita dukung...
SSN punya KSN, kita dukung...
Jago Jualan punya Bandung Bersinergi, kita dukung...

Semuanya kita dukung. Kita bersamai.

Jika memang belum sanggup membersamai, minimal mendoakan sebaik mungkin.

Karena tidak bisa dipungkiri, adanya berbagai macam komunitas bisnis ini bisa saling melengkapi satu sama lain, ibarat puzzle, tak bisa terpisahkan. Saling mengisi. Saling melengkapi.

Jadi, jangan justru malah saling bermusuhan. Yuk bergandengan tangan.

Ingat, komunitas bisnis itu bukan politik.

Kalau berpolitik memang harus memilih salah satu. Kalau dukung partai A, gak mungkin dukung partai B. Kalau join di partai X, gak mungkin join di partai Y. Itu labil namanya. Gak jelas. Gak komit.

Tapi kalau berkomunitas gak perlu gitu, join dan dukung aja semuanya. Toh niat, misi, dan tujuannya sama-sama pemberdayaan masyarakat/ummat, kan?

Dengan begitu, harapannya...

Semoga bangsa Indonesia kedepannya semakin maju dan tali persaudaraannya semakin erat.

Semoga warga negara Indonesia makin tersadar akan pentingnya persatuan dan kesatuan untuk kebangkitan ummat.

Dan semoga Indonesia dalam beberapa tahun kedepan menjadi negeri berdaya dan diperhitungkan oleh dunia.

Aaamiin...

Kalau gak setuju, gak perlu dishare ya!

NB: abaikan fotonya. Hehe 😁
 
Top