Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

[ 7 Perbedaan antara PELIT dan IRIT yang harus Anda tahu ]

"Harus tahu gitu?"

Ya, Karena menjadi orang PELIT itu ujung-ujung nya pailit, hidup sulit, utang melilit....
sakit...

Hehehe...

Karenanya, tulisan ini untuk Anda, yang bisa jadi, tanpa Anda sadari, Anda termasuk yang PELIT.

Tak apa, itu kan masa lalu, Anda bisa memutuskan untuk berubah setelah membaca tulisan ini kok.



Siap? oke langsung saja...

1.

PELIT : Walaupun butuh, tapi tetep aja nggak dibeli. Sayang duitnya...

IRIT  : Keputusan tidak membelinya karena memang TIDAK BUTUH. walaupun murah...

Beda, tapi mirip!

Misalnya, kondisi anak lagi sekolah, sepatunya rusak, uang ada, tapi si orang tua nggak mau beliin sepatu baru.

padahal udah jelas butuh, nggak di beli, ya ini dia sifat PELIT ke diri sendiri. Duh, hindari deh...

Nah, kalau IRIT, Ada tas bermerek LV, harganya 30an juta, cuma untuk bawa laptop doang.

Atau buat kondangan doang, masih banyak tas lain yang dibawah 500rb an dan bagus, fungsinya jauh lebih banyak.
maka si IRIT memilih untuk beli tas yang dibawah 500rb an aja.

2.

PELIT : Bukannya beli, malah minta-minta.
IRIT  : Beli seperlunya, secukupnya.

Ya, jadi karena si Pelit sangat berat mengeluarkan uangnya, maka jadinya ia malah minta-minta.

Misalkan lagi makan, nggak pesen minum, makan doang, eh, pas kepedesan, malah minta temennya, hadeeeh...

Kalau si IRIT, beli makan ya sama beli minumnya.
walaupun minumnya air putih doang, ya nggak masalah, selain murah, dia juga tau minuman softdrink kurang sehat.

Nah...

3.

Gimana, makin #MakJlebb ?
lanjuuut...

PELIT : Nggak suka mentraktir, kalau selesai makan bareng, pura-pura ga bawa dompet.

IRIT  : Suka mentraktir, tapi kalau suatu kondisi makan sendirian, ia hemat.

Traktiran itu bagian dari sedekah, justru ini yang sangat dianjurkan. Karena, kadang kalau rekan kerja di kantor, atau tetangga kita kasih uang, ada yang tersinggung, atau kurang pas aja.

Dikira lagi kampanye apa pencitraan.
Bahkan bisa berakibat tersinggung

"Kamu kasih Uang maksudnya apa? kamu kira aku miskin apa?"

Nah, kalau saling kasih makanan, saling berbagi gorengan, kripik, cemilan, kado, itu masih wajar.

Bahkan, ini kata Nabi Muhammad SAW :

“Wahai wanita-wanita muslimah, jangan sekali-kali seorang tetangga menganggap remeh untuk memberikan hadiah kepada tetangganya walaupun hanya sepotong kaki kambing.”

(HR. Al-Bukhari no. 2566 dan Muslim no. 2376)

Bahkan di hadist lain...

“Wahai Abu Dzar, bila engkau memasak makanan berkuah maka perbanyaklah air/kuahnya dan berikanlah kepada tetanggamu.” (HR. Muslim no. 6631)

Ini dianjurkan...
Praktek ya...

Kita lanjut ke nomor empat...

4.

PELIT : Dana buat orang tua, nggak ada/kalau butuh aja.
IRIT  : Dana buat orang tua, prioritas, buat sendiri, hemat.

Nggak bisa dipungkiri lagi, dulu saat kita kecil, waktu, tenaga, dan pikiran mereka kerahkan untuk kita.

Nggak ada ceritanya orang tua minta ongkos biaya merawat kita.

Biaya persalinan sekian juta, baju bayi yang nggak begitu lama harus beli lagi, mainan, dan semuanya tidak pernah mereka tagih.

Nggak mungkin kita kembali memberikan mainan buat mereka, tapi sebagai gantinya, mbok ya dikirimin sebagian penghasilan kita.

Saya yakin, setiap orang tua mengatakan "saya liat kalian sukses aja mbok udah seneng nak" tapi sebagai anak yang berbakti, kudu peka dong...

Siap ya? jangan jadi orang pelit...

kita lanjut ke lima...

5.

PELIT : Suka beli barang KW, bajakan, barang palsu.
IRIT  : Beli yang asli, tapi diperhatikan juga butuh/nggak nya.

Coba bayangkan, ketika barang berharga di rumah Anda dibobol maling.

Setelah lapor polisi dan diurus, ketahuanlah pencurinya adalah si Kancil

Si Kancil mencuri dengan dibantu oleh si Kunyuk.

Pertanyaan saya, Anda kesal dengan si Kancil?

Apa Anda kesal juga dengan si Kunyuk yang membantu si Kancil?

Kalau jawaban Anda "YA" maka begitulah saat membeli barang KW.

Pemilik merek NIKE, atau pemilik merek "EIGER" perlu anggaran besar untuk membangun brand dan menjaga kualitas produk.

Eh, ada 'si Kancil' yang bikin produk bajakan, dengan harga miring. dan Anda membeli barang dari 'si Kancil'.

Bukankah itu sama artinya dengan mendukung si Kancil untuk terus balik modal, dan terus-terusan membajak? duh...

Ngeri ya? tobat...
lanjut ke enam...

Eh tunggu dulu, sebelum lanjut ke ciri-ciri keenam, join dulu channel telegram saya, ini link nya >> t.me/afikcanggihcom

Insya Allah saya nggak akan PELIT membagikan ilmu, dan ebook, GRATIS !

Buat yang mau aja...

6.

PELIT : Kalau teman lagi jualan, minta diskon, minta HARGA TEMAN.

IRIT  : Kalau teman lagi jualan, emang kebetulan lagi ada diskon, DIMANFAATKAN,  Kalaupun harga normal, dan barangnya butuh, TETEP BELI.

Saya kurang paham dengan yang namanya "HARGA TEMAN". Padahal harusnya, kalau memang pengen punya temen yang sukses, ya dukung dengan cara membelinya.

Bukan dengan nawar-nawar gitu. Nggak malu apa ya?

"ih saya sukak, sama sepatunya!"
"Yang mana?"

"Itu yang merah, sukak banget! berapaan?"
"Oh, yang itu, cuma Rp200rb aja kok"

"Yakin Rp200rb an? nggak Rp 300rb aja? "

Nah ini baru temen... hehehehe...

Jadi, nanti setelah baca dan share postingan ini, TAG temen Anda yang suka nawar ya, biar JLEBB!

Hahahaha...

Sekarang kita lanjut ke ciri-ciri ke 7 dulu..

7.

PELIT : Pengeluaran nggak dihitung, kalau habis, bingung.
IRIT  : Pengeluaran dihitung, detail, tidak terbuang mubadzir walaupun Rp500 perak

kalau si Pelit,

- Awal bulan makan daging sapi dan sate ayam.
- Pekan kedua udah mulai sering makan telor ayam, dan bubur ayam.
- pekan ketiga udah mulai sering makan bayam.
- pekan keempat saatnya makan nasi dan GARAM.

Hahahaha....

Kalau si IRIT, ia menganggap berapapun uangnya, itu rezeki dari Allah, tidak boleh dibuang sia-sia.

Jarang ada yang ngeh, kalau Omset 1 Milyar itu terdiri dari 2juta keping uang Rp500 an ^_^

*AmbilKalkulator

Biar kebayang praktiknya, saya pribadi dan istri, bikin group khusus yang isinya cuma kami berdua.

Yang isinya kalau saya beli sesuatu, saya catat di group itu, dan kalau istri saya beli sesuatu. dicatat juga.

Akhir bulan, kami tau, biaya hidup sekian.
terus jadi kehitung, Income dikurangi biaya hidup, masih punya uang sekian...

Jadi, memastikan aja tidak ada istilah "BESAR PASAK DARIPADA TIANG"

Awalnya cara ini sepertinya PELIT banget, ya terserah apa kata orang.

Toh ini duit saya, situ nggak ikutan mencari nafkah buat saya to, emang gue pikirin, hahahaha...

===========================


Ingat, orang pelit itu tidak suka di-pelitin!

Tapi kalau orang yang gemar berbagi, biasanya suka bergaul dengan kawan yang suka berbagi juga.

Saya tidak tahu, Anda termasuk orang yang pelit atau yang gemar berbagi.

Semoga bermanfaat...

- Afik Canggih

P.S : Saya ulangi lagi ya, Dari ketujuh ciri-ciri diatas, saya penasaran, mana yang membuat Anda merasa NGEJLEBB Banget?


 
Top