Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

KESETIMBANGAN SEMESTA

Penuh perenungan mendalam. Makin menyadari bahwa lambatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia ini bukan karena kita gak bisa... atau pemerintah yang gak sanggup... tetapi lebih karena kegagalan kita sebagai anak bangsa... dalam melihat dan mengeksekusi berbagai peluang yang ada.

Mungkin masalahnya disini....

Saya menyimak mereka yang relatif berhasil membangun bisnis. Sekali lagi relatif, karena kemungkinan harusnya bisa lebih hebat lagi dari itu.

Sosok-sosok berhasil ini adalah mereka yang tekun membangun organisasi. Yang kuat mendidik tim dari pagi hingga sore. Agenda nya meeting ke meeting, pengarahan demi pengarahan, sangat mendalam, sangat internal sekali aktivitasnya, seperti kapal selam yang di permukaan gak kelihatan, tapi membangun sesuatu yang hebat di bawah laut.

Sosok-sosok tekun ini tenggelam dalam serunya membangun organisasi, menganalisa pasar, membangun produk, membangun tim. Dan begitulah sosok-sosok ini dihadirkan Allah ke muka bumi. Ketekunan mereka ini adalah karunia.

Dilain hal, keunggulan di satu sisi, adalah kelemahan di sisi yang lain. Sosok-sosok tekun tersebut tidak begitu nyaman melakukan aktivitas yang tidak berdampak langsung. Secara gamblang, jika mau ada ketemuan atau jalan-jalan yang tidak jelas, sosok-sosok ini lebih memilih menghabiskan waktunya berprogress secara internal.

Jangan harap sosok-sosok ini mau kongkow-kongkow berlama-lama yang gak ada output jelasnya. Jangan harap sosok-sosok ini mau hadir ke ruang-ruang pergaulan baru. Jangan harap... sekali lagi jangan harap... saya udah nyoba merayu.... memang gak bakal mau.

Selain gak mau, memang juga gak bakat, ketekunan membangun bisnis secara mandiri, lalu keyakinan kepada visi didalam fikiran, terkadang sejalan dengan ego diri yang super tinggi. Dan aura ego ini gak match dengan aktivitas silaturahmi terbuka. Keangkuhan itu ada aromanya... tercium menyengat.

Tetapi inilah kesetimbangan semesta...

Allah ternyata hadirkan sosok-sosok yang juga kuat membangun silaturahmi. Sosok-sosok yang kuat menjelajah, bersilaturahmi, membangun hubungan dan menginventarisir kekuatan.

Sosok-sosok ini siap tulus ikhlash bertemu pihak-pihak yang secara hitungan tidak membawa benefit ekonomi sama sekali, namun dari sinilah terhubung berbagai peluang, karena setiap orang adalah teman dari orang yang lain.

Sosok-sosok ini siap menjelajah puluhan agenda pertemuan dengan pihak pemerintah, tokoh politik, para pengusaha, aktivis komunitas, untuk kemudian menghimpun banyak kekuatan.

Pada akhirnya, silaturahmi yang dibangun oleh sosok networker ini akan menghadirkan PELUANG. Peluang yang hadir dan hadir seperti air bah...

Ada belasan ribu lahan tidur...
Ada puluhan asset property terbengkalai...
Ada puluhan miliar dana siap akses...
Ada konsesi pengelolaan ini itu...
Ada berbagai peluang yang hadir..
Itulah takdir sang networker..

Yang jadi masalah, sosok lentur networker ini adalah kelemahan tersendiri untuk masalah ketekunan membangun sesuatu. Jangan harap sang networker bisa bertahan di satu hal yang sama dalam berhari-hari. Ia selalu membutuhkan warna baru... disinilah kelemahannya.

Ego yang relatif rendah juga masalah dalam membangun bisnis. Mulai dari diatir karyawan, gak bisa tegas, gak firm... adalah kelemahan yang teramat sering muncul dari sosok "membahagiakan" ini... jangan harap mereka mau konflik.. jangan harap... jadi gak pas untuk eksekusi peluang.

Jika sosok kapal selam merasa bahwa peluang itu terbatas, sosok kapal pesiar yang berlayar di permukaan selalu mendapatkan peluang. Tapi kesetimbangan alam selalu terjadi : bahwa setiap PELUANG hanya bisa dieksekusi oleh SANG TEKUN.

Hari ini ekonomi Indonesia tumbuh rerata 5% dari 13.588T. Sekitar 650T. Dengan jumlah penduduk 250 jutaan... kita membutuhkan PDB hingga 30.000T untuk menjadi negara maju.

Jika pertumbuhan konstan 5% per tahun... kita butuh 20 tahun lebih untuk jadi negara maju. Disinilah kita butuh percepatan...

Sosok tekun harus bertemu dengan sosok penjelajah... TITIK.

Lahan kosong... kompetensi agro... investasi... kemampuan distribusi... berjualan... harus bertemu dalam sebuah entitas bisnis.

Ruko nganggur... ritel brand hebat... profesional pengelolaan.. harus bertemu meramu sesuatu.

Potensi laut.. kompetensi pengolahan hasil laut.. komunitas nelayan... investasi pendanaan tekknologi perikanan.. harus dijahit.

Kita harus melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi. Dari yang semula kecepatannya 5% per tahun, kita harus punya mimpi 15% per tahun. Kenapa gak berani?

15% per tahun dari 13.588 T hanya menambah sekitar 200T. Jika 5% adalah pertumbuhan alami, berarti cukup nambah 10% atau 135T.

135 T... 13.500 pengusaha menengah.. kejar produksi domestik tambahan senilai 1M per bulan per pengusaha.

Bisa... JIKA sang tekun terhubung HARMONI dengan sang networker.

Inilah kesadaran kecil Saya hari ini, mengapa transaksi di negara maju harus melalui broker terlisensi untuk beberapa komoditas. Karena networker inilah yang membangun asset jaringan, asset data base, list-list berharga... agar entitas networker ini lestari... awet... dan terus bekerja membantu orang-orang tekun.

Semoga kesadaran ini ada manfaatnya...

Ini hanyalah tulisan ringan..  renungan atas apa yang maknai akhir-akhir ini...

"Kupernya" orang-orang tekun ini gak salah...
Dan "gaulnya" para networker ini juga gak salah...

Pada akhirnya, kita gak bisa maksa sang tekun untuk gaul...

Dan kita gak bisa naksa sang networker untuk tekun.... runyam... ha ha ha....

Damai Indonesia ku....
Akur....

Bandara Hussein,
Rendy Saputra

Yang menunggu pesawat antri landing di landasan imut....

Foto :

Sela-sela makan siang di SSN-Business Coaching. Temu bulanan. Saling sampaikan peluang... dan pencarian sang tekun...
 
Top